A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Hampir setengah tahun belakangan ini saya dibuat heran oleh koneksi CDMA MOBI dari Mobile-8 melalui Modem Pantech PX-500, tepatnya mungkin sekitar aplikasi jaringan EVDO di Yogyakarta. Saya terbiasa dengan jaringan Internet yang berkoneksi lambat, sehingga saya memanfaatkan banyak aplikasi klien untuk berhubungan dengan Internet, salah satunya adalah dengan menggunakan email client seperti Mozilla Thunderbird.

Namun keheranan saya adalah, saya bisa menerima surat elektronik dengan baik via Thunderbird dengan menggunakan akun Yahoo (baik .com maupun .co.id), MSN (Hotmail/Livemail) dan Gmail (GoogleMail). Dalam hal ini berarti jaringan POP3 dalam kondisi baik dan berfungsi. Tapi setengah tahun terakhir, sya tidak bisa mengirim satu-pun surat elektronik melalui Thunderbird dan email client lain seperti Windows Live Mail atau Evolution. Kecuali saya bisa mengirim via Hotmail, akun tidak mengalami masalah.

Ketika saya menggunakan ISP dari Indosat (IM2) atau koneksi Wifi publik (open area hotspot), saya bisa mengirim surat elektronik tanpa masalah. Pada mulanya, fenomena ini membuat saya mengira ada masalah pada jaringan MOBI (mungkin juga pada jaringan Smartfren) yang membuat protokol SMTP bermasalah, sehingga pengiriman surel mengalami kegagalan.

Saya pun tidak mengacuhkan hal itu, karena saya masih bisa mengirim surat elektronik via pushmail di ponsel atau menggunakan jaringan IM2. Hingga terkisahlah pada suatu ketika, yaitu tepatnya hari ini, saya tiba-tiba tersentak karena ada pemikiran yang terlintas di benak saya. Mengapa jaringan MOBI bisa mengirimkan surel via server SMTP pada Hotmail sementara gagal pada Gmail dan Yahoo?

Lalu saya mengintip konfigurasi server SMTP pada akun-akun tersebut. Pertama saya mengintip milik Hotmail, dan berikut adalah konfigurasinya pada Thunderbird.

Tampilan Konfigurasi Protokol Server SMTP milik Hotmail pada Thunderbird

Selanjutnya saya mengintip konfigurasi pada Gmail dan YahooMail, ternyata keduanya memiliki konfigurasi yang serupa, seperti pada tampilan berikut:

Tampilan Konfigurasi Protokol Server SMTP Gmail pada Thunderbird

Sekilas bisa kita lihat bahwa perbedaan esensial terletak pada porta dan pilihan jenis keamanan koneksi yang digunakan. Hotmail memilih menggunakan porta 587 dari koneksi STARTTLS, sedangkan Gmail berada pada porta 465 yang merupakan standar pada koneksi SSL/TLS.

Saya kemudian berpikir, mungkin MOBI tidak bisa mengirimkan sinyal melalui porta 465, karena memang porta 587 dikenal lebih stabil dan dapat diadaptasi oleh lebih banyak jaringan sebagaimana yang pernah saya dengar. Saya pun mencoba mengganti konfigurasi pada server SMTP Gmail seperti yang ada pada Hotmail. Dan, berhasil! setelah saya mencoba mengirim surat elektronik via Thunderbird, Gmail kali ini berfungsi dengan konfigurasi alternatif ini. Hmm…, saya bertanya-tanya, apakah akan berhasil juga untuk Yahoo?

Rupanya masalah saya selama setengah tahun dalam masalah ini hanyalah karena ketidakacuhan saya pada hal-hal kecil yang saya lewatkan begitu saja. Jadi ini juga jadi ralat untuk tulisan saya pada “Antara MOBI dan IM2“, di mana ketika itu saya masih menemukan masalah ini tidak terpecahkan.

Update:

Untuk surat elektronik beralamat di Yahoo.com atau Yahoo.co.id, kini bisa dikirim melalui SMTP pada Smartfren. Menggunakan porta 587, dengan menggunakan jalur tidak terenkripsi (tanpa SSL/TLS ataupun STARTTLS).

SMTP Yahoo Mail
Pratampil setelan SMTP Yahoo Mail pada Thunderbird Email Client

Karena tidak menggunakan jalur aman (connection security: none), maka disarankan untuk menggunakan firewall dan antivirus yang bisa memindai jalur pengiriman ini.

Artikel Baru Terbit

  • Kaki Gajah yang Tak Sekadar Bengkak: Mengurai Filariasis Limfatik dari Cacing hingga Perawatan Diri
    Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
  • Debu, Bor, dan Bangsal Pasien: Mengelola Risiko Infeksi Selama Konstruksi Rumah Sakit
    Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
  • Kenapa Pindah ke Linux Terasa Sulit di Awal? (dan Siapa yang Justru Cepat Beradaptasi)
    Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
  • Ketika Amarah Pasien Berubah Jadi Ruang Belajar: Menata Keluhan sebagai Bagian dari Mutu Layanan Kesehatan
    Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
  • Apakah Rumah Sakit Wajib Melakukan Penetration Test? Menelusuri Dasar Hukumnya
    Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

6 tanggapan

  1. Avatar pandu
    pandu

    thanks, setelah membaca artikel ini masalah saya terselesaikan

  2. Avatar andreas
    andreas

    pak Cahya, saya memiliki account mail Gmail, memakai Windows Live dan koneksi SmartFren. Sudah saya coba smtp: smtp.smart.co.id dengan port SMTP: 587 dan SSL tidak dicentang (uncheck) tapi masih error (error number: 530)

    barangkali ada saran ?

    1. Avatar Cahya

      Andreas, untuk Gmail coba SMTP: smtp.googlemail.com. Sedangkan untuk Live Mail, coba SMTP: smtp.live.com. Gunakan pilihan “normal password” dan tipe keamanan “STARTTLS”.

  3. Avatar leo
    leo

    ane pake email client windows live. koneksi smartfren.

    untuk gmail yg mesti dirubah hanya port nya dari 465 –> 587. langsung bisa send.

    thanks bos.. dah 3 hari nyari2 akhirnya ketemu juga..

    1. Avatar Cahya

      Leo, begitulah, dan tampaknya untuk Yahoo, sistem ini tidak bisa diterapkan. Saya sudah mengajukan pertanyaan pada pihak smartfren untuk hal ini, karena ISP lain tidak ada yang menutup akses pada porta 465. Semoga ada jawaban.

  4. Avatar ndaroini
    ndaroini

    selama ini elum pernah mengalami hal tersebut. jadi ntar kalo ada kejadian serupa tidak terlalu khawatir lagi deh. bisa merujuk artikel ini

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca