Siapa yang tidak kenal Johnny Deep si Kapten Perompak Jack Sparrow di Film The Pirates of Caribbean. Kali ini dia berperan dalam film animasi sebagai Rango – nama samaran – di kota kecil Dirt, seekor bunglon yang memerankan kisah hidupnya sebagai pahlawan. Film Rango adalah film animasi petualangan yang cukup kocak, dan sedikit susah ditebak jalan ceritanya sehingga memberikan nilai hiburan tersendiri.
Pada mulanya dia adalah seekor bunglon peliharaan di dalam terarium, namun sepertinya kesendirian telah membuat dia haus dengan rasa ingin dikenali oleh yang lainnya, ia selalu bermimpi memerankan sosok pahlawan. Hingga suatu ketika, hidupnya berubah sama sekali, ia tanpa sengaja terdampar di Gurun Mojave.
Hewan di gurun memerlukan jutaan tahun untuk bisa beradaptasi dan bertahan hidup, sementara bunglon malang ini baru saja menemukan kehidupan yang hanya pernah di dengarnya atau diimajinasikannya mungkin.
Film Rango dibintangi oleh Jhonny DeepYang unik di sini adalah adanya narator yang membawa kisah ini, seakan-akan seperti membaca kisah-kisah gunslingers di novel-novel lama. Hanya saja tampaknya narator ini agak kesal pada Rango yang jadi pahlawan kebetulan, sehingga kebanyakan narasi mereka justru berisi harapan bahwa tokoh protagonis ini akan menemui ajalnya di salah satu adegan.
Karena “mulut besarnya”, Rango melibatkan dirinya dalam masalah yang sangat pelik, namun apakah masalah itu? Bagaimana petualangan konyol dan heroik Rango bisa membantunya meloloskan diri? Anda akan sungguh-sungguh terhibur menyaksikan film animasi oleh Paramount Pictures & Nickelodeon ini. Namun saya tidak tahu, apakah film ini akan tayang di bioskop nusantara, entahlah.
Kaelen akhirnya membuka pintu yang tujuh belas tahun ia hindari. Di balik meja ibunya menunggu tiga benda, dan satu kalimat yang mengubah cara ia memandang dua puluh tahun terakhir.
Seorang pemuda pribumi jatuh cinta di rumah seorang nyai, dan dari situ hukum kolonial tampak telanjang. Ulasan novel Pramoedya yang ditulis di Pulau Buru dan sempat dilarang.
Kerangka onboarding 90 hari tiga fase untuk tenaga kesehatan baru: peran direksi dan manajer unit, indikator, tantangan, dan rujukan Permenkes 13/2025.
A palm tapper’s forty-year promise to a dying friend no longer seems needed. What do we owe a word whose reasons have changed?
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Kalau menurut saya sih belum tentu demikian Mas Rangga, misalnya film “Altitude” yang sudah lama ada rilis DVD-nya saja baru tayang sekarang di teater lokal. Aneh sih memang, tapi banyak kok film yang seperti itu.
Tinggalkan Balasan