A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2015 mengambil tema “Beware! Illegal tobacco” yang kurang lebih bermakna, “Waspada! Tembakau ilegal”. Saya tidak tahu mengapa persisnya, walau kita semua bisa menduga-duga, mengapa organisasi kesehatan sedunia – WHO, memberikan gambaran betapa mengerikannya peredaran tembakau ilegal. Mereka mengintai masyarakat dari tempat-tempat yang tidak bisa kita duga.

Memang gambaran ini akan berbeda di Indonesia, yang saat ini menjadi surga bagi penggemar dan industri tembakau. Cukai yang murah, dan konsumen yang berlimpah, itulah gambaran industri tembakau di Indonesia. Bukankah demikian?

Beware! Illegal Tobacco

Di luar negeri, di negara maju, (sepertinya) industri tembakau adalah industri yang diawasi ketat oleh pemerintah. Cukai yang tinggi, dan tidak bisa dijual sembarangan, tidak bisa dikomersialkan sesuka hati, sehingga tidak ada iklan-iklan rokok yang merona-rona di pelbagai sisi dan sudut jalan seperti di negeri ini. Dan industrai tembakau yang ilegal dianggap sebagai kriminalitas yang berbahaya.

Kita tidak perlu lagi membahas dampak buruk produk industri tembakau seperti rokok (dan yang paling banyak memang sepertinya rokok) bagi kesehatan, baik si perokok itu sendiri, maupun yang terlanjur “sial” oleh karena sosial mendapat bagian dari asap rokok di sekitarnya. Industri tembakau atau rokok ilegal hanya menguntungkan dirinya (dan jaringannya) sendiri, sementara masyarakat dan pemerintah dirugikan akibat masalah kesehatan dan beban biaya kesehatan.

One in every 10 cigarettes, and many other tobacco products, consumed worldwide are illegal, making the illicit trade of tobacco products a major global concern from many perspectives, including health, legal, economic, governance and corruption. The tobacco industry and criminal groups are among those who profit from the illegal tobacco trade, leaving the public to pay the health and security costs. Ratification by governments of the Protocol to Eliminate Illicit Trade in Tobacco Products is necessary to respond to the financial, legal and health impacts of the illicit trade of tobacco products. The public, academia and other sectors can take action by urging their lawmakers to make their countries Parties to the Protocol.

Anda boleh mengatakan mungkin ini isu politik, toh rokok sudah ada sejak dulu sebelum industri rokok ada. Hanya saja itu tidak menutup dampaknya bagi kesehatan. Kepedulian dunia kesehatan adalah dampak buruk produk tembakau seperti rokok pada kesehatan masyarakat, baik secara individu ataupun keseluruhan, bahkan mungkin secara sosio-ekonomi.

Sindiran kecil seperti mampu membeli rokok setiap hari, namun enggan melindungi diri dalam asuransi kesehatan seperti bisa ditemukan sepanjang waktu sejak Indonesia mencoba menanamkan program universal health coverage. Masyarakat diajak sadar bahwa kesehatan itu berharga, dan layaknya dilindungi, tentunya bukan hanya sekadar wacana.

Hari tanpa tembakau sedunia mungkin hanyalah sebuah hari di setiap tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Bisa dikatakan momentum, bisa dikatakan sekadar mengangkat wacana, namun masa depan, hanya kita yang bisa mengubahnya. Karena itulah, mari kita renungkan kembali, permasalahan tembakau di negeri ini

Artikel Baru Terbit

  • Membaca Demam yang Tak Kunjung Turun: Peta Lengkap Pemeriksaan Penunjang Demam Tifoid
    Diagnosis demam tifoid bertumpu pada pemeriksaan yang lambat namun akurat, atau cepat namun meleset. Artikel ini membedah kultur darah, kultur sumsum tulang, Widal, Tubex, Typhidot, dan PCR — sensitivitas, spesifisitas, teknik pengambilan sampel, serta cara membacanya bersama probabilitas pra-uji agar antibiotik tidak diberikan sia-sia.
  • What the Elder Leaves Unsaid
    What does a wise elder truly leave the young? Not rules, but roots. Drawing from Wulangreh, Kalatidha, Confucius, Laozi, Rumi, the Dhammapada, and Marcus Aurelius, this essay follows a bronze-caster and his apprentice toward one quiet truth: the deepest teaching asks to be forgotten, so the student can call it their own.
  • The Empu’s Three Counsels
    A Javanese keris-smith teaches his apprentice that mind, heart, and instinct are not rivals for a single throne but three voices folded into one blade through practice. Drawing on Stoicism, Sufism, Taoism, the Gita, and Javanese rasa, this essay argues the true answer is formation, not choice — a self patient enough to let all three disagree until they forge something stronger together.
  • SADARI: Periksa Payudara Sendiri, Apa Kata Bukti Ilmiah Terbaru?
    SADARI membantu perempuan mengenali kondisi normal payudaranya sendiri, meski uji klinis besar menunjukkan metode ini tak terbukti menurunkan angka kematian akibat kanker payudara. Di Indonesia, dengan akses mamografi yang masih terbatas, SADARI tetap bernilai sebagai langkah kewaspadaan awal—asalkan selalu diikuti pemeriksaan klinis profesional saat ditemukan kelainan, bukan sebagai pengganti skrining medis sesungguhnya.
  • The TAME Trial: Bisakah Obat Diabetes Lawas Memperpanjang Usia Manusia?
    Metformin, obat diabetes murah berusia puluhan tahun, tengah diuji lewat TAME trial untuk mengetahui apakah ia bisa memperlambat penuaan biologis dan menunda penyakit terkait usia. Bukti dari hewan menjanjikan, tetapi bukti manusia masih observasional. Pakar sepakat: terlalu dini merekomendasikan metformin untuk anti-penuaan pada orang sehat; gaya hidup sehat tetap strategi utama.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca