A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sebenarnya ini yang ingin saya tulis kemarin, tapi karena tulisan jadi berbeda, ya sudah judul ini mengalah satu hari. Hal yang memudahkan orang untuk ngeblog adalah salah satunya kita bisa mengelola blog via ponsel/handphone – yang mana berarti kita tidak perlu menyentuh komputer sama sekali. Sebelumnya tulisan ini akan banyak sekali mengandung pranala, jadi sebaiknya hindari membaca dengan metode tabbing, atau akan terasa agak tidak nyaman.

Ada dua prinsip mendasar pengelolaan blog via ponsel, pertama publikasi tulisan, kedua adalah moderasi (tanggapan). Keduanya selayaknya bisa dilakukan dengan baik via ponsel. Hal ini tidak akan bermasalah bagi pengguna ponsel pintar berkelas seperti BlackBerry, iPhone atau Android Phone – karena banyak mesin blog yang menyediakan fitur khusus untuk blog-blog ini.

Tentu saja kita berharap ponsel tidak berkelas semisal Nokia E71 dengan Symbian milik saya juga bisa mengelola blog dengan baik. Tentu saja tidak masalah, yang Anda perlukan hanya akses internet dari ponsel Anda, dan kemampuan mengakses surel dengan mudah, baik dengan metode push email atau IMAP dan POP biasa.

Surat elektronik adalah salah satu cara paling mudah mengelola blog, dan paling murah, karena kita hampir tidak perlu masuk ke blog dan membuang banyak pulsa telepon.

Pertama, mari kita pilih blog platform yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Blogspot (www.blogger.com) adalah platform yang paling mudah untuk kasus ini sebagaimana yang saya tulis dulu sekali dalam “Cara Mudah Posting Di Blogger, WordPress dan SpaceLive”.

Blogspot sederhana, mudah dipasang, mengganti tema blog dengan berkas XML yang siap pasang. Pengaturan sederhana, dasbornya ringan dan ramah akses. Tapi jika Anda memasang tema yang berat, blognya sendiri akan berat diakses. Komunitasnya besar, terhubung langsung dengan akun Google anda.

Jika Anda memilih/memiliki platform blogger, maka cara publikasi via surel dapat di baca di “How Do I Post via Email?” – Tenanglah, caranya mudah kok.

Tumblr (www.tumblr.com) adalah platform lain yang menarik, dan lumayan banyak digunakan bagi mereka yang suka ngeblog via gadget (ponsel, smartphone, PDA, iPhone, dan lain sebagainya). Hanya saja Tumblr mesinnya agak berat, setidaknya untuk akses via komputer – Anda perlu internet yang cukup kencang.

Tapi dari semua mesin blog, yang satu ini adalah yang paling mudah dimengerti menurut saya pengaturan menunya. Jadi memberikan pengalaman pengguna yang seakan-akan dimanjakan.

Bedanya, tumblr tidak memiliki fasilitas menambahkan kategori tulisan, namun masih memberikan fasilitas menandai (tags). Jika Anda memilih/memiliki akun tumblr, untuk publikasi via surel silakan panduannya dibaca di “Tumblr: Mobile + Email Publishing” – penjelasannya bahkan lebih mudah daripada yang di Blogspot.

Tumblr tidak memiliki kolom komentar, jadi Anda sangat aman jika ingin ngeblog tanpa terganggu oleh komentar. Namun jika ingin ditambahkan, saya sarankan menggunakan DISQUS baik di Blogspot maupun Tumblr.

Mengapa harus menggunakan sistem komentar pihak ketiga seperti DISQUS? Ah…, tidak harus sih, namun itu akan memudahkan Anda membalas langsung setiap komentar yang masuk, hanya dengan membalas email untuk setiap pemberitahuan komentar yang masuk. Prinsipnya jika ada komentar baru di blog, maka DISQUS akan mengirimkan surel (sama seperti pada sistem komentar biasa), hanya saja jika Anda membalas langsung surel ini, maka juga bisa langsung membalas komentar tersebut.

Tidak menyukai DISQUS? Ada alternatif lain seperti Intense Debate dan ECHO (JS-Kit).

Nah, bagaimana dengan sistem blog populer seperti WordPress (www.wordpress.com), tentu saja juga bisa. Caranya mudah saja, silakan baca di “Post by Email” ala WordPress, atau tonton saja video yang ada di halaman tersebut, sangat jelas dan sederhana.

Sedangkan bagi pengguna WordPress.Org, silakan membaca “Codex: Post to your blog using email” atau yang pernah saya tulis dalam “Publikasi Blog Bermesin WordPress Via Surel”.

Pengelolaan komentar di WordPress.com bisa menggunakan menggunakan fasilitas “comment reply via email”, menggunakan platform yang sejenis yang digunakan oleh Intense Debate tampaknya. Sedangkan untuk WordPress.Org boleh menggunakan metode yang sama seperti Blogspot dan Tumblr, atau silakan menggunakan tema yang ramah untuk mobile browser, karena Anda akan terpaksa membalas komentar dengan masuk ke peramban di ponsel anda.

Yang saya tulis hanyalah prinsip-prinsipnya saja, silakan mencoba dengan mandiri – ah…, itu menyenangkan untuk belajar dengan trial and error 😀

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

6 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    @Budiastawa, ah, saya kan ngambil referensi juga dari blognya Bli Budi 🙂

    @Pak Aldy, sebenarnya sih yang peting ponselnya mendukung pengiriman dan penerimaan surel, sudah cukup kok.

  2. Avatar Aldy

    Belum pernah mencoba Mas, lagian hp saya layarnya kecil dan hanya support wap saja 🙁

  3. Avatar budiastawa
    budiastawa

    dr.Cahya, artikel ini akan saya jadikan referensi. Terima kasih.

  4. Avatar Cahya

    @Hariez, hmm…, seperti terhapus, tapi saya kurang tahu kenapa, mungkin ada keyword yang di-banned Mas 🙂

    @jalinankata, ndak kok, saya hanya pengguna biasa 🙂

  5. Avatar jalinankata

    Bli Cahya cocok juga jadi web developer =D

  6. Avatar Hariez
    Hariez

    waduh…ko kayaknya komentar saya masuk spam Pak 😀 tapi ga apa-apa, saya akan mencobanya deh mudah-mudahan bisa 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca