Saya kadang masih bingung, ternyata ada saja yang belum bisa/tahu bagaimana caranya mendapatkan lisensi avast! free antivirus yang gratis (dan memang gratis tentunya). Karena akhir tahun ini lisensi berbayar saya sudah habis, maka saya kembali menggunakan versi yang gratis saja, lagi pula Windows 8.1 yang saya gunakan sepertinya sudah jarang dimanfaatkan untuk transaksi daring – saya lebih suka menggunakan mode incognito pada sistem operasi berbasis Linux untuk keamanan data.
Nah, kembali ke topik semula. Avast menyediakan lisensi gratis bagi semua orang yang memasang avast! pada komputer mereka, dalam hal ini yang menggunakan sistem operasi Windows (versi gratis juga tersedia untuk versi Mac OS, Android, dan Linux Home Edition). avast! Free Antivirus adalah versi gratis pada Windows.
Berbeda dengan dulu yang hanya memerlukan nama dan alamat surel untuk mendaftarkan, sekarang terdapat metode tambahan dengan menggunakan akun Facebook – lebih mudah tentunya. Kebetulan, avast merilis video baru untuk seri #avast2014.
Seperti pada video di atas, biasanya setiap kali kita memasang perangkat lunak antivirus yang satu ini. Pasti ada permintaan untuk melakukan registrasi/pendaftaran dalam 30 hari (jika kebetulan terpasang versi bahasa Indonesia, akan lebih mudah dipahami). Tinggal mengikuti alur yang disediakan, maka registrasi bisa diselesaikan tanpa masalah.
Biasanya kesalahan sederhana pengguna produk ini pada awalnya adalah lupa mendaftarkan produk mereka. Jadi setelah 30 hari, tidak lagi terlindungi secara optimal. Biasanya tipe pengguna yang dipasangkan oleh orang lain, atau tidak paham sama sekali masalah komputer.
Lisensi ini bisa dipakai selama setahun, dan bisa diperpanjang kembali secara gratis juga. Hanya saja, memang tidak boleh digunakan pada komputer yang digunakan pada kantor atau tempat kerja di mana unit komputer digunakan untuk kegiatan perkantoran atau produksi, walau pun pada organisasi nirlaba, karena lisensi terbatas pada avast! tidak mengizinkan penggunaan versi gratis untuk ini, tapi tentu saja masih ada antivirus lain yang mengizinkannya – terutama yang bersifat open source.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan