A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa lama ini saya memerhatikan bahwa Disqus tidak bisa diakses dengan baik ketika saya menggunakan Firefox dan Chrome pada Windows. Disqus tidak dapat dibuka bagian komentarnya, kesannya seperti javascript yang diblok. Namun saya tidak berhasil menemukan penyebabnya, karena baik di Linux dan di Windows, saya sama-sama menggunakan setelan peramban yang sama melalui fitur sinkronisasi multiplatform.

Awalnya saya mencurigai sejumlah pengaya seperti Ghostery atau Adblock Plus yang memiliki kemampuan untuk memblok markah tertentu pada halaman web. Tapi kalau saya sudah memastikan semua pengaya tersebut mengizinkan Disqus sebagai aplikasi/markah yang diizinkan.

Saya sempat mengira bahwa ada setelan tertentu dalam aplikasi antivirus atau firewall yang menyebabkan hal ini terjadi. Tapi ternyata, peramban Opera tidak menunjukkan gejala yang sama, artinya setelan yang menyebabkan fenomena ini ada di Firefox atau Chrome.

Ghostery
Ghostery, salah satu pengaya paling ampuh untuk melindungi privasi kita ketika berselancar. Sumber: Ghostery.com

Saya mencoba mematikan pengaya Ghostery pada Firefox, dan hasilnya Disqus kembali tampil seperti sedia kala. Ini berarti memang Ghostery penyebabnya.

Lalu saya mengaktifkan kembali Ghostery, rupanya masalah tadi tidak muncul lagi. Maka saya menduga penyebab semua ini karena adanya cache dari pengaya ini yang tersisa pada peramban, mungkin dulu saat melakukan pembaruan, sejumlah setelan lama (termasuk bug) ikut terbawa.

Artikel Baru Terbit

  • Kaki Gajah yang Tak Sekadar Bengkak: Mengurai Filariasis Limfatik dari Cacing hingga Perawatan Diri
    Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
  • Debu, Bor, dan Bangsal Pasien: Mengelola Risiko Infeksi Selama Konstruksi Rumah Sakit
    Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
  • Kenapa Pindah ke Linux Terasa Sulit di Awal? (dan Siapa yang Justru Cepat Beradaptasi)
    Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
  • Ketika Amarah Pasien Berubah Jadi Ruang Belajar: Menata Keluhan sebagai Bagian dari Mutu Layanan Kesehatan
    Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
  • Apakah Rumah Sakit Wajib Melakukan Penetration Test? Menelusuri Dasar Hukumnya
    Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca