A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sementara ini saya masih disibukkan dengan menyelesaikan paper saya mengenai endokrinologi pada kehamilan. Dan masih bergumam dengan banyak sekali bahan yang belum bisa saya bagi dengan merata, sehingga saya tidak bisa banyak menulis lagi dan beraktivitas di Internet. Tentu saja ada hal-hal lain yang tidak bisa saya selesaikan dengan segera, padahal sudah dikejar target pada April ini.

Hari-hari belakangan ini dipenuhi dengan cucian yang belum diurus, ban motor yang masih bocor, dan seduhan bergilir antara secangkir kopi hangat pada siang hari & segelas cokelat hangat pada malam hari. Sering kali bangun kesiangan karena sudah teramat lelah pada malam harinya.

Hal pertama adalah, beberapa waktu lalu ada galat pada keamanan blog ini, sehingga saya memutuskan untuk tidak menulis hingga galat tersebut diatasi:

Galat Keamanan

Kemudian sepertinya jumlah spam tidak begitu banyak, dan saya belum merasa perlu menyalakan CAPTCHA. Tapi entahlah akhir tahun nanti. Sementara setelah Disqus dilepas, tampaknya memang ada peningkatan jumlah spam, meski tidak terlalu menyolok:

Yang mungkin sudah dicicipi juga adalah versi teranyar peramban Mozilla Firefox 4. Saya rasa cukup elegan, tapi tidak banyak unsur kejutan. Maksudnya, memang itulah yang diharapkan dari Firefox terbaru, Acidtest3 mungkin tidak akan melebihi Safari dan kecepatan mungkin masih kalah dengan Internet Explorer 9, tapi masalah keamanan mungkin Firefox masih di tangga teratas:

Firefox 4

Kabar lain adalah saya juga berhasil membuat modem Huawei E220 menjadi lebih stabil lagi. Saya belum mengalami putus koneksi setelah menambahkan (dengan tanpa sengaja) sekat konduktor pada sambungannya. Sekarang tidak perlu khawatir lagi modem ini akan putus di tengah jalan:

Modem Huawei E220

Saya juga sempat mengajukan beberapa usul pada pembangunan beberapa pengaya untuk wordpress. Beberapa usul saya diterima dengan baik oleh pengembang, salah satunya adalah oleh pengembangan pengaya wp-useragent:

wp-useragent update

Saya mungkin tidak bisa membaca beberapa blog lagi belakangan ini secara langsung, karena hanya berbukit teks berbahasa asing yang mesti saya cerna untuk menyelesaikan tugas-tugas. Dan akhirnya saya juga tidak bisa berakhir pekan dengan nyaman lagi tampaknya. Dan ini sudah waktunya lagi untuk secangkir kopi hangat.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

7 tanggapan

  1. Avatar Ladeva

    Wah kamu lagi exhausted tingkat tinggi ya? take care Cahya 🙂

    1. Avatar Cahya

      Deva, ha ha…, karena banyak kerjaan saja, sudah biasa kok :).

  2. Avatar suzannita
    suzannita

    selamat menyelesaikan tugas ya pak dokter 😀

  3. Avatar antokoe

    saya sudah pake FF4, simple tp malah mirip Chrome

    1. Avatar Cahya

      Antokoe, mungkin karena posisi tab-nya ya? Tapi karena mesinnya masih pakai Gecko, jadinya secara total masih beda dengan Chrome, meski tweaking-nya ndak kalah sama sekali :).

  4. Avatar zee

    Selesaikan kewajiban dulukah? Tapi tentu saja jangan lupakan sedikit leha-leha agar gak terlalu stress :D.

    1. Avatar Cahya

      Mbak Zee, saya rasa kadar stress saya sudah melebihi ambang batas yang bisa ditoleransi, he he…, kalau hanya stres saja sih ndak masalah, asal ndak berlanjut ke depresi :lol:.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca