Adakah pertanyaan tersebut pernah terlintas dalam benak anda? Tapi saya rasa itu adalah pertanyaan yang memiliki jawaban pasti, semua orang menyukai bunga, baik itu laki-laki maupun perempuan. Jika Anda tidak menyukai bunga, pasti ada sesuatu yang keliru dengan diri anda – ya, setidaknya kemungkinan besar demikian.
Sayangnya, saya tidak pernah mendapatkan setangkai bunga dari seorang perempuan. Ah ya, kecuali ketika Februari 2007. Saat saya terbaring sakit di RS Panti Rapih. Saya mendapatkan setangkai bunga mawar dari seorang suster senior yang sudah lansia, Beliau berkeliling bangsal membagikan bunga mawar (bukan bunga asli, hanya imitasi) kepada pasien dalam rangka peringatan HOSS ke-15. Saya masih ingat Beliau berjalan dibantu dengan tongkat, namun semangatnya tentu sangat jelas tercermin baik dan berkarisma dengan kelembutan seorang perawat.
Nah, saya tidak juga tidak berharap mendapatkan setangkai bunga, karena sejujurnya saya sendiri lebih suka bunga-bunga yang tumbuh bebas di alam. Pun demikian saya sering tidak menahan diri ketika pulang dari Selatan untuk melewati area Barat Gereja Kota Baru untuk melintasi beberapa toko bunga, dan sekadar melirik bunga-bunga yang dijejerkan di sana.
Sore ini ketika berbincang dengan pemilik wisma tempat saya tinggal, saya sempatkan mengambil beberapa gambar bunga-bunga (seperti krisan) yang mungil yang baru berjejer tidak jauh dari gerbang depan. Menyenangkan jika bisa mengambil beberapa gambar bunga-bunga ini.
Edisi #1: usulan MSCI menurunkan status pasar Indonesia membuat IHSG anjlok 14,91% sepekan dan rupiah menembus Rp18.000, di tengah inflasi AS yang memanas dan Brent menyentuh US$110.
Ulin suka menghitung segalanya, termasuk untung dan rugi. Di malam bersalju, tujuh batu penunggu di pinggir jalan mengajarinya sesuatu yang tak bisa dihitung.
Kemenkes mencatat 283 ribu kasus ISPA terkait karhutla, sementara BMKG memetakan asap di 26 provinsi. Apa artinya data ini bagi kesehatan, dan apa yang belum jelas?
Video Gubernur Bali dan petugas SPBU yang kelelahan di tengah krisis BBM mengingatkan kita: dalam kearifan Bali, pemimpin memegang tedung untuk rakyat, bukan berdiri di bawahnya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Kalau ditanya apakah saya menyukai bunga atau tidak, saya bisa jawab "saya menyukai bunga, namun hanya bunga tertentu saja"
Entahlah kalau saya jawab "saya pecinta mawar". Apakah kedengarannya aneh? Karena mawar identik dengan perempuan, sementara baik fisik dan kepribadian saya adalah laki-laki (sejati, kalau boleh dibilang begitu 😆 ).
Sementara bunga-bunga lain yang saya suka adalah: Bunga desa 😳 , bunga bank, bunga citra lestari 😳 😳 , dan bunga-bunga eksotik lainnya 😀
Mas Rismaka, kalau "pecinta mawar" sih sepertinya sudah jadi trade mark tersendiri bagi pemiliki <code>rismaka.net</code> :). Yah, asal bunga bank-nya bukan bunga kredit saja Mas – kalau itu lebih baik anggunan tanpa bunga saja :D.
Bunga adalah bukti perjuangan kehidupan untuk meneruskan generasi selanjutnya, jadi saya kira semua orang akan menyukainya :). Tidak hanya orang yang teledor dan emosian seperti saya saja lho :lol:.
Tinggalkan Balasan