A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Tampaknya Mozilla memang telah membuat peramban Firefox memasuki era “rapid release development cycle”, di mana versi-versi terbaru dirilis dengan sangat cepat dibandingkan milestone terdahulu. Setelah sukses dengan rilis Firefox 4, kini Firefox 5 dikatakan memberikan lebih dari 1.000 perbaikan & peningkatan di sisi performa, stabilitas serta keamanan.

Firefox 5 tersedia untuk versi komputer (Windows, Mac, Linux) dan ponsel (Androids, iPhone). Tentu saja dengan teknologi anti-pelacakan (do not track privacy feature) yang tersedia pada semua platform tersebut.

Mozilla Firefox 5

Peramban Mozilla Firefox juga mendukung banyak fungsi yang diperkaya melalui add-ons yang begitu banyak dikembangkan oleh komunitas. Anda mungkin akan menemukan bahwa banyak dari fungsi-fungsi ini yang akan begitu membantu.

Versi Windows, Linux dan Mac kini mendukung standar “CSS Animations” – ini bisa membantu para pengembang untuk membangun aplikasi dan situs web yang lebih memukau. Anda mungkin akan menemukan panduan/tutorial untuk hal ini melalui Mozilla Hacks (cek di sini).

Untuk memasang Firefox 5 pada komputer anda, setidaknya sistem yang diperlukan memiliki kemampuan Pentium 4 (setara), RAM 512 MB dan ruang HDD 200 MB. Dan jangan khawatir, Windows 2000 & XP masih didukung. Untuk pengguna Linux jangan lupa paket dan kepustakaan minimal yang diperlukan adalah: GTK+ 2.10, GLib 2.12, Pango 1.14, X.Org 1.0, libstdc++ 4.3, atau versi-versi yang lebih baru lagi.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang apa yang baru di Firefox 5, catatan rilis, pemasangan, masalah yang diketahui, pertanyaan yang paling sering diajukan dan lain sebagainya, silakan membaca Catatan Rilis Firefox 5.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Kebahagiaan Menjadi Ibu Terasa Berat: Memahami Kesehatan Mental Reproduksi
    Kehamilan dan persalinan bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga rentan menguji kesehatan jiwa. Artikel ini membedah data SKI 2023 tentang depresi pascapersalinan di Indonesia, faktor risikonya, dampak psikologis infertilitas, hingga protokol skrining EPDS Kemenkes—agar gejala yang sering tersembunyi di balik peran “ibu yang kuat” bisa dikenali dan ditangani lebih awal.
  • Jendela 72 Jam: Kombinasi Tiga Terapi Berhasil “Membersihkan” HIV pada Bayi Primata
    Penelitian dari Oregon Health & Science University menunjukkan bahwa kombinasi terapi antiretroviral, antibodi penetral luas, dan leronlimab dapat “membersihkan” HIV pada bayi kera jika diberikan dalam 72 jam pasca-paparan. Temuan ini membuka harapan untuk uji klinis pada manusia meski Indonesia masih memerlukan perbaikan pada skrining HIV untuk ibu hamil.
  • Ketika Gubernur Bertanda Tangan: Titik Balik Politik dalam Perang Melawan Kusta di Indonesia
    Sebelas gubernur dan tiga wakil gubernur menandatangani Deklarasi Komitmen Percepatan Eliminasi Kusta di Konferensi Nasional Kusta 2026. Dengan lebih dari 16.000 kasus baru pada 2025, WHO mendorong penemuan kasus aktif dan pengurangan stigma. Langkah selanjutnya adalah menerjemahkan komitmen politik menjadi rencana aksi daerah yang terdanai.
  • Lima Hari yang Menentukan: Di Balik Modul Pelatihan WHO untuk Teknisi Oksigen, dan PR Besar Indonesia dalam Mencetak Mereka
    WHO SEARO menerbitkan modul pelatihan lima hari untuk teknisi dan insinyur biomedis yang mengelola peralatan oksigen. Kurikulum terstandardisasi ini penting dalam meningkatkan kompetensi. Namun, kekurangan peminat dalam pendidikan D3/D4 Teknik Elektromedik di Indonesia menjadi tantangan. Adaptasi modul harus disertai penguatan rekrutmen tenaga untuk efektivitas maksimal.
  • Oksigen Bukan Sekadar Tabung: Mengenal Ekosistem yang Menjaga Napas Pasien Tetap Hidup
    Oksigen medis adalah ekosistem penting yang melibatkan produksi, distribusi, dan regulasi. Krisis oksigen 2021 di Indonesia menunjukkan kelemahan dalam rantai ini. Manual WHO SEARO 2026 merekomendasikan penguatan bengkel biomedis dan kalibrasi alat kesehatan. Fasilitas kesehatan perlu membangun ketahanan oksigen sebagai bagian dari kesiapsiagaan, bukan hanya sebagai respons darurat.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. Avatar imadewira

    saya masih menggunakan versi 4 nih, coba download ah

    1. Avatar Cahya

      Lho Bli Wira, kan cuma tinggal diperbarui otomatis? Kenapa mesti mengunduh lagi :).

      1. Avatar imadewira

        ternyata ndak perlu download, cukup update dari browser saja. Tapi sepertinya ndak ada perbedaan berarti ya?

      2. Avatar Cahya

        Bli Wira, paling yang baru ada adalah dukungan CSS animation, tapi kalau tidak sering mengamati mana yang namanya CSS animation, kita sih tidak tahu kalau ada dukungan itu. Jadi sekilas akan tampak sama saja.

  2. Avatar Andhy
    Andhy

    paket kepustakaan itu apa ya? 😀

    1. Avatar Cahya

      He he…, maksudnya pustaka gitu :).

  3. Avatar Asop

    Iya nih, baru aja saya update jadi versi 5. 😀

  4. Avatar alief

    perasaan baru kemarin aja make rubah api 4 dah ada rubah api 5, dah begitu ternyata ada perbaikan 1000 kutu lebih. mangstafffff memang ni para komunitas dan pengembangnya

    1. Avatar Cahya

      Mas Alief, sebenarnya kalau tidak ada perubahan yang signifikan sih nomor versi awal tidak perlu cepat bergulir, toh ada nomor-nomor seri di belakangnya yang menyesuaikan. Tidak perlu-lah Mozilla mengikuti Google dalam mengembangan Chrome :).

  5. Avatar jarwadi

    Benar benar gila nih, persaingan antar browser 😀 terutama Firefox dan google chrome

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca