Sudah cukup lama saya tidak lagi aktif melakukan yoga, sebagian besar karena lebih suka lari di negeri awan yang tersembunyi di balik selimut. Tapi ini adalah 21 Juni, diperingati sebagai Hari Yoga Internasional, mungkin sudah waktunya kembali melakukan yoga?
Banyak orang melakukan yoga untuk meningkatkan atau menjaga kesehatan tubuh. Saya sendiri umumnya melakukan yoga untuk menjaga harmoni tubuh dan batin sejalan dengan harmoni semesta. Hanya ketika saya merasa gangguan besar pada tarian harmoni ini saya biasanya melakukan yoga – sebuah alasan yang penuh kemalasan.
Salah satu hal yang paling menarik dari yoga adalah karena hampir bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa memerlukan alat tambahan apapun. Karena yoga adalah tentang raga dan batin manusia.
Seperti taichi dari negeri Tiongkok, seseorang tidak memerlukan tambahan apapun ketika dia sudah mengenal bagaimana melakukan yoga dalam keseharian hidup mereka. Dan banyak orang yang telah mendapatkan manfaat dari yoga.
Beberapa yoga sederhana bahkan tidak memerlukan waktu khusus, dan kadang hanya mengambil 5 menit dari kesibukan kita. Dan hampir semua orang bisa melakukannya.
Untuk beberapa hal, yoga sering kali memerlukan bimbingan bagi mereka yang belum mengenal bagaimana melakukan yoga. Sedemikian hingga kita bisa menemukan banyak kelas-kelas yang menyediakan bimbingan yoga – kelas yoga.
Jika Anda berminat, tidak ada kelirunya untuk mencoba melakukan yoga.
Saya sendiri mungkin akan mulai mencoba kembali melakukan yoga, salah satu tradisi kuno dari anak benua India bagi kemanusiaan.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan