A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Berjudul asli di negerinya sebagai Higashi no Eden, ini adalah salah serial anime yang paling ditunggu pada masanya. Akhir pekan yang lalu, dan akhir pekan sebelumnya – saya menghabiskan waktu menyaksikan serial ini, termasuk dua film teatrikalnya “The King of Eden” dan “Paradise Lost”.

Menyaksikan Eden of the East serasa menonton Bourne Identity, hanya saja dengan latar cerita yang jauh lebih kompleks, dan lebih banyak unsur petualangan dan romansanya. Cerita yang sesungguhnya mungkin sederhana, namun imajinasi dan penekanan alur cerita yang tidak biasa membuatnya tampak menarik dalam kompleksitasnya.

Bagi mereka yang menyukai film animasi fiksi ilmiah dengan petualangan yang romantis, maka Eden of the East akan menjadi resensi dan pilihan yang menarik. Meskipun dengan imajinasi teknologi tinggi yang ditampilkan, beruntung film ini berubah menjadi sejenis animasi laga – sehingga sejumlah waktu bisa dimanfaatkan lebih pada jalan cerita yang memang agak sulit diterka dan ditangkap.

Paradise Lost
Salah satu cuplikan awal film kedua "Eden of the East": "Paradise Lost" yang mengakhiri semua permainan.

Saya tidak begitu memahami politik, mungkin di sisi itu saya tidak dapat menangkap latar penguat dari cerita yang disajikan dalam warna dan intrik politik.

Pada serial dan film animasi Eden of the East”, kita akan mendapatkan banyak intrik politik, kekuasaan yang melebihi sebuah pemerintahan, dan teknologi yang bisa menyanggupi permintaan seperti apapun.

Kisah yang diangkat dalam film ini adalah, “jika Anda memiliki sepulur milyar Yen, bagaimana Anda akan menyelamatkan negeri ini?” – tentu saja merujuk pada negeri Jepang, asal film ini. Nilai itu setara dengan 1,16 Triliun Rupiah. Maka di sini, permainan dimulai, 11 (atau 12 orang) yang mendapatkan masing-masing 10 milyar tersebut membuat langkah mereka masing-masing.

On November 22, 2010 ten missiles strike Japan. However, this unprecedented terrorist act, later to be called as “Careless Monday,” does not result in any apparent victims, and is soon forgotten by almost everyone. Then, 3 months later… Saki Morimi is a young woman currently in the United States of America on her graduation trip. But just when she is in front of the White House, Washington DC, she gets into trouble, and only the unexpected intervention of one of her fellow countrymen saves her. However, this man, who introduces himself as Akira Takizawa, is a complete mystery. He appears to have lost his memory. and he is stark naked, except for the gun he holds in one hand, and the mobile phone he’s holding with the other hand. A phone that is charged with 8,200,000,000 yen in digital cash.

Itu adalah jalan cerita yang saya cuplikan dari IMDB yang memberikan penilaian umum terhadap Eden of the East 8/10, dan merupakan nilai yang cukup signifikan untuk menyatakan film ini layak ditonton.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Applausr
    Applausr

    loh ada filmnya ya… saya kira cuma ada bukunya saja… bukunya sudah saya baca.. sama tidak ya…

    1. Avatar Cahya

      Kalau buku ada “Eden in the East” rasanya Mas, sepertinya beda topik dengan “Eden of the East”, yang novelnya sih ada juga sepertinya.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca