Dalam menilai tumbuh kembang anak, orang tua sering kali melihat apakah anak sudah mulai bisa mengenal warna? Sudah bisa berhitung? Sudah bisa bilang “Mama” atau “Papa”? Ataukah sudah bisa melompat dan mengenal hari? Tentu saja ini tergantung dari usia anak, namun tidak bisa kita pungkiri bahwa, dalam mengamati tumbuh kembang anak, aspek kecerdasan atau intelegensia si buah hati menjadi salah satu perhatian yang ditunggu-tunggu oleh para orang tua – bahkan mungkin dengan sedikit was-was.
Tapi kapankah orang tua bisa menilai perkembangan kecerdasan anak? Ini adalah pertanyaan yang mendasar bagi semua orang.
Dokter dan praktisi klinis tumbuh kembang anak bisa jadi memiliki lebih dari satu metode untuk menilai tumbuh kembang anak, uji Denver (DDST) II misalnya. Yang walaupun saat ini tidak lagi menjadi favorit, dan membuat perusahaan Denver tidak lagi melayani Denver II dan tes terkait sejak Juni 2015 [1. Denver II – URI: http://denverii.com].
Di rumah sendiri, dalam kehidupan sehari-hari, orang tua bisa mengkaji atau menilai tumbuh kembang kecerdasaan sang anak dengan sejumlah metode sederhana. Misalnya memerhatikan pada anak usia 2 – 6 tahun, bagaimana mereka belajar mengetahui dan berinteraksi dengan lingkungan dan orang di sekitarnya.
Video di atas menunjukkan bagaimana orang tua bisa mengenali bahwa anak mereka tumbuh dengan kecerdasan yang wajar pada anak usia 2 – 6 tahun.
Selain mengawasi dengan seksama tumbuh kembang anak di rumah, orang tua juga disarankan untuk mengunjungi dokter atau dokter anak untuk mendapatkan penapisan awal masalah tumbuh kembang pada anak.
Anak yang sering mendengkur, bernapas lewat mulut, dan sering sakit telinga bisa jadi mengalami pembesaran adenoid. Kenali gejala, cara menegakkan diagnosis, pilihan terapi, dan tanda bahaya yang perlu segera diperiksakan.
Disleksia adalah gangguan belajar berbasis neurobiologis yang tidak terkait dengan tingkat kecerdasan dan sering disalahpahami sebagai kemalasan. Deteksi awal dan intervensi berbasis bukti seperti Structured Literacy sangat penting untuk membantu anak disleksia berkembang dengan optimal, mencegah masalah sosial-emosional yang lebih parah.
SpaceX menyepakati pembelian spektrum 800 MHz di AS untuk Starlink Mobile. Apa itu spektrum low-band, dan kenapa operator Indonesia ikut memperhatikan?
Seorang bayi di Surabaya meninggal setelah diduga diberi telur mentah saat demam. Refleksi dan edukasi tentang risiko Salmonella pada bayi baru lahir, tanda bahaya demam, dan cara mencegahnya.
Panduan pemeriksaan koagulasi: PT/INR, aPTT, D-dimer, dan fibrinogen. Kapan perlu, persiapan, cara membaca hasil, serta keterbatasannya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan