A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ternyata sudah tidak seperti dulu lagi. Kemarin saya melakukan puasa, rencananya 24 jam, dan persiapan sudah dilakukan sejak seminggu sebelumnya. Tapi apa daya ternyata pada hari H hanya dapat bertahan 20 jam saja.

Kepala saya menjadi berat dan nyeri, sementara aktivitas asam lambung mengancam untuk menjadi GERD. Ah, rasanya tubuh ini sudah tidak seperti dulu.

Namun ada baiknya jika puasa berikutnya direncanakan dengan matang. Dan mungkin harus mengalokasikan dana lagi untuk jus buah, karena 2 minggu ini dana jus buah dialihkan untuk persiapan ujian. Aih.. Aih… :D.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. Avatar gintingripka

    Luar biasa penjelasannya
    Super sekali… 😀

    Memang Cahya adalah dokter sejati 😉

  2. Avatar gintingripka

    Mas, hubungan jus buah dengan puasa apa ya ??
    Soalny aQ pengen puasa cma ndak tau cara yang benar itu gimana
    Yang ga merusak asam lambung…
    😀

    1. Avatar Cahya

      Ha ha…, tidak ada sebenarnya, namun jus buah memiliki keasaman yang alami yang bisa dijadikan pertolongan pertama jika asam lambung terasa meningkat dengan cepat. Saya bahkan pernah tiga hari hanya mengonsumsi jus wortel saja, memang lemas sih, tapi tidak sampai menimbulkan keluhan di lambung.

      Jika memang memiliki masalah dengan lambung, jangan paksa diri untuk berpuasa, terutama jika pernah mengalami keluhan atau didiagnosis memiliki penyakit lambung. Akan berbahaya jika memaksakan diri.

      Yang namanya berpuasa, pastinya lambung akan berada dalam kondisi kosong, dan di sini selalu ada potensi asam lambung merusak lapisan perlindungan lambung. Kecuali diberikan obat-obatan tertentu yang menahan dan menetralkan asam lambung. Jadi perlukaan oleh asam lambung adalah salah satu risiko berpuasa.

      Jika saya merasa cukup fit, cukup sehat, saya tidak bermasalah mengambil puasa kapan saja secara acak. Namun saya selalu sediakan jus buah, seandainya asam lambung mulai membuat rasa perih yang sangat. Setidaknya dicoba dulu selama satu hari tertentu, jika lancar ya syukur, jika tidak kan ada jus buah.

      Ini adalah metode sederhana saya, dan mungkin tidak akan berlaku bagi semua orang.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca