Tidak ada jejaring sosial tanpa permainan (games), mungkin itulah salah satu sisi jual sebuah jejaring sosial. Sebagaimana pendahulunya Friendster dan Facebook yang menjadi tren di Indonesia, kini Google+ pun menghadirkan pelbagai pilihan permainan pada jejaring sosialnya.
Saya sudah mendengar berita ini beberapa hari yang lalu, namun ketika pertama kali saya mencoba mengakses saat itu, permainan ini belum tersedia, sepertinya memang belum masuk ke Indonesia, dan memang masih dalam tahap pengenalan (uji coba). Seperti Google+ pun entah sampai kapan berada dalam tahap uji coba.
Namun setelah beberapa waktu berselang, tepatnya hari dini hari tadi. Saya menemukan ternyata di akun Google+ saya sudah tersedia permainan yang siap dicicipi, dan ada lumayan banyak termasuk yang terkenal seperti Angry Birds, Dragon Ages dan lain sebagainya.
Namun untuk bisa memainkan permainan ini, pemilik akun Google+ harus menerima syaratnya, yaitu memberikan akses bagi produsen permainan terhadap akun Google-nya. Misalnya untuk memainkan Dragon Age Legend, maka kita harus mengizinkan BioWare untuk mengakses akun kita.
Saya tidak tahu apakah privasi akan terjamin atau tidak pada akhirnya, misalnya ternyata kemudian surel saya dibanjiri dengan promosi untuk membeli produk video game terbaru mereka, kan malah jadinya tidak lucu. Tapi yah, semoga saja tidak demikian. Namun untuk menjaga privasi saya, maka saya tidak mengambil tawaran ini dari Google+, sebagaimana yang saya lakukan pada jejaring sosial lainnya.
Update:
Saya tidak lagi menggunakan layanan Google+, karena layanan telah ditutup oleh Google.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Orang dewasa itu tingkahnya tetap seperti anak kecil sehingga tetap butuh permainan. Saya lupa ini iklan apa dulu.
Saya kurang tertarik dengan game-game online, Mas. Jadi sama seperti Mas Cahya yang punya alasan demi privacy akun, kalau saya karena memang tak tertarik dengan gamenya.
He he…, kalau orang dewasa mungkin mainannya beda ya Pak :). Permainan online terlalu menyita waktu juga bagi saya jika ikutan, makanya saya memilih tidak ikut saja :D.
Tinggalkan Balasan