A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Banyak narablog (blogger) yang berjingkrak pasca berhasil menerapkan teknik SEO (optimisasi mesin telusur) pada blognya, dan mendatangkan banyak penelusuran dari mesin pencari – dan yang paling populer adalah Google. Beberapa narablog ataupun webmaster tampaknya memang memerlukan nilai lalu lintas yang tinggi dari mesin pencari.

Saya sendiri sebenarnya tidak begitu menyukai lalu lintas data yang tinggi pada blog saya. Jika blog berkembang dengan wajar dan memiliki kesinambungan pengelolaan yang baik, memang mendapatkan 1.000 kunjungan awal akan lebih sulit daripada mendapatkan 10.000 kedua. Saya rasa itu wajar-wajar saja, jika Anda memiliki 10 tulisan dan seharinya ada 2 tulisan yang membaca dari rujukan mesin pencari, itu sudah bagus.

Yang tidak saya sukai adalah ketika SEO justru tidak memberikan nilai yang tepat. Misalnya ketika Anda mencari artikel “A”, namun oleh mesin telusur diarahkan ke artikel “B” yang kebetulan menjebak dengan kata kunci yang tepat (baik dengan sengaja maupun tidak), maka saya rasa itu sebuah kegagalan dari sistem mesin telusur.

Jika terjadi karena sengaja, maka bisa dikatakan itu adalah kejahatan kemanusiaan – karena seseorang telah sengaja merencanakan merampas hak orang lain untuk mendapatkan informasi yang tepat. Penganut black hat SEO mungkin adalah beberapa di antara penjahat kemanusiaan ini. Dan ketika algoritma baru dari mesin telusur mementalkan mereka, saya rasa itu sudah sewajarnya.

Permasalahannya adalah, ketika tidak sengaja – namun mesin telusur tetap mengarahkan pada artikel B. Maka saya rasa itu murni kesalahan mesin telusur. Saya berkali-kali menemukan bahwa ada orang yang tersesat ke blog saya dengan kata kunci yang sebenarnya tidak akan pernah ditemukan pada konten blog saya. Dan Google gemar sekali mengirimkan orang ke alamat yang salah, baik dari era pra-Panda hingga pasca-Penguin saat ini.

Beberapa bulan ini, saya mengikuti tulisan webmaster di Bing, beberapa coba saya terapkan – meski sebenarnya saya sudah menerapkan sejumlah besar secara otomatis sejak dulu. Dan dalam dua bulan terakhir, rujukan tepat diarahkan oleh mesin telusur seperti Yahoo dan Bing ke blog ini – saya rasa itu sangat baik. Saya tidak ingin orang datang ke blog ini dan tidak menemukan apa yang dicarinya.

Bahkan kini pemberi lalu lintas data tepat cari yang terbesar berturut-turut adalah Bing dan Yahoo, meskipun Google masih memberikan 50-60% lalu lintas rujukan total yang masuk ke blog ini. Bagi saya ini menguntungkan, karena saya tidak perlu menjawab banyak pertanyaan yang salah sasaran, dan bagi pengunjung akan bagus – terutama yang menggunakan Bing dan Yahoo, setidaknya mereka menemukan artikel yang tepat.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

7 tanggapan

  1. Avatar imadewira
    imadewira

    Sebagai user, saya belum pernah nyoba searching di SE selain Google. Mungkin sesekali perlu di coba untuk melihat apakah SE yang lain bisa memberikan hasil pencarian yang lebih memuaskan.

    1. Avatar Cahya

      Masing-masing mesin telusur memiliki mekanisme perujukan sendiri, jadi ya trik-nya tetap beda Bli.

  2. Avatar Antyo
    Antyo

    Aneka eksperimen “topi hitam” itu memang mengesalkan kita sebagai pencafri informasi. Lebih mengesalkan lagi kalau tulisan kita dikopas oleh pemain topi hitam.

    Mesin pencari akhirnya juga kebingungan di tengah belantara teks. Kalau saya lihat beberapa kata pencarian di blog saya, kadang isinya bukanklah sajian utama blog saya. 😀

    Dulu banget, pada awal blog, saya nggak ngerti SEO dan SEO memang belum marak. Maka untuk lucu-lucuan saya menaruh kata apa saja di meta name (bukan di WP), siapa tahu ada yang baca. Setelah itu ada yang memberitahu bahwa yang saya maksudkan lucu-lucuan itu terbaca oleh mesin pencari. 😀

  3. Avatar ladeva
    ladeva

    Aku masih pake Google 🙂
    Hahah..jadi inget, dulu ada yang masuk blogku dengan kata kunci: bakpia.
    Gara-gara kamu itu mah, bukan salahnya Google 😛

    1. Avatar Cahya

      Lho, kok salahku sih? 😀 #kabur.

  4. Avatar Applausr
    Applausr

    betul sekali sih.. saya sampai hari ini masih belum benar benar mudeng saya SEO SEO itu.. tau secara garis besar, tapi impactnya seperti apa juga tidak terlalu jelas.. nanti deh.. sekarang lagi konsetrasi nulis aja…

    1. Avatar Cahya

      Itu kan karena saya memang ada “keusilan” di sisi itu. Jika kepentingannya hanya menuangkan ide dan pikiran, maka hanya menulis adalah pilihan yang paling bijak :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca