A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pernah dengar ada yang masih belajar saat liburan karena harus mengikuti ujian perbaikan? Ah, tapi tulisan ini bukan tentang itu. Saya memang sengaja mengurangi tulisan belakangan ini, karena sedang melakukan pembenahan (maintenance) di blog ini.

Pusat data blog ini sudah lumayan membengkak, sehingga perlu sedikit dirapikan. Ada banyak hal yang sudah tidak bisa digunakan lagi, misalnya tautan lama yang sudah rusak, tidak ditemukan atau hilang. Pengaya “broken links checker” di blog ini bekerja lebih cepat dibandingkan milik Google Webmaster, saya bisa menemukan ratusan taut yang sudah hilang – terutama yang menuju halaman blog/situs yang sudah tidak ada lagi di dunia maya.

Ini membuat saya sadar, rupanya sudah banyak juga blog yang hilang dari dunia maya, menghapus konten mereka dan sebagainya. Bahkan di dunia maya pun tidak ada yang abadi, penulis-penulis datang dan pergi. Saya pun tahu, suatu saay ini bahkan blog ini pun tidak akan ada lagi, dan selang tidak lama kemudian, tidak akan ada yang tahu bahwa blog ini pernah ada.

Namun, hal-hal seperti itu yang bagaikan kepastian, selayaknya tidak membuat kita khawatir, menulis adalah menulis, dan pensiun adalah pensiun. Semuanya memiliki waktunya masing-masing, kita tidak bisa mendatangkan senja saat waktunya pagi, demikian pula sebaliknya.

Kembali ke pembenahan blog. Saya melihat ada sejumlah gambar yang tidak lagi ada, terutama yang berasal dari ImageShack, saya tidak paham, apakah memang gambar-gambar yang di-hosting di sana akan hilang dalam periode waktu tertentu? Entahlah, tapi biar saja demikian, lagi pula bukan sesuatu yang esensial.

Efeknya mungkin tidak baik, seperti misalnya gariskala twitter saya dipenuhi dengan publikasi tulisan lama. Yah, semoga minggu depan sudah selesai dengan semua pembenahan ini, dan bisa menulis seperti sedia kala di sini.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Strategi Jitu Mengatasi Resistensi Antibiotik di ICU: Mengenal Prospective Audit and Feedback (PAF)
    Artikel membahas tantangan resistensi antibiotik di ICU, menyarankan pendekatan Prospective Audit and Feedback (PAF) untuk penggunaan antibiotik yang bijaksana. PAF melibatkan kolaborasi antara tim penatagunaan dan dokter untuk meninjau terapi antibiotik secara berkala, mendukung evaluasi yang cepat, dan meningkatkan keselamatan pasien sambil mencegah resistensi bakteri.
  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar febriosw
    febriosw

    Blog sy sudah masuk ajaran baru lagi alias sudah selesai pembenahannya. 🙂

    1. Avatar Cahya

      He he…, ada istilah tahun ajaran baru juga ya untuk blog.

  2. Avatar Kadek Ridoi Rahayu

    O_O
    ooo……semoga cepat sembuh ya kak biar bisa ditulisin cerita lagi 🙂
    tapi masih ada 7 lainnya yg bisa dikunjungi yes? hihi..mangstap lah kak cahya nie, 😀

    1. Avatar Cahya

      He he…, iya nih, kebanyakan yang diurus, jadi bingung sendiri :D.

  3. Avatar jarwadi

    gimana sih mas cara check broken link di blog, ada tool online ngga ya buat check broken link di blog ku, hehe

    1. Avatar Cahya

      Biasanya sih pakai peralatan webmaster dari Google atau Bing. Kalau saya pakai “plugin” khusus untuk blog wordpredd yang “self-hosted” Pak.

  4. Avatar ladeva

    Hahaha…ini jawabannya ya 😀
    Jadi ndak enak memaksa kamu untuk menulis *geer* — mohon jangan dirajam :p

    1. Avatar Cahya

      Ha ha…, ayo rajam dengan Bakpia :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca