A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Karena merasa malas memindahkan modem USB dari komputer ke komputer setiap kali menggunakannya, saya memutuskan untuk menggunakan router 3G-wireless. Pilihan saya adalah TP-Link 3G Wireless-N Router: TL-MR3420 yang memang sudah banyak direkomendasikan. Modem yang saya gunakan adalah Speed Up SU7300 EVDO Rev.A untuk kartu Smartfren, kebetulan cukup lancar digunakan di tempat saya.

Saya menghubungkannya ke komputer desktop dengan kabel LAN yang memang saya punya sejak dulu, karena kabel LAN bawaan TL-MR3420 agak pendek – tidak bisa diletakkan pada posisi yang agak jauh dari CPU. Sedangkan untuk ke notebook tentunya pakai Wifi-nya.

Sementar saya coba cukup baik, setelannya mudah dan bisa berjalan tanpa ada gangguan.

TL-MR3420 yang saya letakkan di atas subwover speaker surround. Ukurannya yang cukup kecil membuatnya tidak memakan banyak tempat.

Saya membeli peranti keras ini di toko daring Bhinneka.com, karena di sana harganya cukup murah dibandingkan sejumlah toko lokal di tempat saya – meski kemudian dengan ditambah biaya pengiriman selisihnya tidak begitu jauh.

Sudah ada banyak ulasan/tinjauan tentang produk ini, jadi saya tidak perlu menambahkan apa-apa lagi. Jika Anda tertarik tahu lebih banyak bagaimana produk ini mengubah modem 3G/EVDO Anda menjadi sebuah jaringan kabel dan nirkabel – termasuk Wifi, silakan kunjungi langsung keterangan di situs resminya.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

13 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    saya sedang mempertimbangkan untuk membeli router nih bli, mengingat komputer di rumah sudah banyak plus nanti kalau ada fixed internet kan jauh lebih enak. bagaimana cara settingnya bli? harus menggunakan windows dulu kah? mohon maaf kalau pertanyaan saya rada ndeso 😀 …

    1. Avatar Cahya

      Mas Rangga, setelannya bisa pakai Linux, windows, bahkan ponsel yang tersambung ke wifi. Ada panduan sederhananya kok, jangan khawatir.
      Menyetelnya nanti lewat IP adress router pada peramban yang kita gunakan. Tapi kalau bisa disarankan menyetel lewat koneksi LAN cable.

      1. Avatar gadgetboi

        thanks bli atas informasinya 😀 … pertanyaan tambahan nih bli, kalau router itu sebaiknya di matikan ketika tidak digunakan apa digeber saja 24jam? …

      2. Avatar Cahya

        Terserah sih, saya pakai 24 jam juga ndak masalah. Hanya kadang ada kondisi putus pada jaringan P2P di Ubuntu Linux jika digunakan beberapa saat. Kemudian akan tersambung dengan sendirinya. Tapi untuk penghematan energi, ada baiknya dipadamkan jika tidak digunakan :).

  2. Avatar uchuts KeDai
    uchuts KeDai

    ada yang pernah ngalamin hal serupa nggak, modem sering DC setiap 30 mnt, pake SU 7300 fleksi,,, >.<

    1. Avatar Cahya

      Sudah coba diperbarui firmware-nya? Atau ditempatkan di lokasi yang sejuk dan mudah mendapatkan sinyal? Panas berlebih dari alat elektronik di dekatnya juga bisa berpengaruh.

      Biasanya kalau di router mudah DC disambung langsung sebagai modem di PC juga akan mudah DC pas jaringan tidak stabil. Kalau tidak, biasanya akan tahan lama.

  3. Avatar Agung Haryono

    Semenjak menggunakan ponsel Android saya beralih menggunakan speedy dengan modem router bawaan (TP Link TD-W8151N), dan cukup efisien untuk koneksi Internet, baik dengan desktop, netbook maupun smartphone :D.

  4. Avatar Sugeng
    Sugeng

    Aku rencana beli adiknya, mr3220. Beda sedikit sih, tapi sangat berarti bagiku 😆 Btw, mas, jangkauan nya sampai berapa meter ??
    Aku sih rencana pasang dirumah dan berbagai dengan pelanggan yang baru beli pulsa saya kasih passwordnya. Masih rencana sih belum realisasi, tapi routernya tetap saya ambil.
    Satu lagi, emang sekarang menetap dimana sih ??

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    1. Avatar Cahya

      Saya kurang tahu jangkauannya sampai berapa jauh, kalau ini mungkin cukup untuk dalam Rumah tipe 36 dan menjangkau halamannya. Tergantung kekuatan pemancar dan halangannya.
      Saya belum menetap Pak, lagi pula router kecil seperti ini kan bisa dipindah-pindah, termasuk buat di kendaraan :).

      1. Avatar Sugeng
        Sugeng

        Masih di Yogya kah atau di Bali ??
        Saya membeli peranti keras ini di toko daring Bhinneka.com, karena di sana harganya cukup murah dibandingkan sejumlah toko lokal di tempat saya
        Kalau di Yogya keknya alat semacam itu banyak yang jual, karena aku juga beberapa kali beli modem (untuk teman) dari sana.

      2. Avatar Cahya

        Saya di Gianyar Pak, kalau di Jogja ya memang bisa dapat dan murah :).

  5. Avatar Applaus Romanus
    Applaus Romanus

    bagusnya pak… saya baru kepikiran juga untuk menggunakan wifi nih…. biar ga terlalu susah colok colok modem…

    1. Avatar Cahya

      Ayo Mas, pakai saja, tapi kalau tidak begitu perlu, ya pertimbangkan kembali.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca