A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apakah Anda sudah bermain Pokémon GO? Aplikasi ini tersedia di Play Store milik Android, dan juga Apple Store di iOS. Sayangnya, ketika saya mencoba mencari di ponsel Android, aplikasi ini belum tersedia (dikatakan perangkat tidak sesuai jika diakses melalui web). Ternyata permainan Pokémon GO belum tersedia di Indonesia secara resmi. Wah, sayang ya.

Padahal iklannya dari setahun yang lalu, aplikasi ini sudah banyak yang menunggu-nunggu. Bagaimana tidak, iklannya sangat menarik menggabungkan antara imajinasi dan kenyataan yang dalam bahasa kerennya disebut virtualitas.

Saya melihat sudah ada banyak video review dan panduan bermain Pokémon GO di YouTube. Mulai dari memasang, memulai, menangkap Pokémon, hingga evolusi Pokémon itu sendiri.

Benar-benar konsep game yang menarik. Saya sendiri memilih tidak memasangnya, karena belum resmi masuk Indonesia, walau ada cara-cara ‘jalan belakang’ untuk memasang APK Pokémon GO di Android. Saya hanya menghindari malware yang kemungkinan hinggap di aplikasi tidak resmi ini, sebagaimana dikutip sejumlah artikel teknologi.

Yang unik adalah, aplikasi permainan Pokémon GO benar-benar memaksa orang untuk berkeliling menangkap Pokémon di sekitar wilayahnya. Anda harus berjalan atau bersepeda untuk menemukan para Pokémon yang tersembunyi. Kecuali beberapa orang tampaknya memilih menggunakan sepeda motor atau mobil untuk berkeliling mencari Pokémon. Satu sisi bisa membuat orang bergerak, di sisi lain mungkin bagi yang malas justru menambah polusi udara. Saya bahkan mendengar ada yang menggunakan jasa Gojek untuk berburu pokemon, ah! sudahlah.

Sisi lain, ada kasus-kasus di mana aplikasi Pokémon GO menjadi alat kejahatan. Misalnya menunggu atau menggiring pengguna ke tempat tertentu (di mana ada Pokémon) dan pelaku kejahatan melakukan kejahatannya di situ. Sehingga ada kekhawatiran menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya penculikan anak.

Sisi buruk lain, jika pemain sedikit lalai dengan lingkungan sekitar, pemain bisa gagal membedakan antara dunia khayal dan dunia asli, misalnya saja karena asyik melihat peta di aplikasi Pokémon GO, pemain justru lalai ada tangga di depannya, sehingga bisa menyebabkan jatuh dari tangga – kasus lain mungkin bisa memicu kecelakaan lalu lintas jika berusaha menangkap Pokémon saat berkendara.

Apakah Anda berminat bermain Pokémon GO? Sebaiknya tunggu sebelum aplikasi resminya tersedia – jangan sampai kemasukan virus ke dalam ponsel Anda. Pastikan Anda sudah mempersiapkan diri dengan berolahraga, siapkan sepeda juga dalam kondisi prima, akhir pekan Anda mungkin akan berubah sepenuhnya. Jangan lupa tenaga cadangan – power bank – karena yang jelas aplikasi ini berpotensi menguras baterai ponsel Anda.

Jika Anda punya anak, temani anak-anak saat mereka bermain. Jangan sampai anak menyeberang jalan padat lalu lintas tanpa perlindungan, atau masuk ke sungai yang berarus deras.

Happy waiting the Pokémon GO’s application on your smartphone!

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

7 tanggapan

  1. Avatar fadschonberg

    Saya sudah mencobanya Bli, it’s fun.
    Sekarang juga sudah ada map-nya untuk menemukan pokemon yang kita inginkan.
    Lama-lama bosan juga ketemu pokemon yang itu2 aja.

    1. Avatar Cahya

      Saya sampai sekarang belum main. Memang berpikir juga, kadang tidak akan sempat untuk waktunya.

      1. Avatar fadschonberg

        Awalnya pengen nunggu resminya Bli, tapi karena kelamaan jadi g asyik lagi nanti klo orang-orang udah bosan. Jadi akhirnya install, 😅

  2. Avatar Ira
    Ira

    saya termasuk yang menunggu resmi dirilis dulu. Daripada kena block kayak di Thailand, nanti malah ga bisa maen ><

    1. Avatar Cahya

      Ira, tapi kan banyak yang penasaran. Walau ada risikonya, mencoba lebih awal masih banyak peminatnya – apalagi sesuatu yang sedang jadi top trend saat ini.

      1. Avatar Ira
        Ira

        banyak mas Cahya, karena temenku pun banyak yang ngunduh gamenya.

      2. Avatar Cahya

        Ya ndak apa-apa, kampanye saja bisa kok start lebih awal.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca