Selain blogspot (blogger) dan juga wordpress, masih banyak penyedia jasa blog lainnya. Salah satunya adalah typepad. Karena tidak begitu banyak mengenal mesin blog yang satu ini, saya mencoba bereksperimen dengan membuat satu blog di situ.
Ada dua pilihan dalam membuat blog di typepad, pertama memilih versi pro atau kedua memilih versi micro. Kedua versi mendukung publikasi teks, gambar dan video baik dari web, surel maupun telepon seluler, perbedaannya adalah ruang penyimpanan (storage) pada pro tidak dibatasi sedangkan pada micro terbatas 3 GB, tema blog pada pro mencapai 100 sedangkan pada micro hanya diizinkan 3 saja. Fitur pada pro yang tidak terdapat pada micro adalah kontrol total pada desain blog dan dukungan per orang.
Pertama saya masuk ke halaman beranda typepad di www.typepad.com, di sana ada pilihan apakah akan memilih (mencoba) pro atau micro. Saya tidak tertarik pada yang pro, jadi saya ikut yang micro saja kali ini. Saya memilih opsi “create microblogging now”.
Saya kemudian dibawa ke halaman pendaftaran (halaman masuk bagi yang sudah menjadi anggota), pendaftaran bisa menggunakan alternatif akun jejaring sosial seperti facebook, twitter, google, myspace, yahoo!, AOL/AIM, blogger, live journal, dan sebagainya – namun kali ini saya memilih membuat akun baru saja.
Saya memasukkan nama saya, alamat surel dan sebuah kata kunci. Setelah itu halaman selanjutnya adalah halaman personalisasi. Di mana saya bisa memilih desain blog (termasuk menggunakan gambar saya sendiri), mereka akan menyesuaikan desain secara otomatis. Kemudian saya juga mengisi nama tampilan, dan subdomain yang akan menjadi alamat URL blog saya. Kemudian baru saya masuk ke halaman dashboard.
Karena koneksi internet yang lemot, saya tidak bisa melanjutkan lagi ke tahap selanjutnya. Tapi rasanya tidak akan susah. Apa ada yang memiliki blog di typepad? Bolehlah berbagi kesan-kesannya.
Mycetoma, kromoblastomikosis, dan sporotrikosis adalah tiga infeksi jamur dalam yang masuk lewat luka kecil di kulit petani dan pekerja kebun. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, dan tata laksananya berdasarkan panduan WHO SEARO, dilengkapi kasus nyata kromoblastomikosis dari Sumba yang menyingkap kesenjangan diagnosis di Indonesia timur.
Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Saya punya akun tumblr kok, memang lebih manis – tapi bedanya tumblr tidak punya pengkategorian pos, tapi ini yang justru memberikannya nilai kebebasan dalam berkreasi/menulis/mengaplikasikan sesuatu.
Awalnya tumblr tidak dilengkapi dengan sistem komentar, tapi untungnya bisa ditambahkan. Saya mencoba dengan IntenseDebate (contoh di sini) dan DISQUS (contoh di sini) – tampaknya ternyata lebih cantik pakai DISQUS he he (maaf), mungkin karena memang punya kerja sama dengan Tumblr ya…
Mesin Tumblr juga terkesan lebih ramah akses dibandingkan dengan TypePad 😀
Pernah juga mampir disana, tapi belum sempat bikin blogx krn saat itu masih aktif di wp dn blggr. Bila melihat preview sepintas, ada baikx mencoba microblogging sbg pengalaman baru. Terimakasih infox tlh menambah khasanah dlm ngeblog.
Saya hanya sekadar mencoba Dok, mungkin penasaran saja, tapi saya rasa akun-nya tidak akan saya gunakan juga kecuali memberi komentar di blog serupa. Lagi pula mesin TypePad juga terkesan agak berat, tapi tidak tahu untuk edisi profesional-nya yang berbayar.
Tinggalkan Balasan