A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Menjalankan Windows 10 dan menjalankan Linux melalui Windows subsytem for Linux (WSL) menjadi pilihan bagi saya yang menjalankan sistem operasi Windows 10 dan juga ingin menjalankan sistem berbasis Linux secara bersamaan. WSL sudah diperkenalkan dan meluas pada awal tahun yang lalu, hanya saja saya baru kali ini mencobanya.

Untuk distrubusi Linux yang saya pilih di sini adalah openSUSE Leap 42.3 yang tersedia melalui Microsoft Store 1. Memasangnya juga cukup sederhana, dan saya cukup familier dengan distribusi ini.

Sebelum mencoba memasang openSUSE Leap 42.3 pada Windows 10, beberapa tulisan layak untuk dipertimbangkan. Pertama adalah tentang memasang Linux dengan WSL pada Windows 2 dan yang kedua adalah panduan resmi memasang WSL pada Windows 3 dengan menggunakan PowerShell.

Berikut adalah sejumlah tampilan yang dihasilkan pada Windows 10.

Secara asali, yang tampilkan adalah bash sehingga tidak akan ditemukan antarmuka grafis sebagaimana distribusi yang dipasang secara tersendiri sebagai sistem operasi.

Baris perintah dapat digunakan secara baik, namun beberapa tidak dapat memberikan hasil sebagaimana yang diinginkan.

Lalu untuk antarmuka grafis, secara singkatnya: lupakan saja. Bagi yang suka dengan antarmuka, tidak direkomendasikan metode ini, memasang secara terpisah sistem operasi berkernel Linux dengan sistem virtualisasi lebih disarankan. Sedangkan bagi pecinta baris perintah, inilah surganya.

Kembali pada pilihan, karena ini adalah permulaan yang baik, akan memilih sistem ini atau metode lainnya.


  1. Aplikasi dapat diakses melalui URL: https://www.microsoft.com/id-id/store/p/opensuse-leap-42/9njvjts82tjx 
  2.  openSUSE Is Now Available On Windows Subsystem For Linux – Linux.com pada URL: https://www.linux.com/blog/learn/2018/2/how-get-started-using-wsl-windows-10 
  3.  Install the Windows Subsystem for Linux – Microsoft.com pada URL: https://aka.ms/wslinstall 

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca