A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jika Anda pengguna sistem operasi Microsoft Windows atau Mac OS X, tentu aplikasi perkantoran Microsoft Office merupakan bagian dari keseharian yang sering tidak terpisahkan. Kecuali saya yang walau memiliki laptop dengan Windows 10, namun tidak berisi perangkat lunak Microsoft Office di dalamnya. Rilis terbaru Microsoft Office 2016 memang sudah lama dilempar ke pasar, namun apakah perlu beralih?

Pertama, ada baiknya kita melihat dulu, apakah mesin komputer atau laptop kita siap beralih? Lihat dulu kebutuhannya:

  • Required Processor : 1 gigahertz (Ghz) or faster x86- or x64-bit processor with SSE2
  • Required Operating System : Windows 7 or later, Windows Server 2008 R2, or Windows Server 2012
  • Required Memory: 1 GB RAM (32 bit); 2 GB RAM (64 bit)
  • Required Hard Disk Space: 3.0 GB available disk space
  • Required Display: 1280 x 800 resolution
  • Graphics: Graphics hardware acceleration requires a DirectX 10 graphics card.

Jika laptop atau komputer kita belum memenuhi standar di atas, lupakan saja menggunakan Microsoft Office 2016, gunakan yang lawas saja.

Apakah Anda masih menggunakan Microsoft Office 2003 atau 2007? Uh, maka segera ganti saja!

Jika yang tampak menggunakan Microsoft Office 2010, maka bisa berpikir ulang, karena kemampuan Office 2010 masih sangat mumpuni. Tapi dilihat kali, karena dukungan utama untuk Office 2010 sudah kedaluwarsa, walau untuk dukungan perpanjangan (jika Anda memang memiliki jenis dukungan ini) sampai 13 Oktober 2020. Tapi kebanyakan orang tidak memiliki dukungan ini. Sehingga ada istilah “BIG YES” jika Anda hendak berpindah ke Office yang lebih baru.

Bagi pengguna Mac, mereka mungkin sempat disanjangi oleh Microsoft Office 2011 untuk Mac, dukungannya akan kedaluwarsa pada 10 Oktober 2017, jadi masih ada waktu setahun lagi untuk pikir-pikir pindah, tidak perlu buru-buru, siapa tahu ada produk baru lagi.

Bagi pemegang lisensi Microsoft Office 2013, masa hidup perangkat ini adalah hingga 10 April 2018, masih ada sekitar dua tahun kurang sedikit untuk menikmatinya. Dan extended service hingga 2023, cukup lumayan jika Anda memiliki fitur ini. Sehingga pengguna Microsoft Office 2013 tidak wajib pindah, kecuali memang mengejar trend dan fitur anyar, atau kecuali menggunakan Office 2013 edisi bajakan (non-genuine license).

Jika hendak pindah ke Microsoft Office 2016, perlu dipertimbangkan bahwa masa hidupnya hanya sampai 13 Oktober 2020. Biaya lisensi juga lumayan, untuk edisi rumahan (Word + PowerPoint + Excel  + OneNote) sekitar Rp 1.700.000,00 (atau lebih murah jika ada diskon), hingga versi rumahan plus bisnis sekitar Rp 3.500.000,00. Untuk masa hidup sekitar empat tahun, ini berarti biaya Office ini adalah sekitar Rp 35.000,00 – Rp 73.000,00 per bulan.

Jika Anda memiliki komputer baru dengan Windows 10 dan akan berencana menggunakan komputer yang sama dalam empat lima tahun ke depan, maka pembelian lisensi ini cukup layak dipertimbangkan. Lebih terjangkau dibandingkan menggunakan linsensi Office 365 tentunya (terkait fitur cloud yang mungkin tidak diperlukan/digunakan oleh kebanyakan pengguna di negara kita).

Kunjungi http://aka.ms/office2016new untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai fitur baru di Microsoft Office 2016 sebelum Anda memutuskan untuk membeli lisensinya.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar fadschonberg

    Saya menggunakan Ms. Office 2011 edisi pelajar saja Bli, dulu murah saat ditawari di toko pas promo dan tidak berpikir pindah, Word dan PP nya bagus dan lebih menarik ketimbang yang di windows karena banyaknya pilihan templete, namun sekarang sudah tidak terlalu terpakai lagi semenjak lulus kuliah. Pekerjaan sekarang lebih mengandalkan excel, sementara excel di Mac saya rasa lebih mumpuni yang di Windows.

    1. Avatar Cahya

      Office 2011 memang hanya untuk Mac, kalau belum berencana pindah komputer, maka tidak perlu untuk mencari yang baru :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca