Alangkah bodohnya saya karena baru tersadar ketika saat-saat banyak debu & hujan seperti saat ini, saya tidak memiliki saputangan sama sekali (yang terakhir entah di mana). Saya memang jarang menggunakannya, karena itu juga saya enggan membeli satu atau dua. Bayangkan saja kalau tidak pernah dipakai, kemudian saya lupa punya saputangan dan membiarkan di saku sampai berbulan-bulan (lupa ngambil), apa jadinya benda itu.
Karenanya saya lebih suka menggunakan yang lebih praktis, seperti tisu. Tentu saja tisu juga memiliki isu, karena tisu dibuat dari bubur kayu – jika terlalu boros justru tidak baik bagi lingkungan. Untungnya saya hanya membeli tisu setahun sekali, satu pak yang berukuran cukup besar untuk persediaan satu tahun – dan jarang digunakan, hanya jika musim flu mungkin saya menghabiskan banyak tisu.
Tapi ternyata saya baru sadar, saya memiliki tisu-tisu dalam kotak mini, terbungkus dan masih apik. Saya rasa ada yang saya beli lebih dari dua atau tiga tahun lalu dan masih tersimpan, entah kenapa tangan saya tidak tega membukanya walau sedang perlu. Dan entah kenapa tisu-tisu itu bisa berakhir di kamar saya.
Ah, tangan saya pasti kelupaan kalau melihat karakter ini, saya rasa karena itu tanpa sengaja mengingatkan saya pada seseorang, jadinya tanpa sadar benda-benda kecil ini ada di keranjang belanja.
Sekarang saya mesti menghela napas panjang, saya sebaiknya tidak mengambil lagi tisu-tisu ini (walau tanpa sadar), jika tidak maka benda-benda kecil ini akan bertumpuk kamar saya – apalagi saya bukan kolektor, masa memiliki koleksi.
Well, Taz is a good friend of Tion, I believe it is somehow connecting me to the forgotten past.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
26 tanggapan
Agung Pushandaka
Wah, ketemu barang yang penuh kenangan ya? Jangan seperti itu mas, ntar serba salah jadinya. Untung cuma tisu Taz, ntar kalau alat-alat tulis seperti pulpen, pensil, dsb., ternyata juga mengingatkan anda akan sesuatu yang ndak terlupakan, anda ndak mau beli alat tulis lagi donk.
mas cahya, sory OOT dulu. gambar backgroundnya membuat saya ga nyaman baca nih mas. Apa body postnya diberi background sendiri yg polos, biar saya enak baca tulisannya..hehe, cuma saran sih 🙂
Hmm, saya menangkap ada sesuatu yg mengharukan di sini.
Hope the past make its own story, so we can walk the present with joy through our destiny…
Terima kasih untuk masukkannya, sebenarnya saya juga berpikir begitu untuk bagian latar tulisan, saya bukan ingin mengganti latar – karena jadinya malah tidak seimbang nanti. Tapi saya ingin menambah lapisan kecil yang membuat latar bagian tulisan lebih opak daripada sisi-sisinya.
Tapi untuk itu saya mesti menunggu sesepuh blog – Bli Dani – biar balik ke Jogja, minta tentiran khusus nanti.
Ah, untuk tulisan ini, masa sih ada yang mengharukan. Hmm…, suatu hari, masa lalu akan lepas dengan sendirinya – jika memang sudah waktunya, tidak perlu dipaksa, toh itu adalah bagian dari diri saya sendiri.
Wah, siapa ya, saya bingung yang mana yang mengingatkan saya untuk itu, he he… (lha kok yang mana sih).
Julie, perasaan semua tisu setahu saya ditarik-tarik deh, saya biasanya menaruh di kotak tisu, kan ditarik juga buat mengeluarkan. Tisu gulung toilet juga ditarik (jadi bingung).
Neng Ocha,
Wah, 60 cm itu lumayan besar lho. He he…, tapi jangan dipeluk tiap malam lho, sekali-sekali mesti menginap di tempat pencucian boneka, jika tidak… ih…, kotor :D.
Hehe..ada-ada saja. Tapi kok bisa ya tisu yang udah dibeli beberapa tahun lalu masih tersimpan dengan baik? Kalau saya ga pernah menyimpan barang yang sudah dibeli bertahun-tahun dengan baik, apalagi tisu. hehe..
Tinggalkan Balasan