Beberapa waktu lalu, Facebook secara sepihak mengubah alamat email yang ditampilkan pada halaman info pemilik akun menjadi alamat email berdomain facebook.com, saya dengar ini disebabkan adanya kebijakan penyeragaman di Facebook. Sebenarnya ini adalah isu lawas, meskipun banyak yang protes karena menganggap Facebook melanggar privasi, namun sepertinya kebijakan ini tidak berubah.
Pada awalnya saya tidak terlalu peduli, namun hanya sedikit penasaran karena tidak jelas bagaimana sistem surel/email ini bekerja. Saya mendengar ada beberapa orang yang tidak pernah mendapatkan surel yang dikirimkan padanya melalui alamat surel yang disediakan oleh Facebook. Sehingga saya pun mencobanya beberapa waktu yang lalu.
Hasilnya mengejutkan. Saya mencoba mengirim dari salah satu alamat surel yang terdaftar di Facebook ke alamat surel yang berdomain facebook.com ini. Ternyata surel tersebut masuk ke kotak pesan Facebook. Artinya jika saya tidak mengakses Facebook atau tidak menggunakan aplikasi Facebook sepanjang waktu (real time) di ponsel cerdas, dan mematikan fitur notifikasi Facebook (yang menjengkelkan itu), maka saya tidak akan pernah mengetahui bahwa saya mendapat kiriman surel.
Saya rasa keseluruhan ide awal Facebook tidaklah buruk, namun implementasinya sama sekali tidak bagus.
Beruntung tampaknya Facebook masih memiliki fitur untuk mengembalikan atau menayangkan kembali data alamat surel yang ingin kita tampilkan dan menyembunyikan alamat surel dari Facebook tersebut. Cukup dengan menyunting setelan pada bagian informasi (bilah info kontak), dan alamat surel asali bisa ditampilkan kembali.
Jika Anda bingung, maka video (amatir) di bawah ini mungkin bisa membantu.
Nah, dengan ini saya tidak akan perlu khawatir jika surel yang dikirimkan dari yang menemukan alamat surel saya di halaman Facebook akan salah alamat atau gagal terkirim (sebagaimana wajarnya). Semoga di masa mendatang tidak diubah secara sepihak lagi oleh Facebook.
Mycetoma, kromoblastomikosis, dan sporotrikosis adalah tiga infeksi jamur dalam yang masuk lewat luka kecil di kulit petani dan pekerja kebun. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, dan tata laksananya berdasarkan panduan WHO SEARO, dilengkapi kasus nyata kromoblastomikosis dari Sumba yang menyingkap kesenjangan diagnosis di Indonesia timur.
Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan