A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Bagi tenaga kesehatan profesional, penelitian menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pun demikian saya tidak bermaksud menyampaikan bahwa yang memisahkan diri dari penelitian secara serta merta menjadi tidak profesional.

Baik ketika Anda bekerja dalam praktik mandiri, di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit, atau di instansi lembaga kesehatan – Anda selalu bisa membuat sebuah penelitian dan menerbitkannya dalam bentuk buku, jurnal atau majalah. Atau Anda bisa menemukan situasi di mana Anda perlu mencari atau mengutip buku, jurnal dan majalah ilmiah untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda.

Mengetahui perbedaan antara buku, jurnal, koran atau majalah ilmiah akan sangat membantu dalam hal ini.

Buku Jurnal, koran, dan majalah
Penjelasan akan sebuah topik secara mendalam dan luas. Mungkin secara mendalam – dan biasanya fokus pada satu topik khusus.
Jeda panjang antara suatu kejadian atau penemuan dengan publikasi sebuah buku. Sehingga menghasilkan:

  • Informasi yang lebih lengkap (penyebab, efek, dan konsekuensi jangka panjang, simpulan yang lebih padat, dsb)
  • Analisis yang lebih mendalam
  • Sudut pandang riwayat yang lebih luas; lebih kaya konteks baik di dalam maupun di luar suatu disiplin ilmu.
Mencakup perkembangan yang baru-baru saja dengan jeda waktu yang pendek. Sehingga menghasilkan:

  • Informasi terkini namun bisa jadi belum lengkap.
  • Menangkap ‘ruh kekinian’ (khususnya koran dan majalah).
  • Jurnal-jurnal penting untuk pelaporan penelitian yang tempo cepat, bersaing, atau diburu waktu.
Mengandung penelitian asli yang bisa meliputi banyak percobaan/eksperimen atau jangka waktu beberapa tahun. Jurnal mengandung penelitian asli dan biasanya fokus pada satu percobaab/eksperimen. Koran dan majalan bisa jadi merujuk pada penelitian-penelitian, namun tidak mengandung penelitian asli.
Sebuah topik terkumpul dan tercakupi dengan lebih baik. Cakupan terbatas tanpa banyak kajian riwayat atau konteks.
Jumlah halaman mencapai seratus bahkan lebih. Jumlah halaman lebih pendek, hanya beberapa ratus kata (artikel koran) hingga sekitar 30 halaman (artikel jurnal).
Dipublikasikan sekali, meskipun edisi yang direvisi dapat diterbitkan kemudian. Terdiri dari volume dan isu-isu yang diterbitkan secara teratur.

 

Jika Anda telah tahu perbedaan antara buku dan jurnal, majalah atau koran ilmiah. Ini akan memudahkan Anda untuk mencari sumber mana yang Anda akan perlukan, atau ke bentuk apa karya tulis ilmiah Anda akan diterbitkan.

 

Sumber/adaptasi dari: Perpustakaan University of Victoria – URI: http://www.uvic.ca/library/

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca