A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa narablog menerapkan optimalisasi mesin telusur (SEO) untuk mempermudah blognya terindeks di pelbagai mesin telusur seperti Google, Yahoo, ataupun Bing. Bhyllabus tidak menerapkan ‘aliran’ SEO, bukan karena tidak mau – tapi memang saya tidak tahu cara melakukannya :).

Namun setahu saya, pasca tulisan di blog ini dipublikasikan, maka dalam kurun waktu 30 menit sudah dapat terindeks di mesin pencari Google (tapi kurang tahu untuk mesin pencari lainnya). Jadi sebenarnya saya rasa tidak perlu terlalu direpotkan dengan masalah pengindeksan blog di mesin telusur, karena pekerjaan itu sudah dilakukan oleh mesin telusur dengan baik.

Namun karena saya biasanya menelusuri berkas-berkas lama di blog ini dengan memanfaatkan mesin telusur Google, maka saya juga wajib memastikan bahwa indeks-nya sudah cukup lengkap sedemikian hingga saya tidak kesulitan memanggil beberapa tulisan dengan kata kunci sederhana.

Ada dua konsep – menurut apa yang bisa saya tangkap – untuk dijadikan metode mempermudah mesin pencari mengindeks berkas blog kita. Walau sebenarnya keduanya sama saja menurut saya.

Pertama adalah menggunakan ‘ping service’, pemilik blog WordPress dapat menemukan ini melalui halaman wp-admin/options-writing.php yang berisi daftar update service. Misalnya blog ini menggunakan beberapa layanan pembaruan yang masuk dalam daftar, antara lain:

http://rpc.pingomatic.com/
http://ping.amagle.com/
http://ping.bitacoras.com
http://ping.blo.gs/
http://ping.bloggers.jp/rpc/
http://ping.blogmura.jp/rpc/
http://ping.cocolog-nifty.com/xmlrpc
http://ping.exblog.jp/xmlrpc
http://ping.feedburner.com
http://ping.myblog.jp
http://ping.rootblog.com/rpc.php
http://ping.syndic8.com/xmlrpc.php
http://ping.weblogs.se/
http://pingoat.com/goat/RPC2
http://www.popdex.com/addsite.php
http://rcs.datashed.net/RPC2/
http://rpc.blogbuzzmachine.com/RPC2
http://rpc.blogrolling.com/pinger/
http://rpc.icerocket.com:10080/
http://rpc.weblogs.com/RPC2
http://www.snipsnap.org/RPC2
http://trackback.bakeinu.jp/bakeping.php
http://topicexchange.com/RPC2
http://www.weblogues.com/RPC/
http://xmlrpc.blogg.de/
http://1470.net/api/ping
http://xping.pubsub.com/ping/
http://rpc.pingomatic.com/
http://blogcast.simplaris.com/ping/592b62a52cbfcf6dc43f7e4b998b6393/
http://rpc.technorati.com/rpc/ping
http://ping.feedcat.net/175589-301352-100103

Tentu saja daftar layanan ini tidak baku, tergantung layanan pihak ketiga yang Anda gunakan – dan mungkin kebanyakan daftar di atas tidak tersedia lagi untuk blog ini. Sementara jika tidak perlu terlalu banyak, maka gunakan beberapa saja, Manvahana misalnya – hanya menggunakan dua layanan standar, yaitu:

http://rpc.pingomatic.com/
http://rpc.odiogo.com/ping/

Karena hanya memang kedua layanan itu yang digunakan oleh blog tersebut. Selain dari mesin blog terkait (WordPress, Blogspot dan lain sebagainya) ‘ping service’ juga bisa diatur oleh layanan pihak ketiga, semisal Feedburner, atau jejaring sosial seperti Plurk dan Twitter.

Cara yang lain yang tidak jauh berbeda dengan ‘ping service’ adalah menggunakan layanan webmaster di masing-masing mesin telusur. Beberapa layanan webmaster memberikan pilihan untuk mengajukan halaman peta situs atau arsip situs ke dalam penyetelan yang sepertinya akan memberikan prioritas pada mesin crawl untuk melakukan pembaruan indeks berkala pada halaman tersebut.

Saya rasa ini sudah lebih dari cukup untuk membuat indeks blog pada mesin telusur. Sisanya, ya seperti apa yang narablog kerjakan – yaitu menulis konten bermutu (ah, tentunya tidak bisa disamakan masing-masing selera tiap narablog tentang konten bermutu).

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

16 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Bli Dani,

    Kan katanya :p

  2. Avatar dani

    Cahya,

    Katanya mesin pencari, bukan mesin telusur!?

  3. Avatar Cahya

    Mas Agung,

    Kalau saya paham mungkin ceritanya akan berbeda :).

    Jadi ya, blog ini juga tampil seadanya.

  4. Avatar agung

    Saya ndak begitu paham tentang SEO, tapi sekarang lebih suka berkomentar dan menulis seadanya saja :).

  5. Avatar Cahya

    Mas Asop,

    Lha, yang di WordPress.com juga setelannya sama :).

  6. Avatar Asop

    Nanti kalo saya udah punya blog hosting sendiri bakal seperti ini ya… 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca