A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Avast telah merilis versi 6.0 beta untuk antivirus (windows), saya sempat mengintipnya sedikit pada forum avast (per 3 Februari 2010). Padahal rasanya baru setahun yang lalu forum dipenuhi dengan euforia menyambut avast 5.0, sekarang sudah dipenuhi lagi.

Dari segi antarmuka grafis, sepertinya masih menggunakan kerangka seperti versi 5.0, namun dengan beberapa penyesuaian. Tentu saja hal ini disebabkan oleh penambahan beberapa fitur baru ke dalam versi terbaru ini. Sementara ini versi beta baru dirilis via forum pengguna avast!, namun akan dirilis untuk publik rencananya pada pertengahan Februari 2010. Dan ini berarti Anda bisa memberikan tinjauan (review) tentang avast 6.0 beta pada akhir Februari jika sudah mencicipinya.

Namun belum ada kepastian kapan rilis versi stabilnya dikeluarkan. Mungkin ini mengingat rilis stabil versi 5.0 yang dulu sampai tertunda selama berbulan-bulan, karena avast mesti melakukan banyak perombakan pada pelbagai bugs yang ditemukan.

Gambar di atas adalah salah satu pratampil antar muka untuk fitur baru yaitu autosandbox, jika avast menemukan berkas yang mencurigakan sedang dieksekusi, maka secara otomatis akan menjalankannya via sandbox. Klik gambar di atas untuk melihat pratampil lainnya.

Apa yang baru dari avast 6.0 beta ini? Berikut adalah kutipan dari forum yang saya baca:

The beta has now been updated to build 6.0.945.

How to get it

Silakan baca forum avast yang ditautkan di paragraf awal.

How to install it
Just run the setup executable (links above). This version needs to be installed from scratch, i.e. updating from a previous version of avast won’t work. This will be fixed relatively soon – however, for now, the only option is to really uninstall the version you’re using (if any), reboot, and install this beta.

The only exception is if are already running a previous build of avast 6, you can use the built-in program updater then.

What’s new

Main changes/improvements:

  • AutoSandbox – suspicious programs will be optionally run sandboxed
  • avast! WebRep – browser plugin for website reputation rating; a combination of data from our virus lab and community voting
  • Script Shield now even in the Free AV
  • Site Blocking now even in the Free AV
  • SafeZone – a special virtualized area for sensitive transactions (e.g. secure online banking) (paid products only)
  • Restore factory settings command (Settings -> Troubleshooting)
  • Automatic actions in the boot-time scan
  • New compression method in the installer makes the setup packages about 20% smaller.
  • Script Shield now functional even with IE8/IE9 Protected Mode
  • Sidebar gadget
  • Improved stability/compatibility of the Behavior Shield
  • Improvements in the avast! sandbox

Known issues

  • Help files not updated yet
  • Localizations incomplete yet
  • SafeZone not yet accessible (Pro AV / IS only)
  • WebRep only available for IE and Firefox (Chrome is coming soon)
  • Firewall: per-application packet rules not yet accessible
  • Firewall: uTorrent conflict not yet resolved

And new in v6.0.945

  • fixed a bug in the AutoSandbox decision logic
  • improved installation of the Firefox WebRep plugin
  • fixed the transient cache in File System Shield
  • improved installation of the VC redistributable packages
  • some improvements in the Sidebar gadget (cosmetic issues still to be solved)
  • fixed a bug in the Autosandbox/FS Shield settings
  • more stability improvements in the sandbox and behavior shield

Ya, karena masih dalam tahapan beta, tentunya masih ada banyak bugs, namun jika ingin mencobanya dipersilakan. Dan sampaikan pada forum jika ada masalah yang ditemukan. Setidaknya ada prospek yang bagus, karena banyak fitur yang dulunya hanya ada pada versi berbayar kini ada pada versi gratisnya.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

7 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Amri,
    Saya tidak suka pakai AV ganda atau lebih, karena potensi menimbulkan latensi DPC pada sistem operasi :).

  2. Avatar Cahya

    Amri Karisma,
    Sebenarnya tidak ada istilah AV lokal kok, kalau begitu kan avast bisa dibilang AV lokal dari Praha/Ceko dong, sama seperti Smadav dari Indonesia.

    Itulah kenapa saya sebenarnya agak ringkih jika mendengar istilah AV khusus lokal, karena pasar & jaringan sekarang kan bersifat global, virus komputer bisa menyerang darimana saja, termasuk jaringan P2P, email, Internet Messenger dan lain sebagainya. Itu berarti orang perlu proteksi global.

    Kecuali kalau komputer yang tidak terhubung Internet, ya ndak apa-apalah dengan sistem lokal ini. Tapi bagi yang terhubung dengan dunia maya, maka cukup satu proteksi yang kuat dan bersifat global.

  3. Avatar Majalah Masjid Kita
    Majalah Masjid Kita

    maksudnya versi beta itu seperti apa sih mas… penjelasan mudeahnya?!?!

    1. Avatar Cahya

      Versi beta berarti sebuah program masih dalam tahap pengembangan, belum dilepas ke pasar sebagai versi penuh/stabil, beberapa fitur masih dalam penyempurnaan atau masih ada isu-isu bermasalah dengan program lainnya.
      Tapi bagi para pengembang, versi ini bisa dicoba untuk menemukan masalah-masalah yang ada, yang disebut bug, dan mengirim laporan bug pada pengembang utama untuk diatasi.

  4. Avatar Bambang HS
    Bambang HS

    Kalao saya pake anti virus lokal … 🙂

    Salam sukses

  5. Avatar Indobrad

    wah, bagusan mana sama Smadav ya? Saya pake Smadav nih

    1. Avatar Cahya

      Indobrad,
      Saya tidak tahu, soalnya Smadav tidak pernah masuk untuk uji analisis di av-comparatives :). Tapi kemampuan AV juga tergantung pada kemampuan pengguna.
      Kalau masalah fitur, sepertinya avast masih lebih kaya fitur, tapi coba saja dibandingkan :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca