A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ngeblog lewat ponsel pintar/smartphone atau yang dikenal dengan mobile blogging sangat nyaman, masing-masing mesin blog memiliki triknya tersendiri – seperti Tumblr dan WordPress menyediakan aplikasi untuk ponsel pintar ala Androids atau iPhone. Hanya saja saya kini ingin mengingat kembali bagaimana menulis blog di Blogspot (Blogger.Com) melalui ponsel (boleh pintar boleh juga tidak).

Saya tidak tahu persis apakah Blogspot menyediakan aplikasi ngeblog via ponsel, karena saya tidak pernah menggunakan aplikasi semacam itu. Bagi Anda yang memiliki ponsel jadul, hanya bisa untuk SMS atau MMS, yah ini-pun juga boleh untuk menulis di Blogspot. Ah, tapi mungkin akan menjadi seperti twitter ya, 160 karakter.

Nah, untuk pemilik ponsel tipe lama ini, bahkan yang mungkin masih Black & White, silakan ikuti panduan resminya di Blogger Mobile. Saya tidak menuliskannya di sini, karena khawatir mekanisme sewaktu-waktu akan berubah. Namun mesti diperhatikan bahwa jumlah tulisan yang bisa dikirimkan/dipublikasikan dibatasi, hal ini guna menghindari spam pada blog.

Saya sendiri menggunakan fasilitas mempublikasikan via surat elektronik (email), karena memiliki kemampuan tidak hanya mengatur publikasi tulisan, namun juga mengontrol diskusi blog, baik untuk moderasi maupun membalas komentar.

Salah satu blog saya di Blogspot yang sepenuhnya di kelola via ponsel

Tampilan gambar di atas adalah satu dari blog saya di Blogspot yang sepenuhnya dikelola melalui ponsel Nokia E71 dengan menggunakan fasilitas pushmail. Namun tentu saja rancangan template dan pengayaan lainnya saya mesti lakukan via desktop/komputer.

Hal pertama yang saya lakukan adalah merancang blog tentunya, sesuaikan dengan selera. Ada banyak pilihan tema untuk Blogpsot di luar sana, bahkan lebih banyak daripada yang diizinkan oleh penyedia layanan blog lainnya. Hanya saja, jika Anda ingin Blogspot anda lebih mudah dibaca via peramban ponsel, saya sarankan menggunakan tema bawaan dari Blogspot yang bisa dipilih juga sendiri dan mengaktifkan tampilan template seluler. Namun saya mesti mengingatkan, berdasarkan pengalaman saya hal ini tidak selalu bekerja dengan baik. Saya berhasil mengakses tampilan seluler blog saya di atas via Samsung Galaxy Tab dengan peramban berbasis Chromium, namun tidak menunjukkan hal serupa saat diakses via Opera Mini/Mobile terbaru di Nokia saya. Yah, mungkin karena masih tahap beta (uji coba).

Menyetel Tampilan Selular dan Pengiriman via Surel

Saya menggunakan halaman pengaturan di atas untuk memberikan tampilan seluler dan pengaturan surel. Jika halaman itu digulang sedikit ke bawah, Anda akan mendapatkan “Opsi Pengeposan” (ingat lho, ini setelan Blogspot menggunakan bahasa Indonesia). Ada dua opsi, pengeposan via email dan pengeposan via seluler (seperti saya sampaikan di atas).

Untuk pengeposan via email (surat elektronik), kita menggunakan apa yang disebut “Mail2Blogger”, sebuah alamat surel rahasia akan dibuat di sini, biasanya berpola “username.secret@blogger.com“, Anda cukup menentukan kata rahasia “secret” tersebut. Dan setelah setelan ini disimpan, maka jika Anda mengirimkan surat elektronik ke alamat tersebut, tulisan itu akan dipublikan (baik langsung maupun tidak) ke blog sesuai dengan setelan yang Anda tentukan.

Mudah bukan? Tinggal tulis di ponsel anda, dan kemudian kirimkan, selesai sudah! Tidak perlu apa-apa lagi.

Lalu bagaimana dengan komentar, Anda bisa mengelola komentar secara manual via peramban ponsel. Beberapa narablog saya lihat menyukai cara manual ini. Namun entah mengapa, saya terbiasa menggunakan bantuan dari sistem komentar pihak ketiga. Dalam hal ini saya menyarankan menggunakan Intense Debate. Saya mungkin lebih menyukai Disqus dibandingkan Intense Debate, namun untuk urusan aksesibilitas seluler, saya akan berikan rekomendasi untuk Intense Debate sesuai pengalaman saya hingga saat ini.

Dashoboard Intense Debate dalam Mengelola Komentar

Intense Debate tidak terlalu sulit dipasang di Blogspot dan memiliki fitur yang cukup kaya, termasuk pengaya-pengaya seperti smiley, comment luv, dan sebagainya. Pun teknik pemasangannya telah dipandu langkah demi langkah sedemikian hingga mereka tidak paham markah-markah atau sintaks pun tidak akan mengalami kesulitan. Dan tentu saja sistem antispam yang baik dari Akismet.

Tampilan Borang Tanggapan dengan Intense Debate

Alasan Intense Debate saya lebih sarankan untuk mobile blogging dibandingkan Disqus adalah:

  • Disqus untuk membalas komentar via email kadang membawa lampiran tanggapan sebelumnya, jadi agak repot untuk menghapus lampiran dan menulis balasan. Intense Debate cukup menulis balasan dan diakhiri dengan “!END” yang menandakan balasan berakhir di situ.
  • Jika ingin melihat tampilan via seluler, Intense Debate memberikan kesan yang lebih ramah (jika seandainya Anda membalas komentar via peramban seluler) daripada Disqus. Tidak ada munculan kotak yang sering kali tidak aksesibel pada peramban ponsel.

