A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ke mana akhir pekan ini? Tentu saja dengan pembatasan sosial paling enak nonton film saja di rumah. Meski bioskop sudah buka, kami masih lebih memilih menghabiskan waktu di rumah.

Terima kasih pada Telkomsel dan Disney telah membawa film animasi terbaru “Raya and the Last Dragon” ke layar kaca 4K melalui layanan streaming Disney+.

Film animasi ini termasuk film keluarga yang sudah ditunggu-tunggu kedatangan pada tahun ini, di tengah situasi pandemi. Sejak saya melewatkan Frozen II, sepertinya tidak ada film Disney jenis ini yang ditunggu. Putri Disney berlatar Asia Tenggara? Mengapa tidak? Tentunya Film Soul tidak termasuk Disney Princess kan?

Latar cerita Raya and the last Dragon merupakan semua negeri yang bernama Kumandra, negeri yang ditinggali oleh para manusia dan dijaga oleh para naga. Suatu ketika, sebuah wabah menghantam negeri, nyaris memusnahkan semua kehidupan, dan naga terakhir yang tersisa dari perang melawan wabah – Sisu, berhasil mengubah keadaan namun dia pun menghilang.

Lima ratus tahun setelah peristiwa tersebut, oleh karena pertikaian negeri manusia, wabah kembali terlepas, dan Raya dalam perjalanannya menemukan bahwa jika ia berhasil menemukan Sisu – naga terakhir yang hilang, dia mungkin masih akan dapat membalikan keadaan.

Bagaimana penelaian saya untuk film ini. Jika untuk orang dewasa, film ini tidak mungkin tidak melebihi 8/10; tapi untuk anak-anak dan keluarga, film ini bisa lebih dari 9/10.

Saya suka jalan ceritanya. Oke-lah, cerita Disney untuk anak memang mudah ditebak. Tapi bukankah itu bagus untuk membangun logika anak? Animasinya keren, apalagi disaksikan dalam layar 4K. Komedinya lucu, tidak garing, dan tidak ada adegan yang terbuang menurut saya. Mungkin karena layanan streaming, mereka membuat cerita yang padat berisi tanpa menghilangkan esensi.

Yang saya sayangkan adalah, mungkin karena bukan film yang akan tayang di bioskop, sepertinya Raya and the Last Dragon kehilangan sisi musikalnya. Pun demikian, prihal ini sudah dibocorkan sebelumnya, sehingga tidak terlalu mengejutkan. Ini membuat Raya and the Last Dragon kehilangan sentuhan klasik Disney yang muncul seperti pada Moana pada tahun 2016 silam.

Secara kesuluruhan, film petualangan ini memberikan kepuasan bagi saya saat menyaksikannya. Tapi entah kenapa lebih terasa seperti film rilisnya DreamWorks dibandingkan Disney.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca