Facebook memiliki alat perpesanan populer yang dikenal sebagai Messenger. Saya karena tidak pernah menggunakan perpesanan di Facebook, bahkan ketika Messenger belum lahir, mencoba memasang Messenger di Windows 10 dan melihat pesan yang masuk. Hasilnya sungguh mengagetkan, saya memiliki banyak sekali pesan – ada yang sejak tahun 2010, tidak pernah saya baca – saya bahkan tidak tahu pesan itu ada.
Jadi saya bertanya-tanya, pesan sebanyak ini, kok bisa saya tidak tahu?
Intinya, jika Anda punya teman di Facebook, belum tentu dia akan membaca pesan Anda, bahkan mungkin dia tidak pernah tahu Anda mengirim pesan. Jadi jangan berasumsi pesan yang Anda kirim di Facebook Messenger pasti dibaca oleh penerima. Apalagi jika penerima pesan itu saya.
Yah, ya sudah mau bagaimana lagi. Sistem perpesanan saya yang cukup stabil saat ini adalah WhatsApp, BlackBerry Messenger, dan Telegram. Skype saya masih ada, tapi perjanjian jika hendak mengobrol, maklum saya tinggal di wilayah yang fakir sinyal.
Dan yang selalu standby tentunya adalah surat elektronik. Tidak ada perpesanan yang lebih baik dibandingkan surat elektronik (email) bagi saya.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Messenger memang enak Mas, saya dulu juga suka pakainya. Hanya saja saat itu belum multiplatform, itu sayangnya. Sehingga saya lebih memilih Telegram. Tidak tahu sih sekarang, apa masih banyak yang pakai Messenger. 🙂
Tinggalkan Balasan