I hope this message finds you well. I am writing to inform you that I was and will be going on hiatus these months due to unforeseen circumstances. I apologize for any inconvenience this may cause, and I appreciate your understanding.
Reasons for Hiatus:
Laptop Breakdown: Unfortunately, my main Linux laptop has broken down. As a result, I am unable to continue writing and publishing content on my blog. I am actively working on resolving this issue, but it may take some time.
Changes in Health Regulations: The Ministry of Health of Indonesia has recently implemented new regulations regarding Continuing Medical Education (CME) and Continuing Professional Development (CPD) for health professionals. These changes have invalidated most of my old certificates. To comply with the new regulations, I need to obtain new certificates, which is a time-consuming process.
Challenges and Time Constraints:
Obtaining multiple certificates is not inherently difficult, but the administrative process and verification requirements consume a significant amount of time. As a result, I regretfully announce that I won’t be able to write new blog posts during this period.
Commitment to Return:
I am committed to resuming regular content creation as soon as possible. Your support and patience mean a lot to me, and I promise to come back stronger and more informed.
Thank you for being part of my blog community. I appreciate your understanding and look forward to reconnecting with you soon.
Wishing you good health and positivity,
Me, your blogger.
P.S: I don’t stop writing, above is something I did in my free time.
Sejak putusan Dobbs v. Jackson membatalkan hak konstitusional aborsi di AS pada 2022, studi menunjukkan kenaikan kematian bayi dan lonjakan sterilisasi permanen pada dewasa muda, sementara akses aborsi bergeser ke telehealth. Artikel ini juga membedah kerangka hukum aborsi Indonesia dan ASEAN—dari Thailand yang liberal hingga Filipina yang melarang total.
Permenkes 34/2022 tetap menjadi dasar akreditasi puskesmas, klinik, laboratorium, UTD, dan praktik mandiri dokter/dokter gigi. Sejak 2023, standar teknis, lembaga penyelenggara akreditasi (kini konsolidasi via KMK 321/2026), dan tarif survei (KMK 1559/2024) diperbarui signifikan. Fasilitas primer perlu menyesuaikan pilihan LPA dan anggaran survei dengan regulasi terkini.
STARKES 2024 mewajibkan rumah sakit Indonesia menyimulasikan program kesiapsiagaan bencana setiap tahun, berbasis analisis kerentanan bahaya dan self-assessment WHO Hospital Safety Index. Artikel ini merangkum kerangka WHO, HSEEP, dan HICS, tujuh langkah praktis menyelenggarakan simulasi, jenis kode darurat, serta bukti efektivitas latihan bencana rumah sakit terkini.
Penemuan enzim 15-PGDH sebagai penghambat regenerasi tulang rawan memberikan harapan baru dalam terapi osteoartritis. Dengan menghambat enzim ini, sel-sel sendi kembali aktif memproduksi tulang rawan hialin yang sehat, mengurangi nyeri, dan meningkatkan mobilitas. Terapi ini berpotensi menjadi alternatif non-invasif dibandingkan operasi penggantian sendi.
Ruam kulit bukan satu penyakit, melainkan gejala dari puluhan kemungkinan penyebab — infeksi seperti skabies dan tinea, dermatitis, urtikaria, hingga reaksi obat serius seperti Stevens-Johnson syndrome. Artikel ini memetakan kategori penyebab utama serta tanda bahaya yang wajib membuat Anda segera memeriksakan diri, bukan hanya mengandalkan losion anti-gatal dari warung.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Added value-nya ndak terlalu banyak, tidak seperti yang diiklankan. Belum mendukung bahasa Indonesia juga.
Harganya terlalu tinggi, mungkin karena menyasar pasar yang luas. Seandainya pasar nya lebih spesifik, mungkin paketnya bisa dipecah-pecah dengan harga yang lebih bersaing dengan produk lainnya.
Iya.. Harganya bikin mager kalau nanti memperpanjang.. Yg kurasakan adl dy blm bs ngasih yg tepat sesuai dgn kebutuhan kita (krn utk bs kasih yg tepat, dy hrs mengulik data kita juga, makanya perkara privacy jd hal yg dibahas bgt dlm perkembangan AI)..
Aku bener2 aji mumpung pas dpt sebulan free.. Kukira beneran unlimited, ternyata dibatasin juga.. Huehehehe..
Tinggalkan Balasan