Belakangan ini saya menemukan banyak sekali bengkalaian yang berceceran di dalam jadwal saya. Mulai dari tulisan jurnalisme warga di salah satu media daring lokal yang berlum selesai, jatah terjemahan dokumentasi yang menumpuk, belum lagi daftar bacaan yang mesti diselesaikan. Sementara itu saya sering menemukan diri saya terdampar di banyak kesibukan lain yang kadang secara tiba-tiba menculik waktu saya sedemikian hingga tidak bisa berkata tidak.
Saya merasa seperti sebuah rumah tua yang runtuh, atapnya tak lagi mampu menaungi idealisme yang terlelap menunggu secercah mentari saat kegelapan masih mengampar merdu di sekitarnya. Dinding-dindingnya telah rubuh, memperlihatkan dunia yang senyatanya tak pelak penuh dengan tipu daya dan kepura-puraan sementara realita yang datang untuk mengetuk pintu tak dapat berbuat banyak – karena pintu itu sudah tidak di sana lagi.
Ah, saya terhimpit bengkalai, bahkan begitu sesak sehingga tidak ada ruang guna menyimpan waktu yang sewaktu-waktu dapat digadaikan demi sehirup napas yang serasa semakin mahal.
Duhai Gusti Ruang lan Gusti Waktu, penguasa jagad dan kala, dermakan setetes senyuman, sehingga terkuak semua yang selama ini terlantunkan dalam gulita. Meski terhimpit bengkalai, akan ada langkah yang senantiasa bergembira.
Sebuah bayi lahir di ohoi sebelah menjelang subuh. Beberapa hari kemudian, di ruang kelas berbangku papan, Raka mengajukan satu pertanyaan yang tidak ada jawabannya di buku.
Nasihat wisata apa yang selalu Anda ikuti? The allure of travel lies in the promise of the unknown—new landscapes, unfamiliar cultures, and the thrill of discovery. Yet, beneath the shimmering surface of adventure lies a bedrock of practical preparation that is often overlooked. While the spontaneous spirit of a journey is to be cherished, it… Read more: Before Travelling
Seorang penilai permata ditemukan menjadi kaca di ruang yang terkunci dari dalam. Di bengkel di bawah kota, sebuah jendela emas menyimpan rahasia yang bernyanyi.
Puisi seorang guru di Bronx yang dinyanyikan Billie Holiday pada 1939 dan membawa soal hukuman gantung massal ke piringan hitam Amerika. Mengapa lagu ini penting, dan apa saja yang masih diperdebatkan?
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan