A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kita tahu bahwa mencuci tangan bisa membantu menjaga kesehatan secara umum, tapi bagaimana dengan mencuci tangan bisa menyelamatkan nyawa dari Ebola? Dalam istilah aslinya, hand hygiene bermakna higienitas (kebersihan dari pelbagai kuman dan partikel yang mengganggu kesehatan) tangan menjadi suatu standar yang memberikan gambaran target dari suatu aktivitas menjaga kebersihan tangan. Sedangkan ketika beralih ke dalam bahasa Indonesia, memang terasa mengalami penyempitan makna menjadi sekadar cuci tangan.

Oleh karena mencuci tidak selalu identik dengan higienis, maka yang awalnya bermakna target menjadi teralihkan maknanya sebagai proses. Namun dunia kesehatan saya rasa akan selalu menekannya, bahwa proses yang baik akan menghasilkan hasil yang baik.

Mari kita lihat video berikut…

Video di atas merupakan kegiatan para petugas WHO melihat bagaimana hasil pelatihan yang mereka berikan selama ini.

Hand hygiene action to support containment of the Ebola outbreak has been crucial for all health workers. In Sierra Leone, WHO has supported training on the recommended hand cleansing steps to be performed as well as the products that can be used, monitoring progress with improvement over these months.

Jika kegiatan cuci tangan yang sederhana itu bisa membendung laju penyebaran virus mematikan seperti Ebola, maka tentu saja banyak penyakit yang bisa dicegah penularannya jika kita cermat dan selalu ingat untuk mencuci tangan. Anda dan keluarga mungkin akan lebih jarang direpotkan dengan diare, batuk, cacingan, hingga ke penyakit yang lebih mengkhawatirkan seperti deman tifoid ataupun hepatitis A. Dan biaya untuk berobat sakit-sakit seperti itu bisa ditekan, menghemat biaya kesehatan Anda dan keluarga tentunya.

Ebola adalah salah satu dari banyak penyakit yang penyebarannya dapat dibantu dibendung dengan berkomitmen melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya melalui kegiatan cuci tangan ini.

Cuci Tangan
Anak-anak yang tampak antusias mencuci tangan guna mencegah tertular Ebola. Sumber gambar: oxfamamerica.org.

Anda tidak memerlukan petugas dari badan kesehatan dunia untuk mengingatkan bagaimana melakukan cuci tangan bukan? Mari kita hidup bersih dan sehat.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca