Siapa yang tidak kenal Johnny Deep si Kapten Perompak Jack Sparrow di Film The Pirates of Caribbean. Kali ini dia berperan dalam film animasi sebagai Rango – nama samaran – di kota kecil Dirt, seekor bunglon yang memerankan kisah hidupnya sebagai pahlawan. Film Rango adalah film animasi petualangan yang cukup kocak, dan sedikit susah ditebak jalan ceritanya sehingga memberikan nilai hiburan tersendiri.
Pada mulanya dia adalah seekor bunglon peliharaan di dalam terarium, namun sepertinya kesendirian telah membuat dia haus dengan rasa ingin dikenali oleh yang lainnya, ia selalu bermimpi memerankan sosok pahlawan. Hingga suatu ketika, hidupnya berubah sama sekali, ia tanpa sengaja terdampar di Gurun Mojave.
Hewan di gurun memerlukan jutaan tahun untuk bisa beradaptasi dan bertahan hidup, sementara bunglon malang ini baru saja menemukan kehidupan yang hanya pernah di dengarnya atau diimajinasikannya mungkin.
Film Rango dibintangi oleh Jhonny DeepYang unik di sini adalah adanya narator yang membawa kisah ini, seakan-akan seperti membaca kisah-kisah gunslingers di novel-novel lama. Hanya saja tampaknya narator ini agak kesal pada Rango yang jadi pahlawan kebetulan, sehingga kebanyakan narasi mereka justru berisi harapan bahwa tokoh protagonis ini akan menemui ajalnya di salah satu adegan.
Karena “mulut besarnya”, Rango melibatkan dirinya dalam masalah yang sangat pelik, namun apakah masalah itu? Bagaimana petualangan konyol dan heroik Rango bisa membantunya meloloskan diri? Anda akan sungguh-sungguh terhibur menyaksikan film animasi oleh Paramount Pictures & Nickelodeon ini. Namun saya tidak tahu, apakah film ini akan tayang di bioskop nusantara, entahlah.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Kalau menurut saya sih belum tentu demikian Mas Rangga, misalnya film “Altitude” yang sudah lama ada rilis DVD-nya saja baru tayang sekarang di teater lokal. Aneh sih memang, tapi banyak kok film yang seperti itu.
Tinggalkan Balasan