Selain blogspot (blogger) dan juga wordpress, masih banyak penyedia jasa blog lainnya. Salah satunya adalah typepad. Karena tidak begitu banyak mengenal mesin blog yang satu ini, saya mencoba bereksperimen dengan membuat satu blog di situ.
Ada dua pilihan dalam membuat blog di typepad, pertama memilih versi pro atau kedua memilih versi micro. Kedua versi mendukung publikasi teks, gambar dan video baik dari web, surel maupun telepon seluler, perbedaannya adalah ruang penyimpanan (storage) pada pro tidak dibatasi sedangkan pada micro terbatas 3 GB, tema blog pada pro mencapai 100 sedangkan pada micro hanya diizinkan 3 saja. Fitur pada pro yang tidak terdapat pada micro adalah kontrol total pada desain blog dan dukungan per orang.
Pertama saya masuk ke halaman beranda typepad di www.typepad.com, di sana ada pilihan apakah akan memilih (mencoba) pro atau micro. Saya tidak tertarik pada yang pro, jadi saya ikut yang micro saja kali ini. Saya memilih opsi “create microblogging now”.
Saya kemudian dibawa ke halaman pendaftaran (halaman masuk bagi yang sudah menjadi anggota), pendaftaran bisa menggunakan alternatif akun jejaring sosial seperti facebook, twitter, google, myspace, yahoo!, AOL/AIM, blogger, live journal, dan sebagainya – namun kali ini saya memilih membuat akun baru saja.
Saya memasukkan nama saya, alamat surel dan sebuah kata kunci. Setelah itu halaman selanjutnya adalah halaman personalisasi. Di mana saya bisa memilih desain blog (termasuk menggunakan gambar saya sendiri), mereka akan menyesuaikan desain secara otomatis. Kemudian saya juga mengisi nama tampilan, dan subdomain yang akan menjadi alamat URL blog saya. Kemudian baru saya masuk ke halaman dashboard.
Karena koneksi internet yang lemot, saya tidak bisa melanjutkan lagi ke tahap selanjutnya. Tapi rasanya tidak akan susah. Apa ada yang memiliki blog di typepad? Bolehlah berbagi kesan-kesannya.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Saya punya akun tumblr kok, memang lebih manis – tapi bedanya tumblr tidak punya pengkategorian pos, tapi ini yang justru memberikannya nilai kebebasan dalam berkreasi/menulis/mengaplikasikan sesuatu.
Awalnya tumblr tidak dilengkapi dengan sistem komentar, tapi untungnya bisa ditambahkan. Saya mencoba dengan IntenseDebate (contoh di sini) dan DISQUS (contoh di sini) – tampaknya ternyata lebih cantik pakai DISQUS he he (maaf), mungkin karena memang punya kerja sama dengan Tumblr ya…
Mesin Tumblr juga terkesan lebih ramah akses dibandingkan dengan TypePad 😀
Pernah juga mampir disana, tapi belum sempat bikin blogx krn saat itu masih aktif di wp dn blggr. Bila melihat preview sepintas, ada baikx mencoba microblogging sbg pengalaman baru. Terimakasih infox tlh menambah khasanah dlm ngeblog.
Saya hanya sekadar mencoba Dok, mungkin penasaran saja, tapi saya rasa akun-nya tidak akan saya gunakan juga kecuali memberi komentar di blog serupa. Lagi pula mesin TypePad juga terkesan agak berat, tapi tidak tahu untuk edisi profesional-nya yang berbayar.
Tinggalkan Balasan