Menyambut Bulan Mei, saya berminat mendesain ulang blog ini. Bukan karena alasan khusus, namun karena tema sebelumnya mengalami sedikit masalah saat upgrade. Mungkin ada yang memerhatikan bahwa beberapa hari belakangan ini, tema yang digunakan di blog ini berubah-ubah, saya hanya sedang mencari yang pas untuk situs ini. Baik pas dari sisi aksesibilitas, pas dari sisi keterbacaan dan tentunya yang paling penting, pas menurut selera pemiliknya.
Kali ini saya memilih Scherzo, sebuah tema lawas yang masih lumayan untuk digunakan. Tema ini memiliki peta dasar cerah dengan warna putih. Saya hanya menambahkan gambar header yang saya ambil dari “Pucuk Kesunyian“, dan jika Anda melihat pola latar belakang di blog ini, saya meminjamnya dari “Background Labs” yang menawarkan banyak gambar latar yang elegan.
Tampilan Bhyllabus dengan tema Scherzo dan latar Floral no. 52
Tema ini juga memiliki kemampuan menyesuaikan ukuran jendela peramban yang dibuka, apakah dibuka penuh ataukah diciutkan. Selain itu juga banyak ruang putih yang tersedia, jika ingin memperbesar ukuran teks-pun rasanya akan cukup hingga 2-3 kali lebih besar tanpa mengganggu desain yang digunakan.
Sementara saya rasa sudah cukup, silakan informasikan pada saya jika ada kesulitan akses atau keterbacaan pada situs ini.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
10 tanggapan
iskandaria
Untuk keterbacaan konten pada tema ini sudah nyaman bagi saya. Cuma sedikit saran saja pada tampilan latar di bagian body (yang pakai gambar itu). Kalau dibuat jadi fixed rasanya lebih baik. Artinya, saat halaman digulung, gambar latar tidak ikut tergulung (alias tetap pada posisinya). Hal tersebut bisa meminimalisir distraksi saat pengguna menggulung halaman blog ini.
Caranya, tambahkan saja kode CSS berikut pada file style.css, khususnya di bagian body:
Mas Is, terima kasih buat masukkannya, saya sudah jadikan fixed background, tapi tidak lewat CSS, ada menu sendiri kok untuk mengatur custom background yang dibawa langsung oleh tema ini (inilah enaknya pakai tema jadi) :).
Wah, langsung dipraktekin ternyata 🙂 Bagus deh kalo gak perlu utak-atik CSS lagi. Nah, kalo dibikin <code>fixed</code> kayak sekarang, justru terasa lebih elegan dan tidak mengganggu.
Pak Aldy, kalau membuat tema sendiri memang rasanya sayang untuk diganti-ganti, tapi jika ndak buat sendiri kan bisa dengan tenang sedikit diganti-ganti :D.
Tinggalkan Balasan