A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kemarin saya meningkatkan komputer kantor dari Linux Mint 16 Petra ke Mint 17 Qiana, mumpung jaringan Internet sudah diperbaiki jalurnya. Memang kesannya sederhana, setelah beberapa perintah sederhana dari terminal dan mengganti target repo yang dituju, maka proses peningkatan berlangsung otomatis; tapi jeleknya, setelah selesai, malah tidak bisa masuk ke dalam desktop.

Inilah salah satu alasan kenapa saya lebih menyukai RPM yang cuma tinggal lirik dan senyum saja saat melakukan pembaruan dibandingkan DEB.

Setelah mengutak-atik layar tanpa DE selama bermenit-menit dan memilah-milah paket, akhirnya putar halauan menuju desktop XFCE. Biasanya saya sudah hapus semua partisi kalau ada masalah seperti ini, tapi berhubung komputer kantor, maka data-data wajib dipertahankan agar tidak sampai hilang.

Hal yang menyenangkan dari Linux adalah, selama ada koneksi internet via LAN/WLAN, hampir semua jenis kerusakan karena salah pemasangan paket masih bisa dipulihkan, walau tidak bisa masuk ke dalam jendela sistem operasi.

Terminal Xfce
XFCE Mint 17 Qiana

Setelah Xfce bisa dijalankan, kesan saya tidaklah terlalu buruk (dari sisi yang terbiasa menggunakan KDE yang dipoles). Untuk mengerjakan tugas-tugas perkantoran, dan sisi baik dari Xfce karena cukup ringan digunakan pada mesin tua.

Jadi, sampai ada mesin baru, untuk saat ini, mesin tua ini akan menggunakan Xfce, dan sepertinya cukup stabil karena dukungan jangka panjang dari Ubuntu.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

5 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    dipercantiq ke xfce-look.org bli, biar kayak gini 😀 LOL

  2. Avatar gadgetboi

    LOL .. udah ditaro di atas lagi panelnya …

    1. Avatar Cahya

      Lah, memang dulu gimana Mas? Dapatnya sudah begini sih…

      1. Avatar gadgetboi

        ini donlot isoLinuxmint versi XFCE apa cm donlot XFCE saja? … kl versi Linuxmint kan “tradisi”nya sama, sama “experience”nya walau beda DE. selalu di bawah, ada menu (KDE,MintMenu,cinnamon,whiskersMenu,LXDE,dll)

      2. Avatar Cahya

        Ini awalnya Cinnamon, tapi kemudian ditambah DE Xfce Mas. Jadi cinnamon ya masih ada.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca