Semalam ada sebuah surat elektronik masuk pada perangkat genggam BlackBerry saya, isinya berupa notifikasi ada yang malukan tag (penandaan) akun saya pada situs jejaring sosial Facebook. Tentu saja saya merasakan sesuatu yang aneh, seharusnya semua notifikasi dari Facebook (yang juga sudah diminimalkan) akan terkirim melalui aplikasi Facebook terintegrasi dalam perangkat BlackBerry, dan bukannya via surat elektronik.
Baru melihat sekilas saja saya langsung tahu bahwa ini adalah scam (penipuan), namun karena penasaran, saya membiarkannya masuk ke dalam klien surat elektronik saya di komputer. Dan melihat seperti apa sebenarnya strukturnya.
Kalau dilihat lebih jauh, ini sepertinya penipuan kelas bawah. Perhatikan gambar berikut.
Ada beberapa tanda bahwa ini adalah surel scam:
Pengirim: meski dikatakan dari Facebook, namun alamat surel pengirimnya menggunakan domain yang bukan domain milik Facebook;
Subjek: ditandai bahwa dikirim oleh seseorang yang bahkan namanya tidak ada dalam daftar teman saya, sangat jelas bahwa setelan privasi facebook tidak mengijinkan akun di luar jaringan melakukan penandaan (tag) pada akun saya;
Penerima: jika asli seharusnya nama penerima adalah saya, namun di sini dibuat undisclosed-recipients yang menandakan pengirim tidak ingin mengetahui siapa saja yang menerimanya. Ini khas pada scam mengirim sebuah surel penipuan ke banyak alamat akun sekaligus – bahkan mungkin juga pada mereka yang tidak memiliki akun di Facebook;
Isi: Sepintas isinya mirip dengan notifikasi yang sering dikirimkan oleh Facebook via surel, namun jika diperhatikan ada beberapa kejanggalan – misalnya isi tidak sesuai dengan subjek – silakan dibaca sendiri. Lalu pranala/taut yang diberikan dengan menggunakan layangan kursor, saya menemukan bahwa taut tersebut tidak menuju Facebook namun ke sebuah situs lain. Ini umum dilakukan scam & phising email, mencoba membawa seseorang ke situs web tertentu.
Dan yang terakhir adalah surel ini dikirimkan ke alamat surel saya tidak dihubungkan dengan Facebook. Saya sih senyum-senyum saja, yah ada penipu amatiran di dunia maya yang mungkin baru belajar. Tapi kalau sampai ada yang tertipu dengan surel notifikasi aspal semacam ini, bisa dibilang “kebangetan”.
Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tapi bagi pengguna email awam, masih bisa tertipu bli. Sebenarnya dan pada dasarnya, kita sudah bisa curiga kalau email yang dikirim ke kita isinya agak aneh. Atau gampangnya, kalau kita tidak ngerti maksudnya, ya sudah hapus saja.
Beberapa orang yang saya ketahui, biasanya memiliki rasa ingin tahu, begitu melihat link langsung main klik saja, hehe.
biasanya, ini e-mail yang memancing korban masuk ke link tersebut. dan link tersebut akan membawa kita ke web login facebook yang palsu (phising). tanpa sadar, e-mail dan password tercatat dan akan di hack 🙁
hati2 juga lho sama website facebok.com (o nya cuma satu) 😀
Gak di SMS, gak di email sekarang banyak bergentayangan penipuan model begini. Sama seperti ladeva, saya sendiri bingung dengan tujuan dari penipuan model ini. Sama dengan model penipuan SMS model “kirimkan saja ke rekening …….” kalau dibilang bahwa kita membalas SMS itu langsung kesedot pulsa saya juga gak percaya.
Dari baca address emailnya saja sudah langsung ketahuan kalau itu email gadungan, pemberitahuan palsu. Jadi sebetulnya, benar seperti kata Mas Cahya, cukup mudah buat mengidentifikasinya antara email asli dan palsu.
Hem, jadi ingat teman saya yang kena phising via Facebook. Teman saya dengan polosnya meninggalkan passwordnya seperti permintaan pelakunya. Hasilnya, akun Facebooknya langsung diambil alih oleh pelakunya. Tidak hanya itu saja, emailnya di Yahoo diambil alih pula. Password langsung diubah. Karena ndilalah passwordnya sama.
Mas Rangga, makanya selalulah curiga, dan gunakan prinsip, “its not that I don’t trust you, but I don’t trust anyone” – saat menerima pesan apapun dari dunia maya :D.
Cahya, aku sering bingung dech dengan isi penipuan kayak gitu. Itu tujuannya untuk me-leading kita ngeklik link mereka, kan? Nah kalau kita gak suka ya kita tinggal tutup. I mean, itu tujuan realnya apa ya? *beneran bingung* sama seperti hoax. Tujuan menipu menyebarkan berita bohong itu apa? Apa ada tujuan finansial?
Deva, motif pastinya saya tidak tahu, bisa iseng, bisa jadi memang menargetkan keuntungan pribadi. Phising dan scam agak berbeda dengan hoax, karena phising biasanya sengaja dilepas untuk meraup keuntungan, terutama yang bersifat finansial dengan mengandalkan clickjacking, coba baca di Top 5 Cybernet Threats, mungkin penjelasannya akan lebih pas.
Kalau hoax kan berita paslu yang menyebar, kadang lebih banyak karena ketidaktahuan, keisengan, kekhawatiran atau kebanggaan – lebih personal dan berusaha menyebarkan sebuah pencitraan tertentu untuk mendukung ataupun menekan pihak-pihak tertentu.
Tinggalkan Balasan