Google kali ini membuat layanan baru di mana pengguna dapat memetakan sendiri kota atau tempat tinggalnya. Layanan ini adalah Google Map Maker, Anda bisa langsung mengunjungi situsnya untuk melihatnya langsung. Google Map Maker bisa membantu Anda menandai lokasi sekolah, tempat bisnis, kantor, tidak hanya dengan titik (poin), namun pembatas dalam peta. Atau mungkin menandai jalur lari pagi setiap hari.
Hanya saja, ada sedikit permasalahan yang cukup esensial, layanan ini meski mendukung bahasa Indonesia dengan baik, namun tampaknya belum mendukung pemetaan di Indonesia. Ya, cukup disayangkan memang,
Untuk dapat melihat seperti bagaimana Map Maker dari Google ini bekerja, berikut adalah rilis video resmi dari Google.
Nah, siapa tahu pemetaan ini segera hadir di Indonesia dalam waktu singkat, dan Anda bisa mulai memetakan sendiri tempat-tempat favorit Anda. Juga mungkin bisa membantu para siswa sekolah belajar ilmu geodesi dasar. Hanya saja saya harap tidak ada yang memetakan tanah milik orang lain sebagai tanahnya sendiri, karena ini sering terjadi di negeri ini.
Gangguan stres akut adalah reaksi berat pada tiga hari hingga satu bulan setelah peristiwa traumatis. Kenali gejala, perbedaannya dengan PTSD, kapan perlu bantuan profesional, dan terapi yang terbukti membantu.
Disentri adalah sindrom ditandai dengan diare berdarah, yang disebabkan oleh bakteri Shigella atau parasit Entamoeba histolytica, menular melalui jalur fecal-oral. Penanganan awal berfokus pada rehidrasi, diikuti dengan terapi antibiotik atau metronidazole. Pencegahan melalui sanitasi dan kebersihan tubuh sangat penting, terutama bagi anak-anak.
Pedoman triase tiga warna di sebuah IGD dikonversi ke CTAS lima level agar selaras dengan modul Pelayanan IGD SATUSEHAT yang meminta kode LOINC 75910-0. Artikel ini menjelaskan proses penyusunan, diagram alir, cara memakai alat triase interaktif, batas adaptasi lokal, dan status draf yang masih menunggu telaah sejawat.
Aturan stablecoin OJK ditargetkan Januari 2027, BYD bocorkan desain robot humanoid, dan Nobel Kedokteran 2026 untuk optogenetika. Refleksi pekan 5–11 Oktober.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
8 tanggapan
Tina Latief
Yang pasti bisa membantu saya yang suka lalai dengan menghafal jalan..
malu bertanya nyasar.. 😀
Kalau tidak ingin tersasar mungkin GPS lebih pas digunakan menurut hemat saya. Biasanya aplikasi Google Latitude atau Waze memiliki fungsi menyimpan lokasi dan jalur perjalanan, sehingga bisa ditelusuri kembali. CMIIW.
Tinggalkan Balasan