Karena saya menggunakan “ngeblog lewat ponsel” ini, maka saya jarang sekali melihat langsung blog via peramban komputer. Saya hanya menulis dan terkadang membalas komentar. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk ngeblog tanpa mesti berhadapan dengan layar komputer terlalu lama.

Lepaskan idemu, tuangkan ke dalam jejakmu, biarkan angin membawanya untuk kemudian terlupakan.”

Artikel Baru Terbit

  • Kaki Gajah yang Tak Sekadar Bengkak: Mengurai Filariasis Limfatik dari Cacing hingga Perawatan Diri
    Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
  • Debu, Bor, dan Bangsal Pasien: Mengelola Risiko Infeksi Selama Konstruksi Rumah Sakit
    Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
  • Kenapa Pindah ke Linux Terasa Sulit di Awal? (dan Siapa yang Justru Cepat Beradaptasi)
    Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
  • Ketika Amarah Pasien Berubah Jadi Ruang Belajar: Menata Keluhan sebagai Bagian dari Mutu Layanan Kesehatan
    Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
  • Apakah Rumah Sakit Wajib Melakukan Penetration Test? Menelusuri Dasar Hukumnya
    Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

9 tanggapan

  1. Avatar Wawan

    Waw info bagus nie.

  2. Avatar rismaka
    rismaka

    Saya belum pernah menggunakan blogspot untuk “mobile blogging”, karena lebih susah kustomisasi templatenya daripada di posterous ataupun wordpress.

    Yah, mungkin karena saya sangat memperhatikan ke-validan kode HTML saat menulis ya mas, jadi blogspot bukan pilihan utama saya untuk blog.

    Saya lihat ada perubahan mendasar di ejaan tulisan di atas. Lebih liberal, beda dari yang biasanya yang selalu mengikuti kaidah EYD. Telepon menjadi ponsel, melalui menjadi via, dll.

    Dan saya kurang paham maksud kalimat pertama di paragraf kedua terakhir:

    Karena saya menggunakan “ngeblog lewat ponsel” ini, maka saya jarang sekali melihat langsung blog via peramban komputer.

    Maksudnya saya menggunakan “ngeblog lewat ponsel” itu apa ya mas?

    1. Avatar Cahya

      He he…, kalau memperhatikan kaidah, mungkin seni grafiti tidak akan lahir ya :). Ah, saya sudah lama tidak melihat kiri-kanan lagi soal validitas, mungkin kapan-kapan saja, asal bisa tampil bagus di Opera sudah cukup sementara ini :D.

      Oh masalah itu, kemarin lagi uring-uringan, standardisasi bahasa sedang kacau. Coba Mas Ris bayangkan, padanan kata “blogging” dari bahasa Inggris itu apa? Apakah “menulis blog”, lha, kalau kemudian itu sebenarnya “photoblog”? Apa “mem-blog” atau “berblog”, duh, lidah bisa kesleo mengejanya 😆 – makanya daripada ide saya tertahan oleh uring-uringan ini, saya menulis saja dengan membabat sedikit EYD (banyak sih sebenarnya).

  3. Avatar Andhy
    Andhy

    Saya masih cukup nyaman dengan wordpress for blackberry. meski kadang-kadang timeout kalau pas jaringan blackberry lemot.

    1. Avatar Cahya

      Mas Andhy, sayangnya saya tidak punya BB :D. Adanya cuma symbian.

  4. Avatar andreanisme
    andreanisme

    hihi… kapan hari saya juga sudah setting blogspot untuk mobile blogging, bli. Menggunakan metode posting yang sama, yaitu dengan fasilitas email yang tersedia di ponsel Nokia E71.

    Nama domainnya juga saya custom di http://blog.andre.web.id.

    Cukup cepat aksesnya jika dibandingkan dengan Posterous dengan catatan sama-sama di sub domain.

    1. Avatar Cahya

      Wah, ini dia ahlinya photoblogging :).,

  5. Avatar Joko Sutarto

    Saya belum pernah satu kali pun coba fitur ngeblog lewat ponsel. Alasannya, ya karena faktor kebiasaan juga. Karena biasanya saya nulis di blog selalu diawali dari nulis dulu pakai word prosesor di komputer kemudian menyalinnya ke dashboard secara online baru dipublish. Kadang-kadang, bukan kadang-kadang, sih tapi sering malah sebelum publish perlu cari gambar dulu. Dan ini agak susah kalau hanya lewat ponsel.

    Hem, tapi boleh juga sesekali dicoba. Terutama kalau pas ada ide tiba-tiba muncul dan kitanya lagi mobile.

    1. Avatar Cahya

      Saya sudah tidak menulis di Word atau sejenisnya Pak, karena nanti malas menyunting jika inline CSS yang dimasukkan secara default oleh aplikasi tersebut,

      Kalau terpaksa menyunting luring, saya akan menggunakan text editor biasa (ala notepad).

      Ya, ngeblog via ponsel sih tidak disarankan untuk membuat tulisan yang berisi tinjauan atau panduan yang diperkaya dengan multimedia :). Tapi kalau buat sekadar cuap-cuap, ya okelah :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca