Jika orang yang rajin berkunjung ke pelbagai blog mungkin sudah mengenal pelbagai jenis sistem komentar pihak ketiga seperti Disqus & IntenseDebate yang bisa dipasang secara cuma-cuma, dan Echo yang berbayar. Yah, harus diakui Echo masih yang terbaik saat ini. Tapi ternyata ada pendatang baru yang bernama dis.cuss.it, dan saya belum tahu banyak tentang yang satu ini. Jadi saya putuskan untuk mencobanya.
Prinsip utama dis.cuss.it adalah memoderasi tanggapan, dan bisa menggunakan aplikasi yang ditanamkan di PC bersistem operasi Windows, Mac dan Linux. Aplikasi untuk ponsel canggih seperti iPhone, Android dan Windows 7 Phones mungkin akan segera menyusul.
Pada dasarnya, layanan ini menyediakan tiga jenis penawaran, dua berbayar (untuk pengempang & profesional), dan satu gratis untuk tipe dasar. Saya tentu saja akan mengambil yang gratis (tidak perlu ditanya lagi). Keterbatasan yang gratis adalah hanya bisa untuk 1 situs, 1 pengguna dan penggunaan API yang terbatas. But let me try it.
Seperti biasa, pendaftaran awal Anda akan diminta identitas, nama, surel, dan perusahaan (saya berpikir bahwa perusahaan bukanlah sesuatu yang esensial). Kemudian setelah berhasil, kita akan diminta memasukkan nama situs dan nama widget – rupanya bisa memilih apakah akan menggunakannya untuk sistem komentar atau sistem tinjauan produk.
Setelah itu jangan lupa memasang plugin discussit pada blog bermesin WordPress anda. Sinkronisasi akan terjadi dengan sendirinya, dan jika Anda mau, Anda bisa mengunduh panel moderasinya yang berbasis Adobe AIR, seperti menggunakan TweetDeck.
Kini saya menggunakannya untuk blog resmi saya Manvahana, tampilannya cukup bersih dan cukup ringan, namun saya belum mencoba semuanya. Silakan Anda menengok sendiri untuk melihat bagaimana sistem diskusi yang ditawarkan oleh Discussit. Mungkin masih sedikit kasar karena ini adalah sistem yang baru muncul, dan tawarannya fungsinya belum selengkap Disqus dan kawan-kawan, tapi lumayanlah.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
21 tanggapan
Abdul Hakim
nah yang bli cahya pakai disqus lama ya? apa bedanya dengan disqusit?
Saya rasa berbeda dari desain mesin yang digunakan. Seperti perbedaan antara wordpress dan blogspot. Disqus masih lebih unggul dibandingkan dengan penaya yang satu ini. Dan juga Discusit masih memiliki bugs yang agaknya perlu banyak kerja keras untuk memperbaikinya.
Terima kasih Pak. Latarnya saya pakai berkas GIF yang diulang – biar kecil saja. Tapi memang, pola bunga abu-abu itu menghalangi tulisan, bagi yang membaca dengan kecerahan tertentu mungkin akan mengalami kesulitan.
Saya berniat membuat bagian kontennya sedikit memiliki efek opaksitas, sehingga terlihat ditulis di atas kertas kalkir. Tapi setelah konsul Bli Dani, katanya fitur itu adanya di CSS3, yang CSS2 saja belum bisa :D. Yah, biar begitu saja dulu.
Yahh, minta bantuan aja sekalian :D,
Mungkin bisa diakali pada gambarnya sendiri Mas, saya biasa menggunakan firework, tingkat kecerahannya tinggak diturunkan saja.
Ha ha…, tema ini juga masih dalam tahap beta, nanti dilihat dulu bagaimana perkembangannya. Saya sudah membuat latarnya dari dinamis menjadi statis, jadi tidak ikut bergerak saat scrolling jadi tulisan bisa dilihat jelas di bagian latar yang tidak ada gambar dengan kontras serupa teks.
Ya, tampaknya yang punya Discussit ini bisa dibangun sendiri, rasanya saya dulu pernah memasang framwork sejenis pada borang tanggapan asli WordPress, tapi saya lupa.
info bagus nh..kykny sya mw instal di blog wordpress sya
interface yag bagus sama fitur deteksi nama lwat email itu yg sya suka..
btw slama kenal master
Tinggalkan Balasan