A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ketika saya menulis tentang “bahasa bunga mawar”, saya hanya pernah memberikan mawar putih saja. Kini saya berpikir kembali, apa yang harus saya pilih kali ini. Well, I no longer has any white roses. Mawar yang mana yang harus saya pilih?

Pandangan saya pun mengarah pada sekelompok mawar merah muda yang lebih cerah & terang, namun ini bukanlah mawar merah muda yang umum di toko-toko bunga, di mana mereka biasanya hanya menyediakan merah muda yang peach.

If I would give her a peach rose, it would means as – lets just be friend – since a peach roses was an admiration for friendship. She’ll definitely kill me in instant.

Namun mawar merah yang berwarna sedikit lebih muda akan memberikan makna yang lebih baik. Secara implisit itu akan memberikan pesan, “aku memahami semuanya”. A little bit more diplomatic, but it would save my life for sure.

Mawar Merah Muda

Nah, saya telah mendapatkan bunga yang tepat, namun bagaimana dengan bouquet-nya? Ah, inilah mengapa seharusnya di sekolah mestinya ada kegiatan ekstra berkebun & merangkai bunga, bukan hanya sekadar mengejar teknologi IT semata.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

9 tanggapan

  1. Avatar Nandini

    Ciyeee Bli romantiiisss 😀

    tapi mawar merah dan mawar putih aja yg bagus menurut saya, warna lain seperti peach, pink atau kuning kurang kena di hati.. 😆

    1. Avatar Cahya

      He he…, cuma latihan fotografi kok, cuma latihan #alasan :lol:.
      Saya sih tidak milih-milih warna, asal nanti susunan tetap bagus dan apik, saya suka ;).

  2. Avatar lia
    lia

    oowh… gitu ya? *lugu

  3. Avatar Hary4n4
    Hary4n4

    cantik n menyejukkan… 🙂

  4. Avatar jarwadi

    🙂

  5. Avatar Sugeng
    Sugeng

    Kaya'nya kalau ektra kurikulernya berkebun gak jaman dan gak akan menarik mas 😆 sekarang saja sedikit bahkan tidak ada anak sekolah yang bercita-cita menjadi petani ataupun pekebun. 😕

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  6. Avatar Ladeva

    Wah, senang banget pastinya perempuan itu terima bunga dari kamu, Cahya. Good luck 🙂

    1. Avatar Cahya

      Ah ndak juga Deva, itu cuma monolog pendek untuk mengisi album fotografi. Karena ini bukan fotoblog, jadinya aneh jika menampilkan gambar saja tanpa kata-kata :).

  7. Avatar @zizydmk

    Hahaha…

    Di SMP saya dulu ada kok ekskul merangkai bunga. Dan ternyata memang menyenangkan merangkai bunga itu… 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca