A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jejaring sosial kadang menjadi niat bagi seseorang untuk mempublikasikan keinginannya atau keputusasaannya yang menjurus pada upaya pun percobaan bunuh diri. Kecenderungan ini tampaknya masih berlanjut seperti salah satu kejadian di Taiwan beberapa waktu yang lalu, ketika korban menyampaikan niat bunuh dirinya melalui Facebook.

Jika Anda pengguna facebook, maka selayaknya Anda turut waspada untuk setiap konten yang menjurus atau bernada hendak melakukan upaya bunuh diri. Anda masih mungkin menyelematkan sebuah nyawa jika Anda bertindak nyata. Anda mungkin sama bingungnya dengan saya atau orang lainnya, namun bertindaklah daripada terlambat.

Facebook Suicide

Jika Anda menemukan indikasi upaya bunuh diri, segera laporkan kepada pihak yang berwenang seperti kepolisian.

Facebook sendiri menyediakan sejumlah bantuan indikasi bunuh diri. Anda juga bisa melaporkan konten yang memiliki indikasi bunuh diri kepada Facebook melalui halaman ini.

Mereka yang memiliki indikasi untuk melakukan bunuh diri umumnya berada dalam keadaan tertekan karena permasalahan kompleks berkaitan dengan beban hidup yang dirasakan begitu berat. Jika Anda terlatih ataupun memiliki pengetahuan untuk melakukan persuasi pada orang-orang yang memiliki tekanan mental, maka upaya persuasi akan sangat disarankan.

Pola Pikir

Orang-orang yang memiliki depresi berat mungkin berpikir akan lebih baik meninggalkan kehidupan ini begitu saja, dia mengira bahwa orang-orang di sekitarnya akan bisa baik-baik saja tanpa keberadaannya.

Melekatnya pemikiran seperti ini tidaklah benar, dan bahkan justru berbahaya, karena dapat meningkatkan probabilitas upaya bunuh diri. Inilah yang selayaknya diubah sudut pandangnya, bahwa keberadaan setiap orang itu bermakna bagi orang-orang di sekitarnya.

Jangan justru mendukung atau menjadikan lelucon tentang topik bunuh diri yang muncul di jejaring sosial, meskipun tampak seperti lelucon. Karena mungkin sikap Anda seperti itu dapat menjadi penyesalan seumur hidup nantinya.

Suicide Post

Jika Anda sendiri yang merasakan depresi dan memiliki keinginan untuk bunuh diri. Dengarkan kata-kata sahabat baik Anda yang melarang semua itu. Anda bisa memanfaatkan layanan hotline 50454, sebagai tempat menampung keluhan dan berbagi masalah tanpa mengkhawatirkan kerahasiaan identitas Anda. Kunjungi psikiater atau psikolog untuk menambatkan bantuan profesional.

Suicide only ends the (your) life, but not solves the (your) life problems.

Silakan kampanyekan kewaspadaan terhadap indikasi bunuh diri di jejaring sosial dengan cara Anda, baik dengan memanfaatkan jejaring sosial itu sendiri.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. Avatar aldy
    aldy

    Kek gak ada kerjaan lain saja, hidup begini enak kok mau bunuh diri…

    1. Avatar Cahya

      Beberapa orang mungkin punya masalahnya tersendiri yang tak kita oahami Pak Aldy :).

  2. Avatar disave
    disave

    wah,,terima kasih infonya.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca