A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Alangkah bodohnya saya karena baru tersadar ketika saat-saat banyak debu & hujan seperti saat ini, saya tidak memiliki saputangan sama sekali (yang terakhir entah di mana). Saya memang jarang menggunakannya, karena itu juga saya enggan membeli satu atau dua. Bayangkan saja kalau tidak pernah dipakai, kemudian saya lupa punya saputangan dan membiarkan di saku sampai berbulan-bulan (lupa ngambil), apa jadinya benda itu.

Karenanya saya lebih suka menggunakan yang lebih praktis, seperti tisu. Tentu saja tisu juga memiliki isu, karena tisu dibuat dari bubur kayu – jika terlalu boros justru tidak baik bagi lingkungan. Untungnya saya hanya membeli tisu setahun sekali, satu pak yang berukuran cukup besar untuk persediaan satu tahun – dan jarang digunakan, hanya jika musim flu mungkin saya menghabiskan banyak tisu.

Tapi ternyata saya baru sadar, saya memiliki tisu-tisu dalam kotak mini, terbungkus dan masih apik. Saya rasa ada yang saya beli lebih dari dua atau tiga tahun lalu dan masih tersimpan, entah kenapa tangan saya tidak tega membukanya walau sedang perlu. Dan entah kenapa tisu-tisu itu bisa berakhir di kamar saya.

Ah, tangan saya pasti kelupaan kalau melihat karakter ini, saya rasa karena itu tanpa sengaja mengingatkan saya pada seseorang, jadinya tanpa sadar benda-benda kecil ini ada di keranjang belanja.

Sekarang saya mesti menghela napas panjang, saya sebaiknya tidak mengambil lagi tisu-tisu ini (walau tanpa sadar), jika tidak maka benda-benda kecil ini akan bertumpuk kamar saya – apalagi saya bukan kolektor, masa memiliki koleksi.

Well, Taz is a good friend of Tion, I believe it is somehow connecting me to the forgotten past.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

26 tanggapan

  1. Avatar tary-ssi
    tary-ssi

    heheheh…. saya malah gak pernah beli tisu, aneh…. gak kyk perempuan2 kebanyakan saya malah nyimpen handuk kecil didalem tas.

  2. Avatar iiN greeN
    iiN greeN

    kembali ke sapu tangan aja gmn?.. 🙂
    -sama ya, saya juga suka bawa tissue kemana-mana tapi jarang dipakai kalau pergi-pergi.. Tapi kalau di rumah, semua tissue-tissue habisnya pasti kebanyakan sama saya.. 😀

    1. Avatar Cahya

      Iin,

      Nah, itu dia, saya tidak punya saputangan :).

  3. Avatar PeGe

    Wah kalau begitu sih masih bagus, Bli.. Coba kalau nemuinnya udah dalam keadaan bekas pakai.. Pasti males banget deh 😛

  4. Avatar aldy
    aldy

    Seft test, warna hijau pada saat disabled image kayaknya kurang baik mas, menyesuaikan dengan latar gambar, mungkin ada baiknya dibuat <code>background:#F6F6F6</code>, atau sejenisnya. FMIIW

    1. Avatar Cahya

      Pak Aldy,

      Terima kasih Pak, saya kelupaan masalah itu, saya sudah jadikan <code>F4F5F5</code>, saya harap bisa membantu kenyamanan bagi yang membaca dengan disable images (seperti saya, he he).

  5. Avatar Ganda
    Ganda

    Kirain di beliin "seseorang" bli. 😀

    1. Avatar Cahya

      Mas Ganda,
      Wah enak banget kalau bisa begitu, he he… :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca