A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

I’ve been about a year searching for this small restaurant since it has move to the new place. Well, I wouldn’t say it as a restaurant, maybe just a family café in the middle of paddy farm. Located in Babarsari, regency of Yogyakarta, only about 10 minutes from Adi Sucipto International Airport.

Today I’ve a lunch at “Warung Vegetarian Soma Yoga”, yes since its specialized in vegetarian menu, which I love them so much. We have many traditional menus which turn into vegetables based food.

There are not much a vegetarian food corners in Yogyakarta, and I think Soma Yoga would be a good choice for them who are vegans. And don’t worry, the prices are still reasonable, it isn’t a high class menu at all, but it is tasted best with so many ingredients , flavoured with so much traditional spices. And don’t forget about a special menu that different in each day.

Soma Yoga - Vegetarian Cafe

Simply designed in traditional touch of Javanese food house, you can eat while breathing a fresh air of paddy’s field around the café. You may find it is a good place for killing an afternoon while writing something on your notebook, but there is no hotspot access yet, so bring your own mobile broadband access.

I had a nice afternoon break today at Soma Yoga, maybe I will give a visit next week.

Check in Foursquare

For they who love traditional atmosphere while having a break or just having a cup of coffee, I think Soma Yoga is a good option to visit. Need more information about this vegetarian corner? Just give the management a call at +622747-110-221 or send a mail.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
  • Air yang Merenggut Nyawa: Tujuh Strategi Global Mencegah Tenggelam dan Relevansinya bagi Indonesia
    Setiap tahun, lebih dari 300.000 orang di dunia meninggal karena tenggelam, dengan anak-anak sebagai korban utama. WHO meluncurkan paket kebijakan PROTECT yang berisi tujuh strategi mencegah tenggelam. Indonesia perlu mengembangkan strategi nasional dan memperkuat pengumpulan data untuk menurunkan angka kematian terkait tenggelam di negara kepulauan ini.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

7 tanggapan

  1. Avatar iiNgreeN

    wow, nice info.. Maybe, I wanna try go to the restaurant if I go to Jogja..

  2. Avatar jarwadi

    can’t wait mas cahya invite me for lunch there, hehehe

    1. Avatar Cahya

      Pak Jarwadi, it is a public cafe, not a private one, everybody would be welcomed without any need of invitation :D.

  3. Avatar ajengkol

    Looks great but I have been there yet someday hopefully

  4. Avatar pethakilan

    u must try MILAS..
    another ‘warung vegetarian’ at Prawirotaman 4

    seriously, u must :mrgreen:

  5. Avatar budiastawa

    What a unique resto in the city like Jogya 🙂

  6. Avatar dhila13

    what a simply beautiful resto.. great.. 😉

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca