Kemarin ibu membawa beberapa tangkai bunga yang (mungkin) dipetiknya dari dekat kali kecil di depan rumah. Warnanya merah unik, sehingga saya hampir mengiranya berasa dari keluarga bunga lili air (lotus), tapi kalau saya lihat tangkainya, rasanya sih bukan.
Beberapa tangkai diletakkannya di beberapa vas bunga di dalam rumah. Bentuknya sangat menarik, hanya sayang saya tidak tahu namanya. Mungkin ada yang bisa memberi tahu saya apa namanya (melirik para ahli taksonomi).
Lihatlah gambar bunga itu di atas, cantik bukan? Untuk menghias vas bunga di rumah sangatlah bagus dipandang, aromanya juga harum.
Tadi pagi saya cukup kaget melihat sambal yang tidak biasa, seharusnya saya tahu jika hanya ada sereh, bawang (merah & putih), cabai, dan beberapa rempah yang dibuat tanpa dimasak, artinya bahan mentah. Tapi saya melihat adanya dominasi irisan berwarna kemerahan yang tidak biasa.
Hmm…, rupanya berasal dari bunga tadi, menambah aroma dan rasa unik ke dalam menu pagi. Dengan nasi beras merah, sayuran yang dipetik dari halaman rumah, serta irisan daging ayam goreng…, nyam…, nyam…, membuat saya tergoda untuk masuk dapur lagi.
Apakah bulan Desember akan menjadi bulan latihan memasak?
Pneumonia aspirasi terjadi saat isi mulut atau lambung salah jalan ke saluran napas. Kenali kelompok berisiko, cara membedakannya dari pneumonitis, prinsip pengobatan terkini, dan langkah pencegahan sederhana di rumah.
Artikel ini membahas pentingnya Infection Control Risk Assessment (ICRA) dalam pengelolaan risiko infeksi di rumah sakit, melampaui hanya penilaian risiko sebelum renovasi. ICRA mencakup penilaian risiko infeksi dalam pelayanan klinis rutin, dan mengingatkan perlunya sinergi antara Komite PPI dan Komite Mutu untuk memastikan keselamatan pasien melalui integrasi data risiko yang efektif.
Di Athenaeum, selepas tengah malam, sebuah risalah yang disalin diam-diam menjelaskan mengapa Synod pernah membakar tiga puluh tiga rumah. Di halaman paling belakang sebuah buku saku, sebaris catatan tepi membuat Kaelen mengenali tulisan yang sudah lama ia hindari.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
hehe..mrtuanya wis g'kliatan kali mas..lah merem melek keenakan gt kok. 2 rb? br tau kl di kota smahal itu. bs jd side job tuh mas, nanam sdiri, metik sdiri, jual sdiri…untung gde mesti hihi. tp jgnlah mas g cucok deh, masa ada pak dokter spesialis combrang? xixixi..sst..bcanda loh ya.
di tanah klahiranku disebut bunga unji mas. bs disambel keprek dg dibakar dulu trs dikeprek2 di atas ulekan bsama sambel ma terasinya, rasane aseli top markotop. ato dioseng2 lombok ijo campur kikil plus pare wuiih..mertua lewat g'bakal digubris deh hihihi
Mey,
Namanya kalau dalam bahasa Indonesia memang Kecombrang deh, di tempat saya namanya bunga bongkot. Ha ha…, mbok mertuanya ditawari, kan biasanya ndak setiap hari ada. Kalau di kota sudah susah mencari, di pasaran tempat saya saja satu tangkai bunga bisa seharga dua ribu rupiah, dan itupun tidak selalu ada, kecuali metik sendiri memang :).
Tinggalkan Balasan