Anda mungkin pernah mendengar namanya, mengenal wajahnya, melihat petualangannya, namun Anda belum mendengar legendanya – si Pahlawan Bernyawa Sembilan. Setidaknya itulah awalan yang diberikan pada film animasi terbaru besutan DreamWorks yang akan diluncurkan pada November.
Terinsprirasi dari salah satu tokoh yang mengikuti petualangan si Ogre hingga Shrek Forever After – The Final Chapter, kini sudah saatnya dunia mengetahui legenda dibalik pahlawan berbulu kita, Puss in Boots. Dan kini ia memiliki filmnya sendiri untuk diluncurkan.
Anda mungkin punya banyak pertanyaan, siapakah sebenarnya Puss in Boots ini?
Nah, saya tidak ingin membeberkan apapun hingga penayangan filmnya nanti. Bagi mereka yang agak kecewa dengan lanjutan film Shrek, maka mungkin film animasi ini akan sangat dinantikan.
Jangan khawatir, karena tampaknya Puss in Boots tidak akan sendiri dalam laga perdananya sebagai protagonis utama. Ada juga pasangannya Kitty Softpaws yang entah merupakan kawan atau lawan saat upaya Puss menyelamat dunia dari ambang kehancuran dari para pelanggar hukum yang tanpa sengaja menemukan kekuatan yang menakutkan dan luar biasa, ah, setidaknya Kitty tampak gemar mengambil barang-barang milik Puss tanpa sepengetahuannya.
Jangan lupa juga Humpty Dumpty yang akan muncul cukup sering dalam film ini, meski mungkin Anda tidak akan begitu tertarik dengan bentuk karakternya.
DreamWorks telah meluncurkan 2 cuplikan dalam HD untuk film yang akan rilis ini, dan tampaknya Puss in Boots yang dijadwalkan rilis Novermber 2011 ini sangat menarik.
Nah, jika Anda tertarik, siapkan film ini untuk ada dalam tayangan yang hendak ditonton.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
7 tanggapan
wahyu
wueeee, kamu kok dah tau critanya Ya? curi start nnton dimana? hehe
pinter aja ya Dreamwork, memilah karakter buat difil;mkan tersendiri
ok Mas, thx infonya, nunggu CD nya di Wahana nih wkwkwkwk
puss in boots merupakan dongeng yang paling saya suka dari dulu. pokoknya saya besar dengan dongeng mother goose 😀 …
rada aneh aja kalau si puss jadi kayak zorro di shreek 😆 … tapi sepertinya spin-off ini jauh lebih menarik daripada Shrek yang memang terlalu dipaksakan. semoga nanti ada Legend of Donkey 😆
Mas Rangga, namanya juga intuisi yang kreatif, meski mungkin ceritanya akan sederhana dan mudah ditebak alurnya, saya harap ada unsur-unsur yang tetap akan menjadi kejutan :). Oh ya, kalau legenda si Donkey sih sudah ada sejak dulu, judul filmnya “Donkey Xote” :lol:.
Kalau sama keluarga pasti bakalan asyik Pak, apalagi sama anak-anak :).
He he…, bukannya pop up blocker itu default pada semua peramban ya? Tenang Pak, itu cuma muncul satu kali per pengguna per hari, jadi kalau hari ini mau berkunjung lagi, ndak akan dikagetkan dengan jendela munculan :D.
Tinggalkan Balasan