Ketika ada banyak pilihan teknologi untuk menulis bagi para penulis. Saya masih tetap klasik pada Ms Word. Dulu saya gemar menggunakan Libre Writer, namun beberapa membuatnya tidak lama bertahan dengan perubahan tuntutan dan teknologi. Khususnya tuntutan bekerja yang selalu bergerak.
Ponsel saat ini merupakan sarana menulis praktis, tapi bagi penulis klasik semacam saya, menulis di perangkat komputer adalah hal yang tidak terlepaskan. Sehingga saya akan mencari perangkat lunak yang bisa membantu saya melakukan sinkronisasi. Pertimbangan kedua adalah setelah sinkronisasi, saya harus bisa melakukan penyuntingan dan proofreading dengan lebih mudah. Pertimbangan ketiga adalah jika bisa saya tidak perlu mengetik sendiri.
Pada ponsel Android, ada sejumlah keistimewaan yang dimiliki Microsoft Word Mobile. Mereka bisa dengan leluasa mengakses berkas di OneDrive atau pencadangan awan lain. Menu dengan sistem WYSIWYG cukup enak, walau tidak banyak saya gunakan. Saya bisa ngomong di mikrofon tanpa perlu mengetik sendiri (sebenarnya ini lebih ke Google Keyboard) dan Word bisa melihat kesalahan ejaan yang mungkin timbul (perlu mengunduh terlebih dahulu pemeriksa ejaan).
Cuma jadinya, suara serak pascangomong sendiri. Dengan menulis seperti ini, tulisan bisa lebih cepat selesai dibandingkan mengetik di ponsel.
Dan setelah selesai serta ditutup, saya bisa menyunting secara lebih baik di komputer jika diperlukan. Berkas terbaru sudah langsung ada tanpa perlu memindahkan antara ponsel dan komputer berkat kenyamanan teknologi pencadangan awan.
Ulasan kritis Kepdirjen Keslan No. HK.02.02/D/7409/2026 tentang Pedoman Pelayanan Sterilisasi Sentral di rumah sakit: apa yang sudah baik, dan enam catatan teknis yang sebaiknya diperbaiki sebelum dijadikan rujukan akreditasi.
Di rekam medis kertas, dokter menulis konfirmasi SBAR dan TBaK langsung di lembar catatan. Di rekam medis elektronik, banyak rumah sakit bingung mencatatnya di mana. Artikel ini membandingkan praktik AS, Inggris, Australia, aturan STARKES, standar JCI, dan rancangan antarmuka yang masuk akal.
Demam, menggigil, dan nyeri pinggang setelah beberapa hari buang air kecil perih bisa menandakan infeksi sudah mencapai ginjal. Kenali gejala, kapan harus ke IGD, dan bagaimana pengobatan terkini menurut pedoman IDSA 2025 dan EAU 2026.
Trombosis vena dalam (DVT) adalah kondisi serius akibat pembekuan darah di vena dalam, umumnya di tungkai, yang berpotensi mengancam nyawa apabila terjadi emboli paru. Faktor risiko termasuk imobilisasi, pascaoperasi, kehamilan, dan kanker. Diagnosis memerlukan evaluasi klinis dan pengujian laboratorium, sementara pengobatan utama adalah antikoagulan. Pencegahan juga sangat penting, terutama pada pasien berisiko tinggi.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Kalau saya sih lebih enak pakai KeyPad pada laptop (tergantung laptop, karena ada keypad laptop yang bikin kesal), jika di ponsel keypad BlackBerry 10 dibandingkan layar sentuh, lebih enak dipakai mengetik. Hanya habitus mungkin, akan lebih nyaman yang mana.
Tinggalkan Balasan