Sementara ini saya masih disibukkan dengan menyelesaikan paper saya mengenai endokrinologi pada kehamilan. Dan masih bergumam dengan banyak sekali bahan yang belum bisa saya bagi dengan merata, sehingga saya tidak bisa banyak menulis lagi dan beraktivitas di Internet. Tentu saja ada hal-hal lain yang tidak bisa saya selesaikan dengan segera, padahal sudah dikejar target pada April ini.
Hari-hari belakangan ini dipenuhi dengan cucian yang belum diurus, ban motor yang masih bocor, dan seduhan bergilir antara secangkir kopi hangat pada siang hari & segelas cokelat hangat pada malam hari. Sering kali bangun kesiangan karena sudah teramat lelah pada malam harinya.
Hal pertama adalah, beberapa waktu lalu ada galat pada keamanan blog ini, sehingga saya memutuskan untuk tidak menulis hingga galat tersebut diatasi:
Kemudian sepertinya jumlah spam tidak begitu banyak, dan saya belum merasa perlu menyalakan CAPTCHA. Tapi entahlah akhir tahun nanti. Sementara setelah Disqus dilepas, tampaknya memang ada peningkatan jumlah spam, meski tidak terlalu menyolok:
Yang mungkin sudah dicicipi juga adalah versi teranyar peramban Mozilla Firefox 4. Saya rasa cukup elegan, tapi tidak banyak unsur kejutan. Maksudnya, memang itulah yang diharapkan dari Firefox terbaru, Acidtest3 mungkin tidak akan melebihi Safari dan kecepatan mungkin masih kalah dengan Internet Explorer 9, tapi masalah keamanan mungkin Firefox masih di tangga teratas:
Kabar lain adalah saya juga berhasil membuat modem Huawei E220 menjadi lebih stabil lagi. Saya belum mengalami putus koneksi setelah menambahkan (dengan tanpa sengaja) sekat konduktor pada sambungannya. Sekarang tidak perlu khawatir lagi modem ini akan putus di tengah jalan:
Saya juga sempat mengajukan beberapa usul pada pembangunan beberapa pengaya untuk wordpress. Beberapa usul saya diterima dengan baik oleh pengembang, salah satunya adalah oleh pengembangan pengaya wp-useragent:
Saya mungkin tidak bisa membaca beberapa blog lagi belakangan ini secara langsung, karena hanya berbukit teks berbahasa asing yang mesti saya cerna untuk menyelesaikan tugas-tugas. Dan akhirnya saya juga tidak bisa berakhir pekan dengan nyaman lagi tampaknya. Dan ini sudah waktunya lagi untuk secangkir kopi hangat.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Antokoe, mungkin karena posisi tab-nya ya? Tapi karena mesinnya masih pakai Gecko, jadinya secara total masih beda dengan Chrome, meski tweaking-nya ndak kalah sama sekali :).
Mbak Zee, saya rasa kadar stress saya sudah melebihi ambang batas yang bisa ditoleransi, he he…, kalau hanya stres saja sih ndak masalah, asal ndak berlanjut ke depresi :lol:.
Tinggalkan Balasan