A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Siapa yang tidak kenal Johnny Deep si Kapten Perompak Jack Sparrow di Film The Pirates of Caribbean. Kali ini dia berperan dalam film animasi sebagai Rango – nama samaran – di kota kecil Dirt, seekor bunglon yang memerankan kisah hidupnya sebagai pahlawan. Film Rango adalah film animasi petualangan yang cukup kocak, dan sedikit susah ditebak jalan ceritanya sehingga memberikan nilai hiburan tersendiri.

Pada mulanya dia adalah seekor bunglon peliharaan di dalam terarium, namun sepertinya kesendirian telah membuat dia haus dengan rasa ingin dikenali oleh yang lainnya, ia selalu bermimpi memerankan sosok pahlawan. Hingga suatu ketika, hidupnya berubah sama sekali, ia tanpa sengaja terdampar di Gurun Mojave.

Hewan di gurun memerlukan jutaan tahun untuk bisa beradaptasi dan bertahan hidup, sementara bunglon malang ini baru saja menemukan kehidupan yang hanya pernah di dengarnya atau diimajinasikannya mungkin.

Film Rango dibintangi oleh Jhonny DeepYang unik di sini adalah adanya narator yang membawa kisah ini, seakan-akan seperti membaca kisah-kisah gunslingers di novel-novel lama. Hanya saja tampaknya narator ini agak kesal pada Rango yang jadi pahlawan kebetulan, sehingga kebanyakan narasi mereka justru berisi harapan bahwa tokoh protagonis ini akan menemui ajalnya di salah satu adegan.

Karena “mulut besarnya”, Rango melibatkan dirinya dalam masalah yang sangat pelik, namun apakah masalah itu? Bagaimana petualangan konyol dan heroik Rango bisa membantunya meloloskan diri? Anda akan sungguh-sungguh terhibur menyaksikan film animasi oleh Paramount Pictures & Nickelodeon ini. Namun saya tidak tahu, apakah film ini akan tayang di bioskop nusantara, entahlah.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar ladeva

    Udah ada DVDnya toh? Aku belum tau. *ngeces pengen denger suaranya Johny Deep* -_- 
    Kan dubbing jadi gak bisa liat mukanya Deep…

    1. Avatar Cahya

      Iya, suaranya itu lho, khas banget :D.

  2. Avatar Agung Haryono

    Semoga saja bisa diputar di bioskop kesayangan kita. 😀
    BTW sistem komentarnya gonta-ganti nih 😆

    1. Avatar Cahya

      Mas Agung, saya sedang mencoba sesuatu dengan intense debate, dan beberapa fitur lain, makanya saya menggunakannya :).

  3. Avatar linapw
    linapw

    saya akan cari jawabannya dengan menonton film yg bersangkutan 😛

  4. Avatar Agus Siswoyo
    Agus Siswoyo

    Hmm, kayaknya menarik nih buat acara nomat berikutnya.

  5. Avatar gadgetboi

    kayaknya enggak bakalan ditayangin deh, orang dvdnya udah dirilis 😀 (lho, bli udah nonton? … )

    1. Avatar Cahya

      Kalau menurut saya sih belum tentu demikian Mas Rangga, misalnya film “Altitude” yang sudah lama ada rilis DVD-nya saja baru tayang sekarang di teater lokal. Aneh sih memang, tapi banyak kok film yang seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca