A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pernahkah Anda membayangkan membawa keping CD/DVD instalasi distro Linux ke daerah terpencil tanpa jangkauan koneksi Internet untuk dipasang pada sebuah komputer, baik untuk lembaga ataupun sekolah sehingga bisa digunakan untuk aktivitasnya secara baik. Namun setelah memasang ternyata ada sejumlah fitur yang tidak tersedia, dan perlu diunduh dari Internet, sungguh sayang kan.

Nah, terinspirasi dari pengalamannya di area terpencil Mas Saydul Akram melahirkan openSUSE Multimedia, sebuah distribusi Linux siap pakai bagi siswa dan guru di daerah-daerah terpencil, sekolah yang sama sekali tidak terjangkau oleh kenyamanan Internet. Ini bisa dikatakan distro openSUSE out of the box untuk dunia pendidikan.

OpenSUSE Multimedia, dinamakan demikian karena mendukung format terbatas yang sebelumnya tidak ada pada asali openSUSE Asparagus yang menjadi dasar/kerangka bagi distro ini. Jadi jika siswa perlu peragaan multimedia (termasuk flash), maka tidak akan kesulitan lagi karena sudah ada di dalamnya.

openSUSE Multimedia
Pratampil openSUSE Multimedia melalui kandaruji daring pada situs resmi SUSE Studio. Tampak tampilan munduran GNOME 3.

OpenSUSE Multimedia menggunakan sistem 32-bit, sebagaimana hampir semua komputer di sekolah wilayah terpencil kita menggunakannya. Dan sistemnya sudah diperbarui hingga edisi terkini saat diterbitkan.

Menggunakan Dekstop GNOME 3 dengan kemudahan Cinnamon, maka distro ini bisa menjadi sebuah alternatif baik sebuah sistem operasi di sekolah terpencil yang tidak memiliki koneksi daring, dan hanya mengandalkan data dan bahan ajar yang diperoleh secara luring.

Jika Anda tertarik untuk mengunduhnya ataupun melakukan kandaruji daring, silakan menuju situs resmi SUSE Studio di: http://susestudio.com/a/haHwG8/opensuse-multimedia.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Applausr
    Applausr

    bagus nih inisiatif nya… coba download ah… mau lihat ya..

    1. Avatar Cahya

      Silakan Mas, tapi mungkin isinya ndak akan berbeda dengan Linux yang ada dan diperbarui via Internet. Hanya saja Cinnamon-nya itu yang membuatnya menarik :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca