Beberapa waktu lalu, Facebook secara sepihak mengubah alamat email yang ditampilkan pada halaman info pemilik akun menjadi alamat email berdomain facebook.com, saya dengar ini disebabkan adanya kebijakan penyeragaman di Facebook. Sebenarnya ini adalah isu lawas, meskipun banyak yang protes karena menganggap Facebook melanggar privasi, namun sepertinya kebijakan ini tidak berubah.
Pada awalnya saya tidak terlalu peduli, namun hanya sedikit penasaran karena tidak jelas bagaimana sistem surel/email ini bekerja. Saya mendengar ada beberapa orang yang tidak pernah mendapatkan surel yang dikirimkan padanya melalui alamat surel yang disediakan oleh Facebook. Sehingga saya pun mencobanya beberapa waktu yang lalu.
Hasilnya mengejutkan. Saya mencoba mengirim dari salah satu alamat surel yang terdaftar di Facebook ke alamat surel yang berdomain facebook.com ini. Ternyata surel tersebut masuk ke kotak pesan Facebook. Artinya jika saya tidak mengakses Facebook atau tidak menggunakan aplikasi Facebook sepanjang waktu (real time) di ponsel cerdas, dan mematikan fitur notifikasi Facebook (yang menjengkelkan itu), maka saya tidak akan pernah mengetahui bahwa saya mendapat kiriman surel.
Saya rasa keseluruhan ide awal Facebook tidaklah buruk, namun implementasinya sama sekali tidak bagus.
Beruntung tampaknya Facebook masih memiliki fitur untuk mengembalikan atau menayangkan kembali data alamat surel yang ingin kita tampilkan dan menyembunyikan alamat surel dari Facebook tersebut. Cukup dengan menyunting setelan pada bagian informasi (bilah info kontak), dan alamat surel asali bisa ditampilkan kembali.
Jika Anda bingung, maka video (amatir) di bawah ini mungkin bisa membantu.
Nah, dengan ini saya tidak akan perlu khawatir jika surel yang dikirimkan dari yang menemukan alamat surel saya di halaman Facebook akan salah alamat atau gagal terkirim (sebagaimana wajarnya). Semoga di masa mendatang tidak diubah secara sepihak lagi oleh Facebook.
Aturan stablecoin OJK ditargetkan Januari 2027, BYD bocorkan desain robot humanoid, dan Nobel Kedokteran 2026 untuk optogenetika. Refleksi pekan 5–11 Oktober.
Neuritis optik adalah radang saraf penglihatan yang membuat satu mata buram mendadak dan nyeri saat digerakkan. Kenali gejala, pemeriksaan MRI, terapi steroid, hubungannya dengan multipel sklerosis, dan kapan harus segera ke dokter.
Disartria adalah gangguan motorik bicara akibat kelemahan otot yang memengaruhi pelafalan, sering terjadi pasca-stroke dan pada pasien Parkinson serta ALS. Terdapat tujuh subtipe disartria yang memiliki penyebab dan karakteristik berbeda. Penanganan terapi wicara masih terbatas di Indonesia, terutama di daerah dengan prevalensi stroke tinggi.
Pemerintah mencairkan Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan lewat PMK 73/2026. Apa yang resmi, apa yang belum dijawab, dan apa artinya bagi layanan JKN.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan