A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Tidak terasa sudah satu bulan sejak saya terakhir kali menulis di blog ini. Mungkin salah satu hiatus paling panjang saya dalam setahun terakhir. Ada banyak sekali yang melatarbelakangi, karena saya sedang tidak ada ide ~ maka ini bisa saya jadikan kisah kali ini. Pertama-tama, saya kehilangan gairah menulis, karena biasanya paling lama hanya satu minggu hiatus, atau jarang mencapai dua minggu, seperti para sensei mangaka, biasanya cuma seminggu hiatus untuk mencari bahan inspirasi.

Ceritanya berkisah dari laptop lawas saya yang biasanya saya gunakan untuk menulis di rumah mengalami masalah tersendat-sendat, sehingga saya harus mengetik di kantor. Padahal kantor sibuknya bukan main, karena saya baru saja digusur posisinya, dari abdi dalem ke among wargo sedoyo, wah, ribet pokoknya. Tapi pas laptop itu mau saya perbaiki, eh malah saya menemukan bahwa harddisk dan memorinya sudah raib entah kemana, sepertinya ada pencuri ulung yang berhasil menggulung itu laptop punya jeroan.

Alhasil, semua manuskrip yang saya buat sejak belasan tahun menjadi hilang di sana. Saya merasa bodoh tidak memasukkan manuskrip itu ke dalam pencadangan awan. Yah, hilang sudah tumpukan inspirasi sejak era Pak Harto masih bertahta, membuat rasanya semua cadangan inspirasi ikut terbawa lari.  Dan malangnya lagi, kamera lawas dan ponsel blackberry lawas saya juga ikut raib bersamaan dengan tragedi itu (saya duga mungkin waktunya bersamaan). Nah, akhirnya saya cuma bisa meratapi, dan hampir saja saya gagal move on seperti para pendukungnya Om Wowo.

Tapi kesibukan tidak membuat saya tetap betah di area yang nirdaya itu. Baik kesibukan dengan urusan kantor yang semakin menjepit, hingga kesibukan dengan seri Nisekoi serta Gun Gale Online cs! Tentu saja oleh yang satu ini juga…

Ya, kami memang tidak mengundang banyak, karena dari serimonial hingga pesta, semua kecil dan sederhana saja. Cukup bersyukur berjalan dengan baik, tanpa halangan bermakna.

Sekarang, saya tinggal di tempat yang baru. Kemarin sempat mengalami deflasi jaringan internet, dari yang biasanya di tempat lama melahap puluhan gigabit per bulan, tempat yang baru sudah merupakan kabar gembira jika sinyal “E” itu muncul, padahal jaringan IM3 yang saya gunakan hanya mau berjalan di mode “H+”. Akhirnya, saat ini jaringan radio RT/RW Net sudah dibetulkan kembali, karena dulu sempat terkendala akibat radionya kurang tinggi, sehingga jaringan Internet bisa bernapas lagi. Dan saya bisa kembali melihat halaman di sini lagi.

Semoga setelah ini, bisa menulis kembali seperti biasa, dan inspirasi baru bisa lahir kembali.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    hehehe … beda dengan saya, saya banyak ide namun males nulis ….

    sampai saat ini saya tidak habis fikir kok bisa yah itu maling hanya mencuri harddisk dengan RAM saja …

    ciee… pamer mau nikah … semoga bahagia menjalani kehidupan yg baru …

    1. Avatar Cahya

      Mungkin saya juga termasuk malas menulis. Tapi malas menulis alasan malas menulis.

      Mungkin karena laptop saya pakai Linux, lalu diberi sandi admin dan kunci bios. Walau diambil tidak bisa dipakai apa-apa. Atau hanya untuk menutupi kapan waktunya terjadi pencurian untuk mengaburkan alibi. Yah, banyak kemungkinan, malas mikir nya.

      Ha ha… acara yo dah kelar Mas. Tapi makasih loh.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca