A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Semalam ada sebuah surat elektronik masuk pada perangkat genggam BlackBerry saya, isinya berupa notifikasi ada yang malukan tag (penandaan) akun saya pada situs jejaring sosial Facebook. Tentu saja saya merasakan sesuatu yang aneh, seharusnya semua notifikasi dari Facebook (yang juga sudah diminimalkan) akan terkirim melalui aplikasi Facebook terintegrasi dalam perangkat BlackBerry, dan bukannya via surat elektronik.

Baru melihat sekilas saja saya langsung tahu bahwa ini adalah scam (penipuan), namun karena penasaran, saya membiarkannya masuk ke dalam klien surat elektronik saya di komputer. Dan melihat seperti apa sebenarnya strukturnya.

Kalau dilihat lebih jauh, ini sepertinya penipuan kelas bawah. Perhatikan gambar berikut.

Ada beberapa tanda bahwa ini adalah surel scam:

  1. Pengirim: meski dikatakan dari Facebook, namun alamat surel pengirimnya menggunakan domain yang bukan domain milik Facebook;
  2. Subjek: ditandai bahwa dikirim oleh seseorang yang bahkan namanya tidak ada dalam daftar teman saya, sangat jelas bahwa setelan privasi facebook tidak mengijinkan akun di luar jaringan melakukan penandaan (tag) pada akun saya;
  3. Penerima: jika asli seharusnya nama penerima adalah saya, namun di sini dibuat undisclosed-recipients yang menandakan pengirim tidak ingin mengetahui siapa saja yang menerimanya. Ini khas pada scam mengirim sebuah surel penipuan ke banyak alamat akun sekaligus – bahkan mungkin juga pada mereka yang tidak memiliki akun di Facebook;
  4. Isi: Sepintas isinya mirip dengan notifikasi yang sering dikirimkan oleh Facebook via surel, namun jika diperhatikan ada beberapa kejanggalan – misalnya isi tidak sesuai dengan subjek – silakan dibaca sendiri. Lalu pranala/taut yang diberikan dengan menggunakan layangan kursor, saya menemukan bahwa taut tersebut tidak menuju Facebook namun ke sebuah situs lain. Ini umum dilakukan scam & phising email, mencoba membawa seseorang ke situs web tertentu.

Dan yang terakhir adalah surel ini dikirimkan ke alamat surel saya tidak dihubungkan dengan Facebook. Saya sih senyum-senyum saja, yah ada penipu amatiran di dunia maya yang mungkin baru belajar. Tapi kalau sampai ada yang tertipu dengan surel notifikasi aspal semacam ini, bisa dibilang “kebangetan”.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
  • Sebelum Kelas Pertama Dibuka: Cara Kemenkes Menimbang Program Studi Kesehatan Baru
    Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

17 tanggapan

  1. Avatar imadewira

    Tapi bagi pengguna email awam, masih bisa tertipu bli. Sebenarnya dan pada dasarnya, kita sudah bisa curiga kalau email yang dikirim ke kita isinya agak aneh. Atau gampangnya, kalau kita tidak ngerti maksudnya, ya sudah hapus saja.

    Beberapa orang yang saya ketahui, biasanya memiliki rasa ingin tahu, begitu melihat link langsung main klik saja, hehe.

    1. Avatar Cahya

      Itulah mengapa virus sering nyebar via Facebook :D.

  2. Avatar Melvin
    Melvin

    biasanya, ini e-mail yang memancing korban masuk ke link tersebut. dan link tersebut akan membawa kita ke web login facebook yang palsu (phising). tanpa sadar, e-mail dan password tercatat dan akan di hack 🙁
    hati2 juga lho sama website facebok.com (o nya cuma satu) 😀

    1. Avatar Cahya

      Melvin, he he…, makanya pasang banyak pengaya untuk mengenali penipuan, tapi biasanya kalau fasilitas surelnya sudah bagus, pasti ada peringatan :).

  3. Avatar Sugeng
    Sugeng

    Gak di SMS, gak di email sekarang banyak bergentayangan penipuan model begini. Sama seperti ladeva, saya sendiri bingung dengan tujuan dari penipuan model ini. Sama dengan model penipuan SMS model “kirimkan saja ke rekening …….” kalau dibilang bahwa kita membalas SMS itu langsung kesedot pulsa saya juga gak percaya.

    Hm….. gak tahulah aku 😕

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    1. Avatar Cahya

      Paling aman sih sebenarnya jangan diacuhkan saja :).

  4. Avatar Joko Sutarto

    Dari baca address emailnya saja sudah langsung ketahuan kalau itu email gadungan, pemberitahuan palsu. Jadi sebetulnya, benar seperti kata Mas Cahya, cukup mudah buat mengidentifikasinya antara email asli dan palsu.

    Hem, jadi ingat teman saya yang kena phising via Facebook. Teman saya dengan polosnya meninggalkan passwordnya seperti permintaan pelakunya. Hasilnya, akun Facebooknya langsung diambil alih oleh pelakunya. Tidak hanya itu saja, emailnya di Yahoo diambil alih pula. Password langsung diubah. Karena ndilalah passwordnya sama.

    1. Avatar Cahya

      Wah, itu namanya naas Pak, kalau sudah begitu kadang bukan hanya si korban saja yang terancam, koneksinya kan juga bisa terancam.

  5. Avatar Andhy
    Andhy

    banyak yang seperti itu, ada juga yang suruh klik foto dengan tujuan dia ikut kontes supaya menang.
    males nanggepi seperti itu haha

    1. Avatar Cahya

      Mas Andhy, kalau fotonya memang bagus ya saya dukung, tapi kalau ada yang lebih bagus, ya saya dukung yang lebih bagus :lol:.

  6. Avatar gadgetboi

    jangan salah loh, kadang kala kalau lengah sedikit, kita yang sudah pengalaman pun akan terjebak oleh penipu amatiran seperti ini 😀

    1. Avatar Cahya

      Mas Rangga, makanya selalulah curiga, dan gunakan prinsip, “its not that I don’t trust you, but I don’t trust anyone” – saat menerima pesan apapun dari dunia maya :D.

  7. Avatar @dhanz_ztya

    mungkin itu memang phising mas, dulu marak bgt pas rame-ramenya mafia war, xixi

    1. Avatar Cahya

      He he…, saya sendiri tidak pakai app lagi di jejaring sosial, ya karena menghindari hal-hal seperti ini.

  8. Avatar ladeva

    Cahya, aku sering bingung dech dengan isi penipuan kayak gitu. Itu tujuannya untuk me-leading kita ngeklik link mereka, kan? Nah kalau kita gak suka ya kita tinggal tutup. I mean, itu tujuan realnya apa ya? *beneran bingung* sama seperti hoax. Tujuan menipu menyebarkan berita bohong itu apa? Apa ada tujuan finansial?

    1. Avatar Cahya

      Deva, motif pastinya saya tidak tahu, bisa iseng, bisa jadi memang menargetkan keuntungan pribadi. Phising dan scam agak berbeda dengan hoax, karena phising biasanya sengaja dilepas untuk meraup keuntungan, terutama yang bersifat finansial dengan mengandalkan clickjacking, coba baca di Top 5 Cybernet Threats, mungkin penjelasannya akan lebih pas.

      Kalau hoax kan berita paslu yang menyebar, kadang lebih banyak karena ketidaktahuan, keisengan, kekhawatiran atau kebanggaan – lebih personal dan berusaha menyebarkan sebuah pencitraan tertentu untuk mendukung ataupun menekan pihak-pihak tertentu.

      1. Avatar ladeva

        Got it! Thank u, RI-1 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca