Belakangan ini saya tidak begitu aktif menggunakan layanan FourSquare, mungkin karena repot dan tidak begitu ramah pada ponsel Symbian saya. Lagi pula lokasi-nya tidak selalu tepat, apalagi banyak yang melompat-lompat, hei…, bagaimana mungkin mereka tiba-tiba ada di Slovakia sementara baru saja sejam yang lalu nongkrong di angkringan sebelah?
Banyaknya lokasi fiksi di layanan dengan nama pendek 4sq ini membuat saya agak enggan menggunakannya, dan juga banyak sekali nama-nama tempat yang sebenarnya sama, namun tidak tampak sama. Ini disebabkan oleh pengguna yang kurang melek teknologi 4sq, ha ha…, mungkin termasuk saya sendiri.
Jadi, how if I’m going to the Moon? Mungkin di layanan FourSquare sudah ada nama tempat seperti itu.
Alternatifnya, saya lebih suka menggunakan Google Latitude. Karena di ponsel saya lebih terintegrasi dengan Google Maps. Selama GPS pada ponsel (baik yang berbasis Symbian maupun Androids) memiliki presisi cukup baik, maka kita bisa melihat dengan baik posisi-posisi di peta dengan cukup jelas.
Anda juga bisa mengukur panjang/jarak perjalanan yang telah Anda lakukan selama ini, dan seberapa jauh lagi hingga Anda “tiba di bulan”. Mungkin hanya sekadar kiasan, tapi bagi mereka yang gemar bepergian, saya rasa ini sangat menarik. Apalagi pemetaan Google bisa dibangun oleh pengguna, silakan membaca “Membuat Peta dengan Google Maps – Advanced” oleh Bli Andi.
Penjelajahan map juga memberikan gambaran yang detil, dengan pula dengan arsip yang dihasilkan. Jadi kita dapat melihat lagi, lokasi-lokasi dan peta perjalanan kita pada masa lalu. Seandainya jika kita bertanya, di mana saya setahun yang lalu saat saya seharusnya di tempat ini? Maka Latitude yang disetel dengan baik dapat memberikan jawaban untuk itu.
Dan jika ada yang bertanya pada saya, “sedang di mana?” – maka saya akan memintanya melihat peta di bawah:
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Satu tanggapan
suzannita
Jadi bagaimana saya bisa sampai ke bulan ya *thingking*
Tinggalkan Balasan