A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Belakangan ini tampaknya ada himbauan untuk mengganti kartu kepesertaan BPJS Kesehatan (termasuk kartu ASKES) ke bentuk KIS (Kartu Indonesia Sehat). Memang pada aplikasi, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan bukti kepesertaan adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun sampai saat ini belum ada peraturan resmi untuk mengganti kartu tersebut.

Jika Anda menerima broadcast dari aplikasi perpesanan bahwa diharuskan mengganti kartu BPJS Kesehatan menjadi KIS, maka informasi itu tidaklah benar.

Ada juga isu lain seputar KIS, misalnya pemalsuan KIS. Baiknya, peserta BPJS Kesehatan melakukan pendaftaran kepersertaan dan pembayaran melalui jalur resmi yang telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan. Dan memeriksa situasi kepesertaan melalui aplikasi resmi yang dirilis oleh BPJS Kesehatan.

Berikut adalah kartu yang masih dinyatakan berlaku oleh BPJS Kesehatan di Yogyakarta:

IMG-20171004-WA0001
Kartu Kepesertaan BPJS Kesehatan yang masih berlaku selain Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Berikut adalah himbauan bagi tenaga kesehatan yang melayani BPJS Kesehatan:

Yth Bpk / Ibu Direktur dan pimpinan Faskes mitra BPJS kesehatan
Sehubungan banyak nya pemberitaan di medsos tentang kartu kepesertaan program JKN KIS , mohon Utk di info kan dan di sebar luaskan ke seluruh jajaran faskes terutama di frontliner bahwa :
1. Kartu Askes , kartu BPJS Kesehatan ( warna putih ) dan e-ID tetap masih berlaku sesuai ketentuan , asal peserta tsb dalam status aktif .
2. Kartu Yg harus segera di ganti adalah hanya kartu JAMKESMAS warna biru , Utk di arahkan segera ke BPJS kesehatan setelah di lakukan pelayanan
3. Tidak boleh ada penolakan peserta hanya karena kartu peserta blm di ganti mjd kartu KIS .

Sedemikian, masyarakat tidak perlu khawatir dan terburu-buru untuk mengganti kartu BPJS Kesehatan mereka.

Artikel Baru Terbit

  • Kode yang Tak Bersuara: Mengapa “Code Grey” Belum Menjadi Regulasi Baku di Fasilitas Kesehatan Indonesia?
    Fasilitas kesehatan Indonesia tidak memiliki regulasi baku code grey, meski banyak rumah sakit menerapkannya secara internal. Absennya standar nasional bukan sekadar kelalaian, melainkan hasil pilihan legislatif, fragmentasi kelembagaan, kerangka epistemik yang berat pada hukum-pidana, keterbatasan sumber daya, dan lemahnya budaya pelaporan. Perlindungan sistemik terhadap kekerasan di fasilitas kesehatan memerlukan lebih dari sekadar meminjam istilah asing.
  • Ketika Chatbot Belajar Menghitung: Sudahkah SPSS, R, JASP, dan Jamovi Boleh Pensiun?
    Chatbot kini bisa menjalankan uji-t, membuat grafik, dan menafsirkan nilai p dalam hitungan detik. Namun riset terbaru menunjukkan AI sering “benar karena kebetulan”: kesimpulannya tepat, tetapi jalannya keliru. Apakah SPSS, R, JASP, dan Jamovi sudah boleh pensiun? Ternyata yang berubah bukan aplikasinya, melainkan peran kita, dari operator menjadi penyunting.
  • The Memory of Bronze: Why People Believe in Karma
    In a gong-smithy at Wirun, an apprentice cracks the bronze and learns that metal forgets nothing. Drawing on the Upanishads, the Pali canon, Rumi, Anaximander, Arendt, and the Balinese Sārasamuccaya, this essay asks why humanity keeps believing in karma, and why the wisest believers hold it as a lamp, never a verdict.
  • Paliatif Bukan Tanda Menyerah: Kapan Sebaiknya Tenaga Kesehatan Mulai Menawarkannya?
    Perawatan paliatif sering disalahpahami sebagai layanan menjelang ajal. Padahal pedoman ASCO 2024, WHO, dan Kepmenkes 2180/2023 menekankan identifikasi dini sejak diagnosis penyakit serius. Artikel ini membahas kapan paliatif sebaiknya ditawarkan kepada pasien dan keluarga, alat penapisan seperti SPICT dan Pertanyaan Kejutan, serta penerapannya di layanan kesehatan Indonesia.
  • Ketika Wajah Bayi Menyimpan Rahasia di Kromosom 22
    Sindrom DiGeorge (22q11.2 deletion syndrome) adalah kelainan delesi mikro kromosom tersering pada manusia, memengaruhi jantung, imunitas, kalsium darah, dan perkembangan. Diagnosis sering terlambat karena gejala menyerupai kondisi lain. Di Indonesia, skrining jantung bawaan kritis berpotensi menangkap sebagian kasus, namun konfirmasi genetik masih terbatas aksesnya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. Avatar Harmanto

    Sebaiknya andaikata kartu bpjs kuning hatus diganti, syaratnya disederhanakan. Cukup kartu ASKES kuning dan ktp saja.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca