Siapa yang tidak kenal Johnny Deep si Kapten Perompak Jack Sparrow di Film The Pirates of Caribbean. Kali ini dia berperan dalam film animasi sebagai Rango – nama samaran – di kota kecil Dirt, seekor bunglon yang memerankan kisah hidupnya sebagai pahlawan. Film Rango adalah film animasi petualangan yang cukup kocak, dan sedikit susah ditebak jalan ceritanya sehingga memberikan nilai hiburan tersendiri.
Pada mulanya dia adalah seekor bunglon peliharaan di dalam terarium, namun sepertinya kesendirian telah membuat dia haus dengan rasa ingin dikenali oleh yang lainnya, ia selalu bermimpi memerankan sosok pahlawan. Hingga suatu ketika, hidupnya berubah sama sekali, ia tanpa sengaja terdampar di Gurun Mojave.
Hewan di gurun memerlukan jutaan tahun untuk bisa beradaptasi dan bertahan hidup, sementara bunglon malang ini baru saja menemukan kehidupan yang hanya pernah di dengarnya atau diimajinasikannya mungkin.
Film Rango dibintangi oleh Jhonny DeepYang unik di sini adalah adanya narator yang membawa kisah ini, seakan-akan seperti membaca kisah-kisah gunslingers di novel-novel lama. Hanya saja tampaknya narator ini agak kesal pada Rango yang jadi pahlawan kebetulan, sehingga kebanyakan narasi mereka justru berisi harapan bahwa tokoh protagonis ini akan menemui ajalnya di salah satu adegan.
Karena “mulut besarnya”, Rango melibatkan dirinya dalam masalah yang sangat pelik, namun apakah masalah itu? Bagaimana petualangan konyol dan heroik Rango bisa membantunya meloloskan diri? Anda akan sungguh-sungguh terhibur menyaksikan film animasi oleh Paramount Pictures & Nickelodeon ini. Namun saya tidak tahu, apakah film ini akan tayang di bioskop nusantara, entahlah.
Tulisan ini menggambarkan bagaimana sejarah dipengaruhi oleh kekuasaan, membentuk narasi pahlawan dan penjahat. Ia menyoroti kompleksitas moral, bahwa individu bisa berperan dalam kejahatan atau pahlawan berdasarkan konteks. Penting untuk mengakui berbagai perspektif dan menahan diri dari menyederhanakan narasi demi pemahaman yang lebih mendalam tentang kemanusiaan.
Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 fokus pada penyakit tidak menular dengan tema “Safe care for life!”. Penyandang penyakit kronis berisiko tinggi mengalami cedera akibat interaksi berulang dengan sistem kesehatan. Artikel ini menjelaskan pentingnya keterlibatan pasien dalam keselamatan layanan serta implementasi pesan WHO dalam konteks kesehatan Indonesia.
Diabetes melitus gestasional adalah gangguan toleransi glukosa yang muncul saat hamil, memengaruhi hingga 14% kehamilan secara global. Di Indonesia, kondisi ini sering luput terdeteksi karena keterbatasan data nasional. Skrining rutin usia 24–28 minggu, tata laksana nutrisi, dan pemantauan pascasalin jangka panjang menjadi kunci mencegah komplikasi ibu dan bayi.
WHO menerbitkan agenda riset global untuk pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif (TCIM) dari 2025 hingga 2034, menyoroti kesenjangan antara tingkat penggunaan yang tinggi dan pendanaan riset yang rendah. Indonesia memiliki pengguna TCIM yang besar, namun belum menyusun komitmen riset formal seperti negara lain, membuka peluang baru untuk pengembangan.
Bayi baru lahir kerap menampakkan tanda yang mengkhawatirkan namun jinak — ruam berpindah, bersin, napas tak teratur — sementara tanda paling berbahaya justru nyaris tak terlihat: hipotermia, menyusu buruk, dan terlalu anteng. Artikel ini memetakan keduanya dalam tiga jalur keputusan, agar orang tua tahu kapan menunggu dan kapan berangkat.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Kalau menurut saya sih belum tentu demikian Mas Rangga, misalnya film “Altitude” yang sudah lama ada rilis DVD-nya saja baru tayang sekarang di teater lokal. Aneh sih memang, tapi banyak kok film yang seperti itu.
Tinggalkan Balasan