A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Osteopenia adalah sebuah terminologi yang digunakan untuk menggambarkan kepadatan (densitas) tulang yang sedemikian hingga bisa dikatakan kurang pada dari pada tulang normal namun tidak terlalu rendah nilainya untuk didiagnosis sebagai osteoporosis. Tentu saja Anda mungkin sudah tahu bahwa osteoporosis adalah sebuah kondisi di mana kepadatan tulang menjadi rendah dan akibatnya tulang menjadi rapuh sehingga mereka rentan terhadap fraktur (patah, retak, dan sebagainya) dengan mudahnya. Seseorang dengan osteopenia memiliki risiko berkembang menjadi osteoporosis, dan sebaiknya melakukan tindakan untuk memperkuat kembali tulang.

Bagaimana osteopenia timbul?

Umumnya pada usia 30 tahun, tulang akan mencapai titik kepadatannya yang paling tinggi, artinya itu saat di mana umumnya tulang akan jadi paling keras yang pernah ia capai. Setelah itu, tulang akan menipis kembali bersama dengan berjalannya usia. Wanita lebih cenderung mengalami osteopenia dibandingkan laki-laki, karena tulang mereka pada mulanya memang tidak sepadat tulang laki-laki. Perubahan hormonal pada masa monopause mempercepat laju penipisan tulang.

Bergantung pada pengukuran densitas tulang dan faktor lainnya – seperti adanya riwayat fraktur, kesehatan yang buruk, dan kurang bergerak – wanita dengan osteopenia memiliki risiko yang sama untuk patah tulang sebagaimana wanita dengan osteoporosis. Wanita yang memiliki risiko fraktur tulang memerlukan terapi untuk membantu memperlambat laju kehilangan kepadatan tulang atau membantu pembentukan tulang yang baru.

Kebiasaan hidup sehat dan terapi untuk osteopenia berikut bisa membantu memperkuat tulang dan mengurangi risiko fraktur tulang.

Gaya hidup sehat

Pengobatan yang terbaik untuk osteopenia adalah gaya hidup sehat yang selayaknya diadopsi oleh setiap orang. Jika Anda memiliki tulang yang kuat, gaya hidup sehat dapat membantu tulang-tulang anda tetap kuat. Jika Anda sudah mengalami osteopenia, maka gaya hidup ini bisa membantu menurunkan risiko berkembang menjadi osteoporosis.

Olahraga. Seperti halnya otot, maka tulang juga bertambah kuat jika berolahraga. Latihan yang paling bagus untuk tulang adalah adalah latihan dengan tambahan beban yang membuat tubuh anda bekerja melawan gravitasi. Tipe kegiatan seperti ini meliputi berjalan, menaiki tangga, menari, dan saat berolahraga untuk menurutkan berat badan.

Diet. Untuk tulang yang kuat, Anda memerlukan diet yang kaya kalsium dan vitamin D. Makanan kaya kalsium meliputi:

  • Produk olahan sapi, seperti keju, es krim, susu rendah lemak, dan yogurt.
  • Sayuran hijau, seperti brokoli dan collard greens.
  • Ikan sarden (sardines) dan salmon, atau ikan laut lain dengan tulangnya.
  • Tahu

Tubuh anda membuat sendiri vitamin D ketika kulit anda terpapar sinar matahari. Jika Anda cukup terpapar sinar matahari pagi, Anda mungkin mendapatkan vitamin D yang cukup banyak untuk keperluan anda. Namun jika Anda kekurangan vitamin D, maka beberapa sumber vitamin D tersedia secara alami dalam makanan. Sedangkan produk kacang-kacangan dan susu biasanya diperkaya dengan vitamin D. Beberapa di antaranya adalah:

  • Ikan, termasuk tuna, salmon dan ikan kembung.
  • Minyak hati ikan.
  • Hati sapi.
  • Keju.
  • Kuning telur.

Rokok & minuman beralkohol. Jika Anda perokok, maka sangat penting untung berhenti. Penelitian-penelitian telah menunjukkan hubungan langsung antara merokok dan penurunan densitas tulang. Berhenti merokok dapat membantu membatasi kehilangan tulang karena merokok.

Jika Anda seorang peminum, coba kurangi (tidak lebih dari satu gelas kecil untuk per hari untuk perempuan, dan dua gelas kecil untuk laki-laki). Terlalu banyak alkohol dapat mengganggu keseimbangan kalsium dalam tubuh dan mempengaruhi produksi hormon dan vitamin yang berperang penting dalam menjaga kesehatan tulang. Juga bisa meningkatkan risiko terjatuh, yang bisa menyebabkan Anda patah tulang.

Kurangi garam & kafein. Baik kafein maupun garam dapat menjadi faktor hilangnya kalsium dan kepadatan tulang. Guna meningkatkan kesehatan tulang, coba beralih ke minuman bebas kafein. Untuk garam, jangan lupa periksa label makanan dari kandungan sodium (natrium), hindari jika bisa, dan kurangi pemakaian garam pada masakan sehari-hari.

Obat-obatan

Obat-obatan untuk oseteopenia hanya diberikan pada kondisi tertentu, semisal pada penderita osteopenia yang sudah mengalami fraktur tulang, di mana dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi risiko berkembang menjadi osteoporosis dan fraktur lebih banyak lagi.

Beberapa jenis obat seperti bisphosphonate, calcitonin, hingga penggunaan terapi hormonal seperti terapi penggantian hormon, dan terapi hormon paratiroid bisa diterapkan. Silakan berkonsultasi pada dokter anda untuk keterangan lebih lengkap dan detil.

Pemeriksaan

Untuk mengetahui ada tidaknya osteopenia bisa dilakukan dengan pemeriksaan bone mineral density (BMD). Berikut saya kutipkan dari artikel “Kenali Osteopenia dan Osteoporosis Segera” oleh litbang depkes.

Jika anda pernah mengikuti tes tulang atau yang disebut juga Bone Mineral Density (BMD), anda tentunya tidak asing lagi dengan T-Score atau nilai T. Nilai T adalah nilai selisih standar BMD seseorang, apakah lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan nilai standard normalnya. Perhitungan BMD ini mengacu kepada standard penilaian yang telah ditetapkan dari World Health Organization (WHO).

Bila dari hasil tes diperoleh nilai T= -1 atau lebih tinggi, artinya adalah BMD anda masih normal. Bila nilai T = -2.5 atau kurang, artinya anda menderita Osteoporosis. Namun bila nilai T anda berada di antara -2.5 sampai -1, artinya anda telah mengalami Osteopenia.

Jika Anda memiliki beberapa faktor risiko atau gaya hidup yang mungkin mengarahkan Anda pada kondisi osteopenia, maka Anda mungkin bisa mempertimbangkan konsultasi ahli untuk pemeriksaan kepadatan tulang.

Tulisan diadaptasi dari “Osteopenia Treatments”.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

12 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    fiya,

    Begitulah, saya sendiri juga merasa kurang menjaga kesehatan tulang selama ini.

    monda,

    Ternyata jadi orang baik di rumah terus juga tidak terlalu baik.

  2. Avatar monda

    jangan rajin ngumpet dalam rumah, sesekali mesti kena sinar matahari ya

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca