A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Belakangan ini saya tidak begitu aktif menggunakan layanan FourSquare, mungkin karena repot dan tidak begitu ramah pada ponsel Symbian saya. Lagi pula lokasi-nya tidak selalu tepat, apalagi banyak yang melompat-lompat, hei…, bagaimana mungkin mereka tiba-tiba ada di Slovakia sementara baru saja sejam yang lalu nongkrong di angkringan sebelah?

Banyaknya lokasi fiksi di layanan dengan nama pendek 4sq ini membuat saya agak enggan menggunakannya, dan juga banyak sekali nama-nama tempat yang sebenarnya sama, namun tidak tampak sama. Ini disebabkan oleh pengguna yang kurang melek teknologi 4sq, ha ha…, mungkin termasuk saya sendiri.

Jadi, how if I’m going to the Moon? Mungkin di layanan FourSquare sudah ada nama tempat seperti itu.

Google Latitude Dashboard

Alternatifnya, saya lebih suka menggunakan Google Latitude. Karena di ponsel saya lebih terintegrasi dengan Google Maps. Selama GPS pada ponsel (baik yang berbasis Symbian maupun Androids) memiliki presisi cukup baik, maka kita bisa melihat dengan baik posisi-posisi di peta dengan cukup jelas.

Anda juga bisa mengukur panjang/jarak perjalanan yang telah Anda lakukan selama ini, dan seberapa jauh lagi hingga Anda “tiba di bulan”. Mungkin hanya sekadar kiasan, tapi bagi mereka yang gemar bepergian, saya rasa ini sangat menarik. Apalagi pemetaan Google bisa dibangun oleh pengguna, silakan membaca “Membuat Peta dengan Google Maps – Advanced” oleh Bli Andi.

Penjelajahan map juga memberikan gambaran yang detil, dengan pula dengan arsip yang dihasilkan. Jadi kita dapat melihat lagi, lokasi-lokasi dan peta perjalanan kita pada masa lalu. Seandainya jika kita bertanya, di mana saya setahun yang lalu saat saya seharusnya di tempat ini? Maka Latitude yang disetel dengan baik dapat memberikan jawaban untuk itu.

Dan jika ada yang bertanya pada saya, “sedang di mana?” – maka saya akan memintanya melihat peta di bawah:

http://www.google.com/latitude/apps/badge/api?user=-5574906012195662583&type=iframe&maptype=hybrid&z=5&hl=id

Ha ha…, kurang jelas, yah tentu saja ada beberapa trik untuk itu.

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. Avatar suzannita
    suzannita

    Jadi bagaimana saya bisa sampai ke bulan ya *thingking*

    kalau Cahya ada caranya saya ngikut ya 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